Soal Wacana Pembatasan Jatah Pemain Naturalisasi, APPI: Pelanggaran HAM!
Gia Yuda Pradana | 7 Maret 2023 10:13
Bola.net - Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) angkat bicara soal rencana pembatasan jumlah pemain naturalisasi yang boleh dikontrak oleh setiap klub peserta Liga 1 musim mendatang. Mereka menilai gagasan yang muncul dalam Sarasehan Sepak Bola Nasional tersebut merupakan pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia (HAM).
Dalam rilisnya, APPI menyebut bahwa pemain naturalisasi tak ada bedanya dengan pemain-pemain lokal lainnya. Setelah resmi menjalani proses naturalisasi, para pemain tersebut tak ada bedanya dengan Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya, termasuk urusan hak dan kewajiban.
"Hal ini tidak sejalan dengan Universal Declaration of Player Rights dan FIFA’s Human Rights Policy. Jika naturalisasi dianggap suatu polemik di sepak bola nasional, perlu dicari solusi terbaik dan bukan malah membatasi jumlahnya dalam setiap tim. Terlebih, sebagian pemain tersebut pernah dan bahkan masih menjadi pemain aktif dari Tim Nasional Indonesia. Sebagian dari mereka memilih menjadi WNI karena kebutuhan dan permintaan untuk tim nasional," tulis APPI dalam rilis mereka.
Sebelumnya, wacana soal pembatasan pemain naturalisasi ini muncul pada Sarasehan Sepak Bola Nasional yang digelar PSSI di Surabaya, akhir pekan lalu. Dalam sarasehan yang diikuti oleh klub-klub peserta kompetisi ini muncul sejumlah usulan dan wacana. Selain soal pembatasan pemain naturalisasi, muncul juga wacana soal penambahan kuota pemain asing dan format kompetisi mendatang.
APPI sendiri menilai bahwa tujuan pembatasan pemain naturalisasi ini tak jelas. Mereka menilai, jika bertujuan untuk pengembangan pemain lokal, maka pembatasan ini bertentangan dengan rencana penambahan kuota pemain asing.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Bahas Salary Cap

Selain itu, APPI juga menyoroti wacana soal salary cap. Mereka menilai bahwa wacana ini perlu dikaji lebih dalam. Pasalnya, FIFA pun telah mengarahkan federasi untuk merumuskan adanya batasan-batasan soal penggajian.
"FIFA juga mengarahkan untuk setiap federasi memberikan batasan salary minimum," tegas APPI.
"Jika Salary Cap diterapkan menjadi suatu aturan, perlu ditambahkan regulasi menggunakan Minimum Salary agar tidak terjadinya disparitas antar-pemain di Indonesia," mereka menambahkan.
Soroti Jadwal

Hal lain yang menjadi sorotan APPI adalah soal jadwal. Mereka menyebut, usulan jadwal Liga 1 dan Liga 2 musim mendatang tak ideal.
"Tujuan untuk memberikan waktu lebih luas bagi kompetisi Liga 2 merupakan suatu program yang baik. Namun, jika dilihat dari segi timeline, akan sangat berbenturan satu dengan yang lain," papar mereka.
"Seperti Liga 2 tahun 2023/2024 yang direncanakan akan berakhir di bulan Juni 2024, tapi kompetisi Liga 1 tahun 2024 akan terselenggara bulan Juli 2024 sebagaimana akan terselenggara pada musim sebelumnya, Juli 2023. Ini menandakan pemain yang promosi dari Liga 2 tahun 2023/2024 yang akan bermain di Liga 1 musim 2024/2025 hanya memiliki waktu istirahat satu bulan saja," mereka menambahkan.
Siap Audiensi dengan PSSI

APPI sendiri berharap agar wacana-wacana ini dibahas lebih matang sebelum diuji atau bahkan diterapkan. Mereka pun menegaskan siap untuk membahas hal-hal tersebut dengan PSSI.
"APPI telah mengirimkan surat kepada PSSI untuk dapat dibuatkan suatu audiensi guna membahas hal-hal tersebut," tegas mereka.
"Harapan agar pemain dapat dilibatkan dalam pengambilan keputusan menjadi suatu transformasi bagi sepak bola Indonesia jika ingin meningkatkan kualitas dan standar sepak bola itu sendiri jika berkaca dari sepak bola di negara-negara yang maju," mereka menambahkan.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Klasemen Sementara BRI Liga 1 2022/2023
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- 8 Pemain Naturalisasi Ramai-Ramai Kecam Kebijakan Baru Erick Thohir: Kami Merasa Didiskriminasi!
- Soal Wacana Perubahan Format Liga 1, Ini Tanggapan Arema FC
- Prediksi BRI Liga 1: Bali United vs Persita Tangerang 7 Maret 2023
- Barito Putera Sedang Terluka, Begini Respons Persebaya
- Jelang Lawatan Persebaya ke Markas Barito Putera, Aji Santoso Ungkap Kabar Baik Tentang Supriadi
- BRI Liga 1: Bukan Taisei Marukawa, Ini yang Diwaspadai Madura United dari PSIS Semarang
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Persib Bandung Dekati Layvin Kurzawa, Eks Bek PSG Siap Ramaikan BRI Super League
Bola Indonesia 18 Januari 2026, 21:39
-
Kabar Duka, Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro Tutup Usia
Bola Indonesia 18 Januari 2026, 18:32
-
BRI Super League 2025/2026: Arema FC dan Ian Puleio Resmi Berpisah
Bola Indonesia 16 Januari 2026, 21:44
-
BRI Super League: Persita Tangerang yang Rendah Hati, tapi Ambisius
Bola Indonesia 15 Januari 2026, 19:18
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Monaco: Live SCTV, Mengenang Drama 2004 di Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:08
-
Tempat Menonton Bodo/Glimt vs Man City: Live SCTV dan Streaming di Vidio
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:00
-
Tempat Menonton Inter vs Arsenal: Jam Berapa Siaran Langsung UCL Laga Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:45
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
-
Prediksi Slavia Praha vs Barcelona 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 17:00
-
Marc-Andre ter Stegen Absen dari Barcelona, Segera Jalani Tes Medis di Girona
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:45
-
Daftar Pemain Barcelona untuk Laga Liga Champions Kontra Slavia Praha
Liga Champions 20 Januari 2026, 16:26
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06









