Review Menpora Cup: Imbangi Persepam, Arema ke Final
Editor Bolanet | 25 September 2013 20:47
- Arema Indonesia sukses melaju ke partai final Menpora Cup. Dalam laga terakhir mereka di Stadion Kanjuruhan, Rabu (25/09), Greg Nwokolo dan kawan-kawan mampu menahan imbang Persepam MU dengan skor 2-2.
Menghadapi Persepam Madura United, Arema Indonesia melakukan rotasi pemain. Benny Wahyudi, Reza Mustofa dan Purwaka Yudhi, yang di laga sebelumnya disimpan, tampil sebagai starter pada pertandingan yang dihelat di Stadion Kanjuruhan, Rabu (25/09) ini.
Sementara, Persepam sendiri tampil dengan tambahan kekuatan. Slamet Nurcahyo. Ezequiel Gonzales dan Nopendi -yang merupakan pemain pinjaman dari Persiba Bantul- menambah amunisi tim asuhan Daniel Roekito ini.
Dengan komposisi kedua tim ini, laga berjalan ketat sejak menit pertama. Pertarungan sengit lini tengah tersaji antara Slamet Nurcahyo dan jenderal lapangan tengah Arema, Egi Melgiansyah.
Lima belas menit laga berjalan, Arema mulai menguasai jalannya pertandingan. Beberapa kali tusukan anak asuh Joko Susilo ini membahayakan jantung pertahanan Persepam.
Sementara, Persepam sendiri bukan nihil peluang. Tendangan Junior menit ke-17 hanya tipis di atas mistar gawang Arema, yang di laga ini dikawal I Made Wardana.
Menit ke-25, Arema akhirnya memecah kebuntuan. Tendangan penalti Kayamba Gumbs tak bisa diantisipasi Alvonsius Kelvan.
Penalti ini diberikan wasit Thoriq Alkatiri menyusul pelanggaran pemain belakang Persepam pada Reza Mustofa. Kontan saja keputusan wasit asal Bandung ini mengundang protes pemain Persepam. Mereka menganggap Reza sudah berada dalam posisi offside sebelum terjadinya pelanggaran.
Tiga menit kemudian, Persepam mampu menyamakan kedudukan. Memanfaatkan skrimit di kotak penalti Arema, Zainal Arif menendang bola dari jarak dekat, yang tak mampu dihadang Made Wardana.
Usai gol Persepam, laga kembali berlangsung ketat dan panas. Beberapa kali laga harus terhenti karena benturan antar pemain yang memicu protes rekan-rekan mereka. Namun, sampai babak pertama usai, tak ada lagi gol tercipta bagi kedua tim.
Di babak kedua, Persepam main lebih bertahan. Mereka menumpuk pemain di wilayah pertahanan sendiri.
Kesempatan ini tak disia-siakan Arema. Mereka terus menekan pertahanan Persepam yang dikomando Fachrudin.
Menambah daya gempur, Arema memasukkan Cristian Gonzales menit ke-49. El Loco -julukan Gonzales- menggantikan Reza Mustofa, yang mulai kehabisan nafas.
Masuknya Gonzales membuat serangan Arema lebih tajam. Beberapa kali mereka membuat kelabakan barisan pertahanan Persepam. Namun, sampai menit 65 tak ada gol tercipta.
Gol akhirnya tiba menit 68. Memanfaatkan kemelut di muka gawang Persepam, Beto Goncalves menceploskan bola ke gawang Alvonsius Kelvan.
Ketinggalan, Persepam tampil lebih agresif. Nopendi dan Michael Orah mulai berani naik membantu lini penyerangan melalui sektor bek sayap. Namun, upaya mereka terus kandas di barisan belakang Arema.
Menit 73, upaya Persepam akhirnya membuahkan hasil. Memanfaatkan tendangan sudut, Ezequiel Gonzales mencocor bola ke gawang Arema, tanpa mampu dihadang Made Wardana.
Kedudukan imbang membuat kedua tim meningkatkan tempo permainan. Mereka kembali terlibat jual beli serangan sampai wasit meniup peluit panjang. Namun, sampai laga berakhir tak ada lagi gol tercipta dan kedua tim harus berbagi angka.
Hasil imbang ini tak menggoyahkan Arema dari pemuncak klasemen Grup B dan memastikan diri ke final Menpora Cup. Mereka bakal menghadapi jawara Grup A Central Coast Mariners dalam laga yang akan dihelat di Stadion Kanjuruhan, Minggu (29/06) mendatang. (den/dzi)
Menghadapi Persepam Madura United, Arema Indonesia melakukan rotasi pemain. Benny Wahyudi, Reza Mustofa dan Purwaka Yudhi, yang di laga sebelumnya disimpan, tampil sebagai starter pada pertandingan yang dihelat di Stadion Kanjuruhan, Rabu (25/09) ini.
