Tolak Permintaan PT LIB, PSSI Tetap Tunggu Arahan Pemerintah untuk Lanjutkan Kompetisi
Gia Yuda Pradana | 6 Mei 2020 10:19
Bola.net - PT Liga Indonesia Baru (LIB) pada 4 Mei 2020 mengirimkan surat kepada PSSI terkait kelanjutan Shopee Liga 1 dan Liga 2 musim ini. Tak hanya itu, surat tersebut juga membahas tentang subsidi.
Dalam surat bernomor 187/LIB-COR/V/2020 yang ditandatangani langsung oleh Cucu Somantri selaku Direktur Utama, LIB meminta PSSI agar tak melanjutkan Shopee Liga 1 dan Liga 2 2020 yang sudah ditangguhkan sejak pertengahan Maret lalu. Sementara terkait subsidi bagi klub-klub peserta, LIB minta dikurangi.
Surat dari LIB kemudian langsung dibalas PSSI sehari setelahnya. Surat bernomor 1098/UDN/135/V-2020 yang ditandatangani oleh Yunus Nusi selaku pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) itu berisakan penolakan apa yang diminta oleh LIB.
"Mengenai kelanjutan pelaksanaan kompetisi Liga 1 dan Liga 2. PSSI tetap berpedoman pada Peraturan Kesehatan dan Status Tanggap Darurat virus corona yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia," demikian bunyi surat PSSI.
Sementara untuk subsidi, PSSI ingin agar LIB membayar sesuai dengan ketentuan dan kesepakatan awal. Adapun sebelumnya untuk klub Liga 1, LIB meminta membayar 67 persen atas kontribusi komersial tahap dua, sedangkan tim Liga 2 dibayar 40 persen.
Dengan begitu, masing-masing klub Liga 1 akan mendapatkan dana sebesar Rp350 juta. Sementara kontestan Liga 2 memperoleh uang Rp100 juta.
Baca halaman berikutnya ya Bolaneters.
Poin-poin surat PSSI kepada LIB

1. Sebagai operator Liga 1 dan Liga 2, sudah menjadi kewajiban dari PT Liga indonesia Baru (LIB) untuk melakukan pembayaran subsidi kepada klub-klub Liga 1 maupun Liga 2, dengan jumlah yang telah disepakati sebelumnya, yaitu masing-masing sebesar Rp 520.000.000 (Lima Ratus Dua Puluh Juta Rupiah), bukan sebesar Rp 350.000.000 (Tiga Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) untuk Liga 1. Dan untuk Liga 2 masing-masing sebesar Rp 250.000.000 (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) untuk termin pembayaran pertama, bukan sebesar Rp 100.000.000- (Seratus Juta Rupiah) seperti yang tertera di dalam surat.
2. Seyogyanya, subsidi yang dibayarkan kepada klub peserta Liga 1 sudah masuk pembayaran termin ketiga dan Liga 2 sudah memasuki pembayaran termin kedua, karena sampai dengan saat ini, kewajiban subsidi kepada PSSI belum pernah dilakukan pembayarannya oleh PT LIB.
3. Adapun pelaporan cash flow baru dilaksanakan pertama kali dilakukan oleh PT LIB, oleh karena itu dengan ini PSSI meminta PT LIB untuk memberikan laporan cash flow sebelumnya kepada para pemegang saham melalui RUPS pertanggungjawaban.
4. Mengenai kelanjutan pelaksanaan kompetisi Liga 1 dan Liga 2. PSSI tetap berpedoman pada Peraturan Kesehatan dan Status Tanggap Darurat Virus Corona yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia.
(Bola.net/Fitri Apriani)
Baca juga artikel-artikel lainnya:
- Mengenang Konser Terakhir Didi Kempot di Kotanya Persik Kediri
- Sosok yang Mengenalkan Sepak Bola Indonesia kepada Aryn Williams
- Cerita Hamka Hamzah Tentang Cap 'Bad Boy' yang Melekat pada Dirinya
- Nick Kuipers Tak Menyesal Tolak Klub Belanda Demi Persib Bandung
- Suket Teki dan Utang Budi Brigata Curva Sud PSS Sleman pada Didi Kempot
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nonton Live Streaming Madura United vs Malut United - BRI Super League
Bola Indonesia 3 Maret 2026, 17:00
LATEST UPDATE
-
Kylian Mbappe Akhirnya Punya SIM, Tertangkap Nyetir Mobil Mini di Paris
Bolatainment 7 Maret 2026, 00:17
-
Prediksi Milan vs Inter 9 Maret 2026
Liga Italia 6 Maret 2026, 23:13
-
Prediksi Genoa vs Roma 9 Maret 2026
Liga Italia 6 Maret 2026, 22:45
-
Manchester United Diam-diam Protes Jadwal Liga Inggris, Ada Masalah Apa?
Liga Inggris 6 Maret 2026, 21:46
-
Prediksi Athletic Club vs Barcelona 8 Maret 2026
Liga Spanyol 6 Maret 2026, 21:36
-
Prediksi Newcastle vs Man City 8 Maret 2026
Liga Inggris 6 Maret 2026, 21:21
-
Prediksi Juventus vs Pisa 8 Maret 2026
Liga Italia 6 Maret 2026, 21:10
-
Tempat Menonton Wolves vs Liverpool: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 6 Maret 2026, 21:00














