'Saya Sangat Kecewa Dengan Situasi PSSI Sekarang'
Editor Bolanet | 13 April 2012 20:00
- Situasi dan kondisi yang semakin carut marut di tubuh membuat mantan Ketua Komite Normalisasi PSSI, Agum Gumelar kecewa.
Menurut Agum Gumelar, perkembangan yang terjadi antara PSSI dengan yang terus menerus berseteru dan nyaris tanpa ujung tersebut adalah buruk untuk persepakbolaan .
Saya sangat kecewa dengan situasi PSSI yang berseteru dengan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) hingga sekarang, kata Agum Gumelar usai membuka Rakernas Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) 2012 di Solo, Jumat.
Dirinya pun dengan tegas menolak ikut campur dalam perseteruan tersebut. Agum beralasan bahwa tugasnya telah usai seiring terpilihnya Djohar Arifin sebagai Ketua Umum PSSI dalam Kongres Luar Biasa di Solo.
Mantan Ketua Umum PSSI periode 1999–2003 berharap kedua kubu tersebut mempunyai iktikad baik memajukan sepakbola nasional dengan tidak saling ngotot dan merasa paling benar. Ditambahkan juga agar kedua kubu tersebut memiliki satu tekad untuk persepakbolaan Indonesia dan berpikir lebih jernih.
Keduanya jangan saling ngotot dan merasa dirinya benar. Meskipun, keduanya agak sulit untuk bersatu, tetapi semuanya bisa dicoba untuk persepakbolaan di Tanah Air, katanya. (ant/dzi)
Menurut Agum Gumelar, perkembangan yang terjadi antara PSSI dengan yang terus menerus berseteru dan nyaris tanpa ujung tersebut adalah buruk untuk persepakbolaan .
Saya sangat kecewa dengan situasi PSSI yang berseteru dengan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) hingga sekarang, kata Agum Gumelar usai membuka Rakernas Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) 2012 di Solo, Jumat.
Dirinya pun dengan tegas menolak ikut campur dalam perseteruan tersebut. Agum beralasan bahwa tugasnya telah usai seiring terpilihnya Djohar Arifin sebagai Ketua Umum PSSI dalam Kongres Luar Biasa di Solo.
Mantan Ketua Umum PSSI periode 1999–2003 berharap kedua kubu tersebut mempunyai iktikad baik memajukan sepakbola nasional dengan tidak saling ngotot dan merasa paling benar. Ditambahkan juga agar kedua kubu tersebut memiliki satu tekad untuk persepakbolaan Indonesia dan berpikir lebih jernih.
Keduanya jangan saling ngotot dan merasa dirinya benar. Meskipun, keduanya agak sulit untuk bersatu, tetapi semuanya bisa dicoba untuk persepakbolaan di Tanah Air, katanya. (ant/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Pendekatan Keras Tuchel yang Membentuk Mental Inggris di Panggung Dunia
Piala Dunia 13 Juli 2026, 12:46
-
Pape Thiaw dan Timnas Senegal Resmi Berpisah
Piala Dunia 13 Juli 2026, 11:34
-
Inggris vs Argentina, Bellingham vs Messi
Piala Dunia 13 Juli 2026, 11:16
-
Serangan Cepat Prancis vs Kendali Permainan Spanyol
Piala Dunia 13 Juli 2026, 11:08
-
Argentina: Pemain Bintang dan Momen Terbaik dalam Perjalanan ke Semifinal
Piala Dunia 13 Juli 2026, 09:29
-
Inggris: Pemain Bintang dan Momen Terbaik dalam Perjalanan ke Semifinal
Piala Dunia 13 Juli 2026, 09:26
-
Spanyol: Pemain Bintang dan Momen Terbaik dalam Perjalanan ke Semifinal
Piala Dunia 13 Juli 2026, 09:21
-
Prancis: Pemain Bintang dan Momen Terbaik dalam Perjalanan ke Semifinal
Piala Dunia 13 Juli 2026, 09:11
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Prancis vs Spanyol 15 Juli 2026
Piala Dunia 13 Juli 2026, 08:29
-
Mengapa Lautaro Martinez Tidak Mendapatkan Kartu Kuning Kedua?
Piala Dunia 13 Juli 2026, 00:53
-
Kilas Balik Semifinal Piala Dunia: Kisah-kisah Unik yang Sulit Dilupakan
Piala Dunia 12 Juli 2026, 23:32
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55





