SOS Sebut Kinerja Komdis PSSI bak Debt Collector
Serafin Unus Pasi | 27 Oktober 2021 19:08
Bola.net - Kinerja Komisi Disiplin PSSI mendapat sorotan. Kali ini, sorotan datang dari Save Our Soccer (SOS). Lembaga yang concern tentang perbaikan tata kelola sepak bola Indonesia ini menilai kerja Komdis PSSI bak debt collector.
"Orientasi hukumannya adalah uang. Belum ada terobosan baru. Komdis bekerja layaknya debt collector," ucap Koordinator SOS, Akmal Marhali.
"Ini tidak sehat untuk kompetisi sepak bola Indonesia," sambungnya.
Menurut Akmal, Komdis PSSI nyaris seperti tertidur lelap sampai pekan keenam gelaran Liga 1 dan pekan keempat Liga 2. Namun, setelah adanya kritikan publik, mereka sotak bangun dan merapel pekerjaannya dengan menggelar sidang. Dari 26 kasus yang mereka putuskan pada sidang tersebut, Komdis menjatuhkan denda nyaris Rp 1 miliar.
Dari surat keputusan Komdis PSSI, total terdapat 12 kasus dari empat pelanggaran di Liga 1 yaitu kartu merah langsung, keterlambatan kick-off, lima kartu kuning atau lebih dalam satu laga, dan tamu VIP masuk ruang ganti.
Sementara, di Liga 2, total 14 kasus yang disidangkan. Rinciannya, perilaku mendiskreditkan keputusan PSSI, pelanggaran fair play, keterlambatan kick-off, dan lima kartu kuning atau lebih dalam satu laga.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Keputusan Tak Masuk Logika
Lebih lanjut, menurut Akmal, ada sejumlah keputusan Komdis PSSI yang tak masuk logika. Salah satunya, menurut eks wartawan olahraga ini, adalah keputusan soal kasus keterlambatan kick-off.
Akmal menyebut bahwa keterlambatan kick-off secara logika menjadi tanggung jawab LIB sebagai penyelenggara kompetisi bubble to bubble. Pasalnya, tidak ada klub yang sejatinya mempekerjakan panpel sendiri layaknya di kompetisi normal.
"Selain itu, sanksi yang dijatuhkan juga tak masuk logika hukum di tengah pandemi," kata Akmal.
Ia mencontohkan sanksi yang diterima Pelatih Persijap, Jaya Hartono. Dalam konteks Liga 2, sanksi sebulan sama artinya dengan separuh musim.
"Striker Badak Lampung, T.A Musyafry, dihukum enam laga. Padahal, Liga 2 hanya sepuluh laga, ia sudah selesai berkompetisi. Demikian pula dengan vonis Heri Setiawan selama 6 bulan. Padahal Liga 2 hanya berlangsung 2 bulan," tegasnya.
Orientasi Sebatas Uang
Akmal pun menilai bahwa pola pikir Komdis dalam menjatuhkan hukuman masih sebatas uang. Belum ada terobosan baru, sambung eks CEO Persiraja Banda Aceh ini, soal bentuk hukuman yang dijatuhkan. Padahal, menurut Akmal, sanksi denda uang tersebut selama ini tidak efektif dan tidak berefek jera buat pelakunya.
"Perlu ada modifikasi misalnya hukuman kerja sosial buat Heri Setiawan. Tugasnya membina pemain-pemain SSB/akademi misalnya. Ini akan lebih bermanfaat dibandingkan uang," papar Akmal.
"Sanksi kerja sosial pernah diberikan kepada Eric Cantona saat berperilaku buruk menendang kungfu penonton kala membela Manchester United," imbuhnya.
Menurut Akmal, dengan sanksi kerja sosial, pihak terhukum tak sampai menganggur. Heri Setiawan yang dihukum 6 bulan, misalnya, secara psikologi juga morilnya terangkat karena masih dipekerjakan membina pemain muda.
"Ini bagus untuk introspeksi sekalian. Kalau denda uang nggak ada efek psikologisnya karena yang bayar klub atau dipotong langsung dari subsidi," ia menegaskan.
Tidak Transparan
Akmal menambahkan, ada laga kerugian sanksi denda uang yang selama ini diterapkan PSSI. Kerugian tersebut adalah tidak adanya transparansi penggunaan uang hasil denda tersebut.
"Harusnya sanksi uang yang dijatuhkan digunakan untuk pembinaan terhadap pelanggar sanksi," kata Akmal.
"Bentuknya bisa edukasi rules of the game sampai untuk konsultasi ke psikiater untuk terhukum perilaku buruk," tandasnya.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Juga:
Hasil BRI Liga 1: Bekuk Borneo FC, Bhayangkara FC kembali ke Puncak Klasemen
Hasil BRI Liga 1: Rafael Silva Antarkan Madura United Kalahkan Persiraja
BRI Liga 1: 4 Pemain Penting Arema FC Ini Bisa Bikin Persita Ketar-ketir!
BRI Liga 1: Clean Sheet Lawan Persija, Mimpi Jadi Kenyataan Bagi Andhika Ramadhani
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil BRI Super League: Bhayangkara FC Ditahan PSM Makassar
Bola Indonesia 26 Oktober 2026, 21:09
-
Hasil BRI Super League: Sempat Tertinggal, Persija Taklukkan Persik Kediri 2-1
Bola Indonesia 26 Oktober 2026, 21:04
-
Hasil Persebaya Surabaya vs Madura United: Bajul Ijo Menang 3-1
Bola Indonesia 26 Oktober 2026, 20:57
-
Link Live Streaming Bhayangkara FC vs PSM di BRI Super League
Bola Indonesia 26 Oktober 2026, 18:54
-
Link Live Streaming Persija vs Persik di BRI Super League
Bola Indonesia 26 Oktober 2026, 18:34
LATEST UPDATE
-
Prediksi Le Havre vs PSG 31 Oktober 2026
Liga Eropa Lain 30 Oktober 2026, 08:15
-
Sesko Cedera, Ini 5 Striker yang Bisa Direkrut Manchester United pada Januari
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 07:02
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
-
Mendalami Kebangkitan Ronald Araujo di Liverpool usia Tinggalkan Barcelona
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:48
-
Manchester United Catat Kerugian Transfer Terbesar di Eropa
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:41
-
Raphinha Dipanggil Timnas Brasil, Barcelona Kembali Khawatir
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:33
-
Barcelona Tutup Sementara Tribune Suporter Usai Insiden El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:29
-
Barcelona dan Kekalahan di El Clasico yang Mengungkap Pentingnya Evolusi Taktik
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:24
-
Arda Guler Bikin Jose Mourinho Sulit Mencadangkannya Lagi
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:51
-
Bernardo Silva Buktikan Fans Real Madrid Benar, Jose Mourinho Keliru
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:46
-
Bagaimana Jude Bellingham Mendominasi Lini Tengah Barcelona
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:42
-
Toni Kroos dan Dani Carvajal soal Strategi Berani Jose Mourinho di El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:37
-
Dukungan buat Trent Alexander-Arnold untuk Kembali ke Liverpool
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:32
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

