Soal Subsidi Bulan Maret, Arema FC Sepakat dengan PSSI
Dimas Ardi Prasetya | 6 Mei 2020 23:36
Bola.net - Arema FC angkat bicara soal sengkarut besaran subsidi Bulan Maret, yang sempat menjadi polemik antara PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) dan PSSI. Klub berlogo singa mengepal ini mengaku sepakat dengan PSSI soal besaran subsidi.
"Kami sepakat dengan PSSI, terutama dengan surat yang dilayangkan Sekjen PSSI untuk menanggapi surat dari PT LIB," kata General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, pada Bola.net, Rabu (06/05).
"Sebagai klub, kami merasa surat PSSI ini mampu mewakili perasaan kami," sambungnya.
Menurut Ruddy, klub sebenarnya tak terlalu mempermasalahkan jika memang dana yang dimiliki PT LIB tak mencukupi untuk membayar subsidi secara penuh. Namun, saat ini, PT LIB memiliki dana untuk membayar subsidi sesuai dengan perjanjian awal.
Ada salah satu sponsor utama Liga 1 yang mencairkan dana mereka. Besarannya, menurut informasi yang didapat, sekitar beberapa belas miliar.
"Kami bukannya mau sok pahlawan. Namun, harus diakui secara jujur, yang dijual kan kami-kami, 18 klub peserta Liga 1, ini. Jadi, tolonglah, kami diprioritaskan," tuturnya.
Sebelumnya, PT LIB berencana untuk membayar subsidi klub-klub peserta Liga 1 dan Liga 2 untuk Bulan Maret. Namun, klub-klub peserta Liga 1 hanya akan menerima Rp 350 juta. Padahal, dalam kesepakatan awal, PT LIB akan menyubsidi klub-klub peserta Liga 1 sebesar Rp 520 juta.
Rencana PT LIB ini kemudian dimentahkan PSSI. Melalui surat dari Sekjen PSSI, Yunus Nusi, federasi sepak bola Indonesia ini meminta PT LIB untuk membayar subsidi sesuai kesepakatan.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Tak Pengaruhi Gaji Tim
Lebih lanjut, kendati sejauh ini polemik soal besaran subsidi masih belum kelar, Ruddy memastikan gaji tim dan ofisial Arema tak terpengaruh. Manajer asal Madiun ini menyebut bahwa manajemen Arema sudah memenuhi kewajiban mereka tersebut.
"Sudah tak ada masalah lagi," ujar Ruddy.
"Kami sudah melunasinya," ia menambahkan.
Ruddy sendiri menyebut bahwa pelunasan gaji ini, dan biaya operasional selama kompetisi mandek, sepenuhnya mengandalkan dana dari pemilik. Ia menyebut, untuk gaji tim saja, pemilik harus mengeluarkan dana sebesar Rp 575 juta per bulan.
"Jadi, selama masa darurat bencana ini, pemilik harus mengeluarkan dana sebesar Rp 2,3 miliar untuk gaji tim dan ofisial. Ini masih belum termasuk biaya operasional lain," ia menandaskan.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Juga:
- Rencana Latihan Bersama Arema FC Terancam Kembali Tertunda
- Cerita Hamka Hamzah Tentang Cap 'Bad Boy' yang Melekat pada Dirinya
- Arema FC Perlu Waktu Bangkit dari Pandemi Corona
- Didi Kempot Wafat, Arema FC Ungkapkan Belasungkawa
- Didominasi Skuad Juara, Ini Dream Team Arema Pilihan Joko Susilo
- Menu Ramadhan, Gelandang Arema FC Andalkan Masakan Sang Ibu
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nonton Live Streaming Madura United vs Malut United - BRI Super League
Bola Indonesia 3 Maret 2026, 17:00
LATEST UPDATE
-
Bagaimana Nasib Rodrygo di Real Madrid usai Cedera Lutut Serius?
Liga Spanyol 5 Maret 2026, 23:53
-
Real Madrid Mau Rekrut Vitinha? Lupakan Saja!
Liga Spanyol 5 Maret 2026, 23:00
-
Hasil Persik vs PSBS Biak: Comeback Manis Macan Putih
Bola Indonesia 5 Maret 2026, 22:41
-
Hasil Persijap vs Persis: Tanpa Gol di Stadion Gelora Bumi Kartini
Bola Indonesia 5 Maret 2026, 22:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Perebutan Transfer Panas Man Utd vs Man City: Siapa Lebih Unggul?
Editorial 4 Maret 2026, 14:37
















