3-4-2-1 Chelsea: Punya Raphinha dan Sterling, Tapi Siapa Penyerang Tengahnya?
Asad Arifin | 29 Juni 2022 12:57
Bola.net - Chelsea mulai menunjukkan tajinya di bursa transfer. Saat ini, The Blues tengah mengupayakan kedatangan dua pemain yang berposisi sebagai winger yakni Raheem Sterling dan Raphinha.
Pada kasus Raphinha, Chelsea membuat manuver penting di tengah upaya Arsenal melakukan negosiasi dengan Leeds United. Chelsea menyodorkan dana hingga 65 juta euro (termasuk bonus) kepada Leeds untuk Raphinha.
Leeds menerima tawaran Chelsea. Kini, Chelsea melakukan negosiasi dengan Deco, agen Raphinha, untuk mencapai kesepakatan personal. Chelsea punya peluang sangat besar untuk transfer Raphinha.
Sementara, pada kasus Sterling, kubu Man City siap melepasnya. Thomas Tuchel sangat tertarik pada Sterling dan meminta Chelsea membelinya. The Blues mengajukan tawaran 40 juta euro untuk transfer Sterling.
Nah, jika Sterling dan Raphinha datang, bagaimana komposisi lini depan The Blues musim depan? Yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
3-4-2-1, Jadi Wingback?

Thomas Tuchel sering memakai formasi 3-4-2-1 di Chelsea pada musim 2021/2022 lalu. Formasi yang sama diyakini masih akan dipakai pada musim depan. Apakah Sterling dan Raphinha bisa masuk pada skema itu?
Tentu saja. Raphinha dan Sterling bisa jadi dua pemain di belakang penyerang. Tapi, Tuchel punya Mason Mount yang bermain konsisten yang harus diwadahi potensinya.
Lantas, apakah Raphinha atau Sterling akan menjadi wingback seperti Pulisic dan Hudson-Odoi? Atribut bertahan Raphinha dan Sterling tidak begitu bagus. Mereka punya kemampuan spesial di lini depan dan akan tampak aneh jika menjadi wingback.
Masih Andalkan Timo Werner?

Raphinha dan Sterling bisa jadi pemain kunci di lini serang, baik pada formasi 3-4-2-1 atau 4-3-3. Mereka bisa memainkan peran sebagai winger kanan dan kiri.
Lantas, siapa yang menjadi penyerang tengah Chelsea?
Romelu Lukaku akan pindah ke Inter Milan dengan status pinjaman. Jadi, saat ini Chelsea hanya punya satu penyerang murni yakni Timo Werner. Tapi, dia bukan penyerang bertipe target man.
Performa Werner juga tidak begitu meyakinkan pada dua musimnya di Chelsea. Tapi, dengan bantuan Raphinha dan Sterling, Werner mungkin bisa mencapai performa terbaik seperti saat membela RB Leipzig.
Bagaimana dengan Kai Havertz?

Selain Werner, Tuchel masih punya Kai Havertz yang bisa memainkan peran penyerang. Havertz bukan penyerang tengah murni. Dia juga berbeda dengan Werner. Tapi, Havertz bisa bermain di lini depan.
Havertz bisa memainkan peran 'false nine'. Pada musim 2021/2022 lalu, pemain 23 tahun itu mencetak delapan gol dari 29 laga di Premier League.
Masalah Havertz adalah konsistensi. Dia bisa tampil sangat bagus dan jadi pemain yang menentukan. Tapi, pemain asal Jerman juga bisa tampil di bawah standar dan gagal memberi solusi bagi The Blues.
Sterling Jadi 'False 9'

Seperti yang sudah dibahas di awal, Chelsea punya Mason Mount yang bisa bermain untuk peran di belakang penyerang. Nah, ini bisa memberi opsi lain di lini depan dengan Sterling dan Raphinha.
Tuchel bisa tetap memainkan Mount dan Raphinha menemaninya. Raphinha akan menggantikan peran Pulisic.
Sementara, Sterling bermain untuk peran penyerang. Di Man City, Sterling beberapa kali bermain sebagai penyerang atau tepatnya sebagai 'false 9'. Lima musim terakhir, Sterling selalu mencetak 10 gol atau lebih di Premier League.
Sumber: Bola
Klasemen Premier League
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mau Sandro Tonali, MU Siap-siap Kere Mendadak!
Liga Inggris 8 Maret 2026, 06:20
-
Barcelona Bekuk Athletic Bilbao dalam Kondisi Kelelahan Berat!
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:49
-
Menang dan Clean Sheet Lawan Athletic Bilbao, Bos Barcelona Full Senyum!
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:38
-
Hasil Juventus vs Pisa: Pesta Gol Bianconeri di Allianz Stadium
Liga Italia 8 Maret 2026, 05:23
LATEST UPDATE
-
Pertarungan Luka Modric vs Nicolo Barella di Lini Tengah
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:23
-
AC Milan Wajib Redam Ancaman Federico Dimarco
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:54
-
Akankah Mike Maignan Kembali Menjadi Penyelamat AC Milan?
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:25
-
Man of the Match Newcastle vs Man City: Omar Marmoush
Liga Inggris 8 Maret 2026, 10:08
-
Derby Milan: Imbang Bukan Pilihan, Rossoneri Wajib Menang
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:53
-
5 Alasan AC Milan Layak Diunggulkan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:27
-
Man of the Match Juventus vs Pisa: Kenan Yildiz
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:13
-
6 Bentrokan Tanpa Kekalahan, Modal AC Milan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:00
-
Unggul FC Datang ke Kanjuruhan, Kirim Dukungan untuk Arema FC
Bola Indonesia 8 Maret 2026, 08:54
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 07:59










