Warga Malaysia Disebut Jadi Aktor Pengaturan Skor di Indonesia
Editor Bolanet | 18 Juni 2015 00:51
- Seorang warga negara Malaysia bernama Jawahir Saliman disebut sebagai pengatur skor pada pertandingan-pertandingan sepak bola Indonesia, kata mantan pelatih Persipur Purwodadi, Gunawan.
Jadi satu tim dikondisikan oleh orang Malaysia. Orang Malaysia ini bernama Jawahir Saliman dia terkenal dipanggil Mr Sam. Ini orang yang merusak sepak bola Indonesia, kata Gunawan seperti dilansir Antara.
Menurut mantan pelatih Deltras Sidoarjo tersebut Jawahir sudah profesional dan piawai dalam mengatur hasil pertandingan di tiap kompetisi sepak bola Indonesia. Memang dia sangat piawai sekali untuk mengondisikan kompetisi-kompetisi, setiap pertandingan dia selalu ada, kata Gunawan.
Ia menjelaskan bahwa Jawahir yang biasa dipanggil Mr Sam tersebut merupakan mantan pemain timnas Malaysia. Kalau di-Google dilihat ya, dia tampak orangnya kumisan, dulu katanya mantan pemain nasional Malaysia, kata dia.
Gunawan juga mengakui bahwa dirinya pernah beberapa kali bertemu dengan Jawahir. Pertama kali saat 2013, saya mau pertandingan, ketemu di Solo, kata dia.
Mantan pelatih yang menukangi Persipur Purwodadi sejak 2012 tersebut menjelaskan bahwa permainan' pengaturan skor Jawahir dilakukan secara profesional tanpa meninggalkan bukti.
Mungkin mereka sudah profesional ya, mereka tidak pernah lewat transfer, selalu lewat cash. Ini uangnya langsung 400, dia kasih dulu separuh, selesai diberikan semua. Ini yang dialami Divisi Utama, jadi dia tidak pernah bermain transfer, kata Gunawan. (ant/dzi)
Jadi satu tim dikondisikan oleh orang Malaysia. Orang Malaysia ini bernama Jawahir Saliman dia terkenal dipanggil Mr Sam. Ini orang yang merusak sepak bola Indonesia, kata Gunawan seperti dilansir Antara.
Menurut mantan pelatih Deltras Sidoarjo tersebut Jawahir sudah profesional dan piawai dalam mengatur hasil pertandingan di tiap kompetisi sepak bola Indonesia. Memang dia sangat piawai sekali untuk mengondisikan kompetisi-kompetisi, setiap pertandingan dia selalu ada, kata Gunawan.
Ia menjelaskan bahwa Jawahir yang biasa dipanggil Mr Sam tersebut merupakan mantan pemain timnas Malaysia. Kalau di-Google dilihat ya, dia tampak orangnya kumisan, dulu katanya mantan pemain nasional Malaysia, kata dia.
Gunawan juga mengakui bahwa dirinya pernah beberapa kali bertemu dengan Jawahir. Pertama kali saat 2013, saya mau pertandingan, ketemu di Solo, kata dia.
Mantan pelatih yang menukangi Persipur Purwodadi sejak 2012 tersebut menjelaskan bahwa permainan' pengaturan skor Jawahir dilakukan secara profesional tanpa meninggalkan bukti.
Mungkin mereka sudah profesional ya, mereka tidak pernah lewat transfer, selalu lewat cash. Ini uangnya langsung 400, dia kasih dulu separuh, selesai diberikan semua. Ini yang dialami Divisi Utama, jadi dia tidak pernah bermain transfer, kata Gunawan. (ant/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Omzet Judi Olahraga Meroket, Kasus Match Fixing Dicurigai Melonjak
Bolatainment 5 Maret 2022, 14:41
-
45 Pemain Laos Kena Sanksi Larangan Bermain Seumur Hidup Karena Match Fixing
Tim Nasional 12 Januari 2022, 14:36
-
PSSI: Pelaku Pengaturan Skor Siap-siap Kariernya Habis
Bola Indonesia 29 Oktober 2021, 08:56
-
La Liga Diguncang Pengaturan Skor, Dua Eks Pemain Divonis Bersalah
Liga Spanyol 25 April 2020, 04:55
-
Skandal Pengaturan Skor La Liga, Eks Pemain Real Madrid Ditangkap
Liga Spanyol 29 Mei 2019, 08:33
LATEST UPDATE
-
Ayah Alexis Mac Allister Tegaskan Tidak Ada Kontak dari Real Madrid
Liga Inggris 4 Juni 2026, 14:54
-
Manchester United Lakukan Perombakan Besar, 4 Pemain Tinggalkan Klub
Liga Inggris 4 Juni 2026, 14:24
-
Penyerang Rp939 Miliar Milik Juventus Masuk Radar Nottingham Forest
Liga Italia 4 Juni 2026, 14:21
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47










