Turun Lagi ke Jalan, Aremania Kembali Tuntut Pengusutan Tuntas Tragedi Kanjuruhan
Gia Yuda Pradana | 27 Oktober 2022 13:35
Bola.net - Aremania kembali turun ke jalan. Aksi yang dihelat di depan Balai Kota Malang, Kamis (27/10) ini diikuti oleh kurang lebih seribu orang Aremania.
Dalam aksi tersebut, mereka kembali membawa tuntutan untuk mengusut tuntas Tragedi Kanjuruhan, yang menelan lebih dari seratus korban jiwa dan ratusan korban luka-luka tersebut.
Tuntutan ini mereka tuangkan dalam spanduk dan poster yang mereka bawa. Selain poster dan spanduk, mereka juga membawa tiga 'pocong' masing-masing bertuliskan angka, 1,3, dan 5. Tiga angka ini melambangkan jumlah korban tewas Tragedi Kanjuruhan yang mencapai 135 orang.
Massa aksi sempat membacakan sembilan tuntutan mereka di depan gedung Balai Kota. Mereka pun meminta agar Wali Kota Malang, Sutiaji, menemui dan mendukung tuntutan mereka tersebut.
Setelah menunggu beberapa saat, Sutiaji pun datang di Balai Kota dan langsung menemui para pendemo tersebut. Kepada Sutiaji, perwakilan demonstran ini membacakan sembilan poin tuntutan mereka. Perwakilan demonstran ini pun meminta Sutiaji menandatangani lembar tuntutan ini sebagai bentuk dukungan mereka.
Permintaan demonstran pun disambut Sutiaji. Ia pun dengan tegas mengungkapkan dukungannya agar kasus Tragedi Kanjuruhan ini diusut tuntas. Ia pun menyitir semboyan Kota Malang, yatu Malangkucecwara, yang berarti Tuhan menghancurkan yang batil.
"Siapa pun yang membuat kejahatan di Bumi Arema akan dihancurkan oleh Tuhan," seru Sutiaji.
"Kita satu tekad bulat, tidak ada intimidasi dan penyalahgunaan. Kita harus fair karena kita diawasi, bukan oleh mata manusia, tapi oleh Tuhan," sambungnya.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Teruskan Tuntutan

Lebih lanjut, Sutiaji berjanji akan mengawal tuntutan Aremania ini. Ia pun berjanji akan meneruskan tuntutan Aremania tersebut ke pihak-pihak yang dituju.
"Saya akan kirim melalui surel ke pihak-pihak yang dituju. Mohon ada perwakilan. Nanti, bukti email akan saya sampaikan kepada perwakilan," ucap Sutiaji.
"Saya akan tetap bertanda tangan. Selanjutnya, akan kami kirim ke pihak-pihak yang dituju. Kita akan kawal terus sampai keadilan tercapai," ia menandaskan.
Isi Tuntutan

Berikut selengkapnya tuntutan Aremania pada aksi kedua mereka, Kamis (27/10):
1. Menuntut Aparat Kepolisian serta Penegak Hukum yang lain terkait 6 tersangka yang sudah ditetapkan sebagai tahanan dilakukan proses hukum seadil-adilnya. Dan menuntut penambahan pasal 338 bahkan 340 dari yang sebelumnya disangkakan oleh penyidik pasal 359 KUHP.
2. A. Menuntut pertanggung jawaban moral seluruh jajaran PSSI(mundur dari jabatan saat ini). PSSI harus merevisi regulasi keselamatan dan keamanan penyelenggaraan Liga di Indonesia sesuai dengan statuta FIFA. Dan juga merevolusi menyeluruh terhadap sepak bola nasional
B. Menuntut pihak broadcaster Liga untuk mengganti jam pertandingan di malam hari, terutama saat laga riskan.
3. Meminta aparat kepolisian dapat segera menyelidiki, mengadili dan merilis siapa saja eksekutor penembak gas air mata saat tragedi kanjuruhan.
4. Menuntut Transparansi aparat Kepolisian terkait hasil sidang etik Eksekutor penembak gas air mata saat tragedi kanjuruhan, jika terbukti ada pelanggaran maka harus dipidana.
5. A. Menolak rekonstruksi yang dilakukan oleh Polda Jatim yang menyebutkan bahwa tembakan tidak diarahkan ke arah tribun. Karena sesuai bukti video dan foto yang beredar memang benar adanya penembakan gas air mata ke arah tribun. Dan harus dilakukan rekonstruksi ulang sesuai dengan fakta di lapangan.
B. Menuntut BRIN merilis kandungan zat dalam gas air mata yang telah expired yang digunakan dalam tragedi kanjuruhan.
6. Menuntut Manajemen Arema FC harus turut andil mengawal proses Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan, Selaras dengan perjuangan Aremania yang menuntut keadilan.
