Transisi dan Pressing Ketat: 2 Modal Timnas Indonesia untuk Kalahkan Taiwan di Leg Kedua
Asad Arifin | 10 Oktober 2021 05:55
Bola.net - Timnas Indonesia dinilai punya dua modal bagus untuk mengalahkan Taiwan pada leg kedua play-off Kualifikasi Piala Asia 2023. Walau lini depan belum cukup tajam, Skuad Garuda punya transisi dan pressing yang apik.
Timnas Indonesia sukses membungkam Taiwan dalam leg pertama play-off Kualifikasi Piala Asia 2023 di Stadion Chang Arena, Buriram, Thailand, Kamis (7/10/2021). Tim Garuda menang dengan skor 2-1.
Keunggulan 2-1 di leg pertama itu menjadi modal untuk pertemuan kedua tim yang akan kembali digelar di stadion yang sama, Senin (11/10/2021).
Timnas Indonesia hanya butuh hasil imbang untuk melangkah lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Asia 2023. Namun, pada saat yang sama Tim Garuda juga tak boleh kalah 0-1 dari Taiwan, karena dengan aturan gol tandang, hasil itu akan merugikan Tim Garuda.
Bagaimana performa Timnas Indonesia sebenarnya ketika menghadapi Taiwan dalam leg pertama play-off Kualifikasi Piala Asia 2023 pada Kamis (7/10/2021)? Berikut ulasan dari pengamat sepak bola asal Bandung, Sujana.
Permainan Timnas Indonesia Berubah
Sujana menilai permainan Timnas Indonesia dalam pertandingan tersebut memperlihatkan perubahan positif. Skuad Garuda mampu tampil apik sepanjang pertandingan.
"Kalau saya lihat cara bermain Timnas Indonesia sekarang ada perubahan. Mereka bagus dalam transisi bertahan ke menyerang. Kemudian umpan-umpannya juga bagus," ujar Sujana ketika dihubungi Bola.com, Jumat (8/10/2021).
Sujana memuji keberanian Shin Tae-yong dalam menurunkan pemain muda yang minim pengalaman, seperti Ramai Rumakiek. Keputusan tersebut berbuah positif. Para pemain muda mampu menjawab tantangan dari sang pelatih.
"Kerja sama tim para pemain muda bagus. Saya melihat Shin Tae-yong bukan memilih pemain dengan nama besar, tapi pemain yang punya potensi dan kemauan besar di lapangan," paparnya.
Pressing Ketat dan Pergerakan Cepat yang Bagus
Mantan pemain Persib Bandung ini juga memuji strategi pressing ketat yang diterapkan Shin Tae-yong. Taktik tersebut ternyata ampuh membuat para pemain Taiwan kesulitan dalam mengembangkan permainan.
"Ketika Timnas Indonesia kehilangan bola, selalu ada yang datang mengambil. Satu atau dua pemain langsung menekan pemain lawan. Setiap lini ada yang berani mengambil dan mengalirkan bola," ucapnya.
"Ketika pemain memberikan umpan, rekannya langsung bergerak. Jadi melihat permainannya enak. Ini tidak mudah karena pemain seperti itu harus punya fisik yang bagus," lanjutnya.
Asisten pelatih tim sepak bola Jawa Barat di PON Papua 2021 itu mengatakan kombinasi pemain muda dan senior juga terlihat padu. Dengan kelebihan yang dimiliki Timnas Indonesia dalam pertandingan tersebut, Sujana menyebut hal itu bisa menjadi modal berharga bagi Indonesia ketika menjalani leg kedua.
"Modal bagus bagi Timnas Indonesia. Semoga bisa dipertahankan dalam pertandingan nanti," ujarnya.
Disadur dari Bola.com: Muhammad Faqih/Benediktus Gerendo, 9 Oktober 2021
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
Komentar Wonderkid Madura United Usai Dipanggil Timnas Indonesia U-23
Saatnya Beckham Putra dan Bagus Kahfi Unjuk Kebolehan di Timnas Indonesia U-23
Kualifikasi Piala AFC U-23 2022: Timnas Indonesia U-23 Diharapkan Bisa Lolos
Jelang Leg Kedua Kontra Taiwan, Witan Sulaeman Bergabung, Apa Kabar 3 Pemain yang Cedera?
Sulitnya Mencari 'Killer' di Kotak Penalti untuk Timnas Indonesia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia vs Malaysia 28 September
Tim Nasional 21 September 2026, 13:33
-
Mental Baja Persib Bandung: Tuntaskan 'Raja Terakhir' Bernama Persijap Jepara
Bola Indonesia 21 September 2026, 13:12
-
Opening Ceremony Asian Games 2026: Dewa Ayu dan Daniel Bawa Budaya Bali-Batak Toba
Olahraga Lain-Lain 19 September 2026, 18:05
-
Opening Ceremony Asian Games 2026: Jadwal Live Streaming di Vidio
Olahraga Lain-Lain 19 September 2026, 10:25
LATEST UPDATE
-
Bernardo Silva Mulai Tersisih di Real Madrid, Hanya Main 8 Menit dalam 2 Laga
Liga Spanyol 22 September 2026, 00:06
-
Cole Palmer, Declan Rice, dan Marcus Rashford Absen Bela Timnas Inggris
Piala Eropa 21 September 2026, 23:31
-
Pelatih Malaysia Sebut Indonesia Favorit di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 21 September 2026, 23:08
-
7 Perubahan Besar yang Dilakukan Hansi Flick di Barcelona
Liga Spanyol 21 September 2026, 22:56
-
Italia Kehilangan Federico Dimarco, Roberto Mancini Panggil Bek Aston Villa
Piala Eropa 21 September 2026, 22:21
-
Delegasi FIFA Cek Kesiapan GBK Jelang FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 21 September 2026, 21:58
-
Randal Kolo Muani Jalani Operasi Usai Juventus Kalahkan Atalanta
Liga Italia 21 September 2026, 21:46
-
Erick Thohir Kembali Pastikan Bonus Rp3 Miliar untuk Emas Asian Games 2026
Tim Nasional 21 September 2026, 21:23
-
Levi Colwill Yakin Chelsea Bangkit Usai Jeda Internasional
Liga Inggris 21 September 2026, 21:11
-
Real Madrid Terancam Sanksi Usai Derbi Madrid, Telat 5 Menit dari Jadwal Masuk Lapangan
Liga Spanyol 21 September 2026, 20:22
-
Erling Haaland Cetak Sejarah di Premier League, Lengkapi Korban Golnya
Liga Inggris 21 September 2026, 20:01
-
Benjamin Sesko Cedera, Berapa Laga Man United yang Bisa Dilewatkan?
Liga Inggris 21 September 2026, 19:26
-
Jorge Martin Batal Operasi Usai MotoGP Austria, Ada Risiko Besar yang Ingin Dihindari
Voli 21 September 2026, 19:24
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33


