Tony Ho Sebut Kerjasama Tim Persebaya Kacau
Editor Bolanet | 24 Desember 2013 19:50
- Kekalahan atas Arema Cronus dengan skor 0-1 menjadi hasil memalukan bagi Persebaya. Apalagi mereka takluk di Stadion AAL Bumimoro, Surabaya. Asisten pelatih Tony Ho mengakui timnya bermasalah dalam hal kerjasama.
Permainan Persebaya memang jauh dari kata baik bahkan cenderung monoton dan keras. Persebaya terlalu mengandalkan Greg Nwokolo. Striker dengan harga Rp 1.6 miliar, Pacho Kenmogne juga sering mati kutu di tangan duet bek tengah Arema, Victor Igbonefo atau Purwaka Yudi.
Banyak yang perlu dibenahi. Kerjasama tim sangat kacau. Apakah mungkin karena semua pemain berpikir untuk libur. Harusnya mereka menuntaskan tanggung jawab dulu, kecam Tony.
Selain lemah di depan, sektor gelandang Persebaya juga kalah kualitas dibanding anak-anak Singo Edan. Keputusan Tony Ho memainkan Ahmad Hisyam Tolle dan Daniel Monchare sebagai gelandang bertahan, bisa dianggap sebagai sebuah blunder.
Sebab, karena dasar kedua pemain ini adalah bek tengah, sehingga keduanya menimbulkan jarak cukup jauh dengan Patrice Nzekou yang berperan sebagai gelandang serang. Belum lagi masalah emosi yang sering lepas kontrol
Berulang kali Hisyam Tolle dan Ari Suprihatna mengasari pemain Arema. Tensi pun memanas dan pertandingan berjalan keras menjurus kasar. Itu manusiawi. Mungkin ini adalah puncak kelelahan karena kita hanya beristirahat sehari, ucap pelatih asal Makassar ini.[initial]
(faw/dzi)
Permainan Persebaya memang jauh dari kata baik bahkan cenderung monoton dan keras. Persebaya terlalu mengandalkan Greg Nwokolo. Striker dengan harga Rp 1.6 miliar, Pacho Kenmogne juga sering mati kutu di tangan duet bek tengah Arema, Victor Igbonefo atau Purwaka Yudi.
Banyak yang perlu dibenahi. Kerjasama tim sangat kacau. Apakah mungkin karena semua pemain berpikir untuk libur. Harusnya mereka menuntaskan tanggung jawab dulu, kecam Tony.
Selain lemah di depan, sektor gelandang Persebaya juga kalah kualitas dibanding anak-anak Singo Edan. Keputusan Tony Ho memainkan Ahmad Hisyam Tolle dan Daniel Monchare sebagai gelandang bertahan, bisa dianggap sebagai sebuah blunder.
Sebab, karena dasar kedua pemain ini adalah bek tengah, sehingga keduanya menimbulkan jarak cukup jauh dengan Patrice Nzekou yang berperan sebagai gelandang serang. Belum lagi masalah emosi yang sering lepas kontrol
Berulang kali Hisyam Tolle dan Ari Suprihatna mengasari pemain Arema. Tensi pun memanas dan pertandingan berjalan keras menjurus kasar. Itu manusiawi. Mungkin ini adalah puncak kelelahan karena kita hanya beristirahat sehari, ucap pelatih asal Makassar ini.[initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Live Streaming BRI Super League: Persebaya vs Persib Bandung Hari Ini
Bola Indonesia 2 Maret 2026, 16:19
LATEST UPDATE
-
Pertarungan Luka Modric vs Nicolo Barella di Lini Tengah
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:23
-
AC Milan Wajib Redam Ancaman Federico Dimarco
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:54
-
Akankah Mike Maignan Kembali Menjadi Penyelamat AC Milan?
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:25
-
Man of the Match Newcastle vs Man City: Omar Marmoush
Liga Inggris 8 Maret 2026, 10:08
-
Derby Milan: Imbang Bukan Pilihan, Rossoneri Wajib Menang
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:53
-
5 Alasan AC Milan Layak Diunggulkan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:27
-
Man of the Match Juventus vs Pisa: Kenan Yildiz
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:13
-
6 Bentrokan Tanpa Kekalahan, Modal AC Milan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:00
-
Unggul FC Datang ke Kanjuruhan, Kirim Dukungan untuk Arema FC
Bola Indonesia 8 Maret 2026, 08:54
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 07:59