7. Menuntut Pemerintah bersinergi dengan Komnas HAM dan menetapkan bahwa para tersangka melakukan kejahatan Genosida.
8. Mengutuk segala bentuk intimidasi dari pihak manapun terhadap para saksi dan korban tragedi kanjuruhan.
9. Meminta 3 Kepala Daerah dan DPRD seluruh Malang Raya turut andil mengawal tragedi kanjuruhan bersama Aremania hingga tuntas.
Aremania tidak melindungi siapapun termasuk jika ada Aremania yang terlibat pelanggaran hukum saat kejadian, akan tetapi jika tidak ditemukan fakta hukum atau keterlibatannya, maka Aremania siap mengawal proses pembelaan.
Sehubungan dengan Tragedi Kanjuruhan, maka Aremania dan seluruh elemen suporter di Indonesia mendorong proses perbaikan tata kelola sepak bola Indonesia secara menyeluruh.
Aremania akan terus melakukan aksi jika tuntutan-tuntutan tersebut tidak terpenuhi secara keseluruhan.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Tim Pendampingan Hukum Aremania Menggugat Nilai Penyidikan Tragedi Kanjuruhan Tak Serius
- Tim Hukum Aremania Menggugat Tak Mau Pengusutan Tragedi Kanjuruhan Dikerucutkan ke 6 Tersangka Saja
- Wujud Salam Satu Jiwa, Aremania Blitar Ini Selalu Dampingi Keluarga Korban di Rumah Sakit
- Sempat Jalani Lima Kali Operasi, Bocah Korban Tragedi Kanjuruhan Boleh Pulang dari Rumah Sakit
- Dirut PT LIB Ditahan, Keluarga Pertanyakan Proses Hukum yang Secepat Kilat
- Korban Jiwa ke-135 Tragedi Kanjuruhan Dipastikan Tak Meninggal karena Covid-19
- Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Minta Pihak yang Bertanggung Jawab Tak Cuci Tangan
- Terpukul Tragedi Kanjuruhan, Cristian Gonzales Ziarahi Stadion Kanjuruhan
- Sikap Presiden Madura United Soal KLB PSSI
- Javier Roca Tak Tahu Rencana Adilson Maringa Pulang Kampung Pasca-Tragedi Kanjuruhan
- Iwan Bule Pilih Irit Bicara Usai Diperiksa Polda Jawa Timur Terkait Tragedi Kanjuruhan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Persib Bandung Dekati Layvin Kurzawa, Eks Bek PSG Siap Ramaikan BRI Super League
Bola Indonesia 18 Januari 2026, 21:39
-
Kabar Duka, Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro Tutup Usia
Bola Indonesia 18 Januari 2026, 18:32
-
BRI Super League 2025/2026: Arema FC dan Ian Puleio Resmi Berpisah
Bola Indonesia 16 Januari 2026, 21:44
-
BRI Super League: Persita Tangerang yang Rendah Hati, tapi Ambisius
Bola Indonesia 15 Januari 2026, 19:18
LATEST UPDATE
-
Toprak Razgatlioglu Kunjungi SMK di Jakarta Bareng Yamaha Jelang Debut di MotoGP 2026
Otomotif 20 Januari 2026, 15:29
-
Pemain Timnas Portugal Ini Jadi Pembelian Pertama Michael Carrick di MU?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 15:17
-
Jadwal Liga Champions Inter vs Arsenal: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
Liga Champions 20 Januari 2026, 15:07
-
Battle of WAGs Liga Champions 2025/2026: Inter vs Arsenal
Bolatainment 20 Januari 2026, 15:07
-
Inter Milan Ingin Hapus Kutukan Laga Besar saat Hadapi Arsenal di Liga Champions
Liga Champions 20 Januari 2026, 15:03
-
Christian Chivu Tegaskan Inter Milan Tahu Cara Hadapi Arsenal
Liga Champions 20 Januari 2026, 14:49
-
3 Pemain Arsenal Absen Lawan Inter Milan, Siapa Saja?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 14:40
-
Jadwal Pertandingan Proliga 2026 Pekan Ketiga Putaran I di Bandung, 22-25 Januari 2026
Voli 20 Januari 2026, 14:35
-
Rekor Sempurna Arsenal Jadi Motivasi Hadapi Inter di Liga Champions
Liga Champions 20 Januari 2026, 14:23
-
Inter Milan vs Arsenal: Ketika 'Pedang Italia' Berhadapan dengan 'Perisai Inggris'
Liga Champions 20 Januari 2026, 14:18
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






