Timo Rampungkan Kurikulum Pembinaan Seluruh Kelompok Umur
Editor Bolanet | 12 Mei 2012 19:15
- Setelah sekian lama berjalan tanpa adanya sebuah kurikulum, pembinaan sepak bola Indonesia akhirnya beranjak selangkah lebih maju. Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI, Timo Scheunemann berhasil merampungkan penyusunan panduan bagi pembinaan di berbagai kelompok umur.
Menurut Timo, panduan yang berjudul Kurikulum Pembinaan Sepak Bola Usia Dini, Usia Muda dan Senior ini, dimaksudkan sebagai pegangan bagi pemain, pelatih, pengurus klub juga orang tua dari pemain. Selain itu, pengamat sepak bola dan juga masyarakat umum harus mengetahui ini. Hal ini penting agar mereka bisa mengetahui dan menilai mana praktik-praktik yang masih salah atau yang sudah benar, yang telah dijalankan oleh klub selama ini, baik dari segi organisasi, latihan dan lain-lain, ungkap pemegang Lisensi A UEFA ini.
Apabila sudah bisa menilai, masyarakat -khususnya orang tua dari pemain- bisa ikut mengawasi sekolah sepak bola agar mereka bisa meningkatkan kualitas. Latihan saja tidak akan cukup untuk membuat seseorang menjadi sempurna. Hal ini hanya bisa diraih dengan latihan yang sempurna, sambungnya.
Lebih lanjut, Timo menyatakan bahwa hal-hal yang dia tulis dalam kurikulum ini merupakan hal yang universal. Baik UEFA, AFC, bahkan FIFA, sambung Timo, menganut standar ini.
Ilmu ini kemudian saya 'Indonesiakan'. Artinya, saya sesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada di Indonesia. Semoga bisa membantu dan mohon maaf kalau masih ada kekurangan di sana-sini. God Bless Indonesia, pungkasnya. (den/mac)
Menurut Timo, panduan yang berjudul Kurikulum Pembinaan Sepak Bola Usia Dini, Usia Muda dan Senior ini, dimaksudkan sebagai pegangan bagi pemain, pelatih, pengurus klub juga orang tua dari pemain. Selain itu, pengamat sepak bola dan juga masyarakat umum harus mengetahui ini. Hal ini penting agar mereka bisa mengetahui dan menilai mana praktik-praktik yang masih salah atau yang sudah benar, yang telah dijalankan oleh klub selama ini, baik dari segi organisasi, latihan dan lain-lain, ungkap pemegang Lisensi A UEFA ini.
Apabila sudah bisa menilai, masyarakat -khususnya orang tua dari pemain- bisa ikut mengawasi sekolah sepak bola agar mereka bisa meningkatkan kualitas. Latihan saja tidak akan cukup untuk membuat seseorang menjadi sempurna. Hal ini hanya bisa diraih dengan latihan yang sempurna, sambungnya.
Lebih lanjut, Timo menyatakan bahwa hal-hal yang dia tulis dalam kurikulum ini merupakan hal yang universal. Baik UEFA, AFC, bahkan FIFA, sambung Timo, menganut standar ini.
Ilmu ini kemudian saya 'Indonesiakan'. Artinya, saya sesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada di Indonesia. Semoga bisa membantu dan mohon maaf kalau masih ada kekurangan di sana-sini. God Bless Indonesia, pungkasnya. (den/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ulang Tahun ke-96, PSSI Pasang Target Lolos ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 19 April 2026, 19:39
LATEST UPDATE
-
Real Madrid Kontak Agen Enzo Fernandez, Transfer Masih Rumit
Liga Spanyol 28 Mei 2026, 16:30
-
Masalah Cole Palmer Dimulai dari Kepergian Nicolas Jackson
Liga Inggris 28 Mei 2026, 16:04
-
Barcelona Yakin Bisa Rekrut Bernardo Silva Musim Panas Ini
Liga Spanyol 28 Mei 2026, 16:01
-
Cara Barcelona Akali Finansial Demi Datangkan Anthony Gordon
Liga Spanyol 28 Mei 2026, 15:30
LATEST EDITORIAL
-
3 Alasan Chelsea Sebaiknya Jual Enzo Fernandez Musim Panas Ini
Editorial 28 Mei 2026, 14:04


















