Tanggapi Merger, Deltamania Pecah Dua Kubu
Editor Bolanet | 31 Juli 2012 21:50
- Rencana merger antara Deltras Sidoarjo dengan Pelita Jaya mengusik Deltamania. Barisan suporter Deltras itu pun pecah menjadi dua kubu antara yang pro dan kontra.
Dari kubu yang kontra menyuarakan penolakan jika rencana ini benar-benar terwujud nantinya. Mereka khawatir, Sidoarjo hanya akan menjadi persinggahan singkat Pelita yang dikenal kerap berpindah-pindah home base.
Tercatat, Pelita yang berdiri pada 1986 silam telah lima kali berpindah markas. Pada era Galatama, Pelita memilih markas di Jakarta hingga kompetisi Liga Indonesia musim 1998-1999. Kemudian, hijrah ke Solo dan berubah nama menjadi Pelita Solo selama dua musim.
Gaya ‘kutu loncat’ Pelita ini tak lantas berhenti begitu saja. Pada musim 2002 hingga 2005 Pelita berubah nama menjadi Pelita Krakatau Steel dan bermarkas di Cilegon. Berikutnya, mereka sempat bermarkas di Stadion Purnawarman, Purwokerto selama semusim. Sempat menggunakan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung selama satu tahun, tim berjuluk Young Guns itu pun lalu menggunakan Stadion Singaperbangsa, Karawang sebagai markas mereka saat ini.
Track record Pelita yang berpindah-pindah markas inilah yang membuat rekan-rekan Deltamania menyuarakan penolakan, sebut Humas Deltamania, Prambudi di hadapan wartawan Selasa (31/7).
Sementara dari kubu yang pro, mereka tak lantas mengiyakan saja keinginan dua tim yang berdiri dalam satu bendera Bakrie Group ini. Deltamania tetap mengajukan syarat untuk proses merger tersebut. Pertama, adanya keseriusan dalam pengelolaan sepakbola di Sidoarjo, ujar pria yang karib disapa Pram ini.
Untuk syarat kedua, kesepakatan tersebut harus diwujudkan di atas kertas yang diketahui seluruh stakeholder sepakbola Sidoarjo. Sementara syarat terakhir, Pram menegaskan bahwa manajemen bisa menggaransi adanya prestasi. “Jangan sebagai formalitas atau asal ikut kompetisi. Padahal, kita semua tahu biaya kompetisi itu besar, tandas Pram. (fjr/dzi)
Dari kubu yang kontra menyuarakan penolakan jika rencana ini benar-benar terwujud nantinya. Mereka khawatir, Sidoarjo hanya akan menjadi persinggahan singkat Pelita yang dikenal kerap berpindah-pindah home base.
Tercatat, Pelita yang berdiri pada 1986 silam telah lima kali berpindah markas. Pada era Galatama, Pelita memilih markas di Jakarta hingga kompetisi Liga Indonesia musim 1998-1999. Kemudian, hijrah ke Solo dan berubah nama menjadi Pelita Solo selama dua musim.
Gaya ‘kutu loncat’ Pelita ini tak lantas berhenti begitu saja. Pada musim 2002 hingga 2005 Pelita berubah nama menjadi Pelita Krakatau Steel dan bermarkas di Cilegon. Berikutnya, mereka sempat bermarkas di Stadion Purnawarman, Purwokerto selama semusim. Sempat menggunakan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung selama satu tahun, tim berjuluk Young Guns itu pun lalu menggunakan Stadion Singaperbangsa, Karawang sebagai markas mereka saat ini.
Track record Pelita yang berpindah-pindah markas inilah yang membuat rekan-rekan Deltamania menyuarakan penolakan, sebut Humas Deltamania, Prambudi di hadapan wartawan Selasa (31/7).
Sementara dari kubu yang pro, mereka tak lantas mengiyakan saja keinginan dua tim yang berdiri dalam satu bendera Bakrie Group ini. Deltamania tetap mengajukan syarat untuk proses merger tersebut. Pertama, adanya keseriusan dalam pengelolaan sepakbola di Sidoarjo, ujar pria yang karib disapa Pram ini.
Untuk syarat kedua, kesepakatan tersebut harus diwujudkan di atas kertas yang diketahui seluruh stakeholder sepakbola Sidoarjo. Sementara syarat terakhir, Pram menegaskan bahwa manajemen bisa menggaransi adanya prestasi. “Jangan sebagai formalitas atau asal ikut kompetisi. Padahal, kita semua tahu biaya kompetisi itu besar, tandas Pram. (fjr/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
10 jebolan Piala Dunia yang Pernah Bermain di Klub Indonesia
Bola Indonesia 16 Juni 2020, 10:09
-
Tiga Klub Liga 3 Jawa Timur Siap Beri Perlawanan untuk Timnas U-18
Tim Nasional 17 Juli 2019, 19:08
-
Pelatih Timnas U-18 Yakin Dapat Banyak Pelajaran di Sidoarjo
Tim Nasional 17 Juli 2019, 17:41
-
Uji Coba di Sidoarjo Jadi Ajang Nostalgia Timnas U-18
Tim Nasional 17 Juli 2019, 17:34
-
Timnas Indonesia U-19 Bawa 26 Pemain untuk Tur Jawa Timur
Tim Nasional 16 Juli 2019, 21:34
LATEST UPDATE
-
Tantang Arsenal, Moises Caicedo Bisa Perkuat Chelsea?
Liga Inggris 6 September 2026, 07:30
-
MU Tandang ke Everton, Benjamin Sesko Sudah Siap Jadi Starter?
Liga Inggris 6 September 2026, 07:00
-
Michael Carrick Prediksi MU Bakal Kerepotan di Kandang Everton
Liga Inggris 6 September 2026, 06:30
-
Bos Inter Milan Sanjung Napoli: Mereka Lawan yang Benar-benar Merepotkan!
Liga Italia 6 September 2026, 06:00
-
Cristiano Ronaldo Tak Berkutik, Al-Nassr Telan Kekalahan Pertama di Musim 2026/2027
Asia 6 September 2026, 05:28
-
Comeback Lawan Napoli, Chivu Sanjung Mental Juara Inter Milan
Liga Inggris 6 September 2026, 05:03
-
Man of the Match Inter vs Napoli: Lautaro Martinez
Liga Italia 6 September 2026, 01:27
-
5 Pelajaran Manchester City vs Coventry City: Debut Enzo Fernandez Jadi Sorotan
Liga Inggris 6 September 2026, 00:05
-
Erling Haaland Pecahkan Rekor Sergio Aguero di Manchester City
Liga Inggris 5 September 2026, 23:36
-
Rapor Pemain Manchester City vs Coventry City: Cherki Bersinar, Haaland Tetap Berbahaya
Liga Inggris 5 September 2026, 23:25
-
Man of the Match Man City vs Coventry City: Erling Haaland
Liga Inggris 5 September 2026, 23:16
-
Hasil Man City vs Coventry City: Haaland Jadi Penentu, The Citizens Sapu Bersih 3 Laga
Liga Inggris 5 September 2026, 22:54
-
Dikabarkan Cedera, Hansi Flick Ungkap Kondisi Terbaru Lamine Yamal
Liga Spanyol 5 September 2026, 20:30
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51


