Tim Sembilan Optimis Bisa Tuntaskan Kerja dengan Baik
Editor Bolanet | 6 Januari 2015 17:31
- Meski banyak upaya untuk menjegal langkah mereka, Tim Sembilan tetap optimistis. Tim yang dibentuk Kemenpora untuk membenahi karut-marut sepakbola Indonesia ini yakin bakal bisa menyelesaikan tugas mereka dengan baik.
Kami optimistis bisa menyelesaikan tugas kami, seperti yang ditugaskan, ujar salah satu anggota Tim Sembilan, Gatot S Dewa Broto pada .
Kami hanya ingin sepakbola Indonesia kondusif, sambungnya.
Sebelumnya, untuk membereskan permasalahan di sepakbola Indonesia, Kemenpora membentuk Tim Sembilan. Tim ini secara resmi diumumkan Jumat (02/01) lalu.
Tim ini terdiri dari sembilan anggota dengan latar belakang beragam, mulai akademisi sampai salah seorang eks deputi Komisi Pemberantasan Korupsi. Terpilih sebagai koordinator tim ini adalah Oegroseno, mantan Wakapolri.
Lebih lanjut, Gatot tak menampik bahwa kerja Tim Sembilan mirip dengan Independent Soccer Review Committee, yang dibentuk Kementerian Olahraga Australia pada 2003 lalu. Komite ini dikenal dengan dengan laporannya yang dinamai Crawford Report, mengacu pada nama ketua komite tersebut, David Crawford.
Sebagai dampak dari laporan tersebut, para pengurus lama federasi sepakbola Australia, Soccer Australia mengundurkan diri secara massal. Setelahnya, sebagai pengganti Soccer Australia, dibentuklah Football Federation Australia yang dipimpin Frank Lowy.
Semoga tim ini bisa membuat sepakbola Indonesia lebih baik, tandasnya. [initial]
(den/pra)
Kami optimistis bisa menyelesaikan tugas kami, seperti yang ditugaskan, ujar salah satu anggota Tim Sembilan, Gatot S Dewa Broto pada .
Kami hanya ingin sepakbola Indonesia kondusif, sambungnya.
Sebelumnya, untuk membereskan permasalahan di sepakbola Indonesia, Kemenpora membentuk Tim Sembilan. Tim ini secara resmi diumumkan Jumat (02/01) lalu.
Tim ini terdiri dari sembilan anggota dengan latar belakang beragam, mulai akademisi sampai salah seorang eks deputi Komisi Pemberantasan Korupsi. Terpilih sebagai koordinator tim ini adalah Oegroseno, mantan Wakapolri.
Lebih lanjut, Gatot tak menampik bahwa kerja Tim Sembilan mirip dengan Independent Soccer Review Committee, yang dibentuk Kementerian Olahraga Australia pada 2003 lalu. Komite ini dikenal dengan dengan laporannya yang dinamai Crawford Report, mengacu pada nama ketua komite tersebut, David Crawford.
Sebagai dampak dari laporan tersebut, para pengurus lama federasi sepakbola Australia, Soccer Australia mengundurkan diri secara massal. Setelahnya, sebagai pengganti Soccer Australia, dibentuklah Football Federation Australia yang dipimpin Frank Lowy.
Semoga tim ini bisa membuat sepakbola Indonesia lebih baik, tandasnya. [initial]
Jangan Lewatkan!
- Soal PSSI, Agum Minta Menpora Berhati-hati
- Tim Sembilan Bakal Jalin Komunikasi dengan FIFA
- Cari Tahu Sumber Dana Tim Sembilan, Forum Asprov PSSI Lapor KPK
- Dana Tim Sembilan Kemenpora Dipertanyakan
- Banyak Ditentang, Tim Sembilan Bergeming
- Forum Asprov PSSI Minta Menpora Diganti
- 'Pembentukan Tim Sembilan Bukan Intervensi Pada PSSI'
- Suporter Madura Pertanyakan Sikap PSSI
- Tim Sembilan Diharapkan Bisa Benahi Sepakbola Indonesia
- Roy Suryo Sebut Ada Settingan untuk Merusak PSSI
- Roy Suryo: Pembentukan Tim Sembilan Tidak Relevan
- Anggaran Tim Sembilan Kemenpora Bertentangan dengan Efisiensi
- Bambang Nurdiansyah: Tim Sembilan Jangan Urusi Dapur PSSI
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mantap! Indosiar, SCTV dan Vidio Siarkan FIFA Series 2026 Indonesia, Catat Tanggalnya!
Tim Nasional 26 Februari 2026, 09:19
LATEST UPDATE
-
Hasil Dewa United vs PSIM: Gol Penalti Alex Martins Jadi Penentu!
Bola Indonesia 3 April 2026, 21:10
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persita 4 April 2026
Bola Indonesia 3 April 2026, 18:05
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13

