Sementara, Persepam sendiri tampil dengan tambahan kekuatan. Slamet Nurcahyo. Ezequiel Gonzales dan Nopendi -yang merupakan pemain pinjaman dari Persiba Bantul- menambah amunisi tim asuhan Daniel Roekito ini.
Dengan komposisi kedua tim ini, laga berjalan ketat sejak menit pertama. Pertarungan sengit lini tengah tersaji antara Slamet Nurcahyo dan jenderal lapangan tengah Arema, Egi Melgiansyah.
Lima belas menit laga berjalan, Arema mulai menguasai jalannya pertandingan. Beberapa kali tusukan anak asuh Joko Susilo ini membahayakan jantung pertahanan Persepam.
Sementara, Persepam sendiri bukan nihil peluang. Tendangan Junior menit ke-17 hanya tipis di atas mistar gawang Arema, yang di laga ini dikawal I Made Wardana.
Menit ke-25, Arema akhirnya memecah kebuntuan. Tendangan penalti Kayamba Gumbs tak bisa diantisipasi Alvonsius Kelvan.
Penalti ini diberikan wasit Thoriq Alkatiri menyusul pelanggaran pemain belakang Persepam pada Reza Mustofa. Kontan saja keputusan wasit asal Bandung ini mengundang protes pemain Persepam. Mereka menganggap Reza sudah berada dalam posisi offside sebelum terjadinya pelanggaran.
Tiga menit kemudian, Persepam mampu menyamakan kedudukan. Memanfaatkan skrimit di kotak penalti Arema, Zainal Arif menendang bola dari jarak dekat, yang tak mampu dihadang Made Wardana.
Usai gol Persepam, laga kembali berlangsung ketat dan panas. Beberapa kali laga harus terhenti karena benturan antar pemain yang memicu protes rekan-rekan mereka. Namun, sampai babak pertama usai, tak ada lagi gol tercipta bagi kedua tim.
Di babak kedua, Persepam main lebih bertahan. Mereka menumpuk pemain di wilayah pertahanan sendiri.
Kesempatan ini tak disia-siakan Arema. Mereka terus menekan pertahanan Persepam yang dikomando Fachrudin.
Menambah daya gempur, Arema memasukkan Cristian Gonzales menit ke-49. El Loco -julukan Gonzales- menggantikan Reza Mustofa, yang mulai kehabisan nafas.
Masuknya Gonzales membuat serangan Arema lebih tajam. Beberapa kali mereka membuat kelabakan barisan pertahanan Persepam. Namun, sampai menit 65 tak ada gol tercipta.
Gol akhirnya tiba menit 68. Memanfaatkan kemelut di muka gawang Persepam, Beto Goncalves menceploskan bola ke gawang Alvonsius Kelvan.
Ketinggalan, Persepam tampil lebih agresif. Nopendi dan Michael Orah mulai berani naik membantu lini penyerangan melalui sektor bek sayap. Namun, upaya mereka terus kandas di barisan belakang Arema.
Menit 73, upaya Persepam akhirnya membuahkan hasil. Memanfaatkan tendangan sudut, Ezequiel Gonzales mencocor bola ke gawang Arema, tanpa mampu dihadang Made Wardana.
Kedudukan imbang membuat kedua tim meningkatkan tempo permainan. Mereka kembali terlibat jual beli serangan sampai wasit meniup peluit panjang. Namun, sampai laga berakhir tak ada lagi gol tercipta dan kedua tim harus berbagi angka.
Hasil imbang ini tak menggoyahkan Arema dari pemuncak klasemen Grup B dan memastikan diri ke final Menpora Cup. Mereka bakal menghadapi jawara Grup A Central Coast Mariners dalam laga yang akan dihelat di Stadion Kanjuruhan, Minggu (29/06) mendatang. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Solo Siap Gelar Play Off Grup E Liga 2
Bola Indonesia 9 Oktober 2017, 16:42
-
Persepam Layangkan Protes ke PT LIB Soal Kepemimpinan Wasit
Bola Indonesia 11 Agustus 2017, 03:23
-
Persepam Keluhkan Kepemimpinan Wasit
Bola Indonesia 11 Agustus 2017, 01:52
-
Perangkat Pertandingan Persepam vs Persebaya Diamankan
Bola Indonesia 10 Agustus 2017, 17:46
-
Persepam Berbagi Angka Dengan Persebaya
Bola Indonesia 10 Agustus 2017, 17:30
LATEST UPDATE
-
Prancis Tinggalkan Banyak Catatan Positif dari Piala Dunia 2026
Piala Dunia 22 Juli 2026, 18:03
-
Spanyol Punya Modal Besar Pertahankan Gelar Piala Dunia pada 2030
Piala Dunia 22 Juli 2026, 17:31
-
Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
Piala Dunia 22 Juli 2026, 16:47
-
Kalah 0-3, Bali United Dapat Ujian Berkualitas dari Timnas Indonesia
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:39
-
Tampil di Piala AFF 2026, Singapura Kehilangan Dua Pemain Andalan
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:30
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55










