4 PR Besar Andoni Iraola di Liverpool: Hidupkan Kembali Sepak Bola 'Heavy Metal' Khas The Reds

Ari Prayoga | 5 Juni 2026 13:10
4 PR Besar Andoni Iraola di Liverpool: Hidupkan Kembali Sepak Bola 'Heavy Metal' Khas The Reds
Andoni Iraola berpose di Anfield usai diperkenalkan sebagai manajer baru Liverpool (c) Liverpool FC Official

Bola.net - Liverpool akhirnya mengakhiri pencarian pelatih baru setelah menunjuk Andoni Iraola sebagai manajer untuk menggantikan Arne Slot. Keputusan ini menjadi salah satu langkah penting klub dalam memulai era baru setelah musim yang mengecewakan di Premier League.

Pelatih asal Spanyol berusia 43 tahun tersebut datang ke Anfield dengan reputasi yang terus menanjak. Bersama Bournemouth, Iraola berhasil membawa klub itu berkembang dari musim ke musim hingga mencatat sejarah dengan lolos ke Liga Europa untuk pertama kalinya.

Advertisement

Namun, tantangan yang menantinya di Liverpool jauh lebih besar. Ekspektasi tinggi selalu menyelimuti The Reds, terlebih setelah mereka hanya mampu finis di posisi kelima musim lalu.

Meski mewarisi skuad bertabur bintang, Iraola tetap memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan jika ingin membawa Liverpool kembali bersaing di papan atas.

Berikut PR Iraola di Liverpool selengkapnya.

1 dari 5 halaman

1. Menghidupkan Kembali Identitas Liverpool Lewat Pressing Intens

1. Menghidupkan Kembali Identitas Liverpool Lewat Pressing Intens

Skuad Liverpool dalam laga kontra Brentford di Liga Inggris, Minggu (24/5/2026). (c) Dok. Liverpool FC

Salah satu alasan utama Liverpool memilih Iraola adalah gaya bermain agresif yang selama ini menjadi ciri khasnya. Saat menangani Bournemouth, ia dikenal sebagai pelatih yang mengandalkan tekanan tinggi dan intensitas permainan tanpa bola.

Pendekatan tersebut dinilai lebih dekat dengan filosofi yang pernah diterapkan Jurgen Klopp dibandingkan sistem yang digunakan Arne Slot musim lalu. Liverpool dianggap kehilangan identitasnya karena permainan yang terlalu mudah ditebak dan kurang agresif saat menekan lawan.

Musim lalu, The Reds beberapa kali kalah dalam duel intensitas dan jarak tempuh pemain di Premier League. Karena itu, Iraola dituntut mengembalikan energi serta semangat kompetitif tim secepat mungkin.

Meski sejumlah pemain yang pernah bekerja di bawah Klopp mungkin tidak akan kesulitan beradaptasi, beberapa rekrutan baru diperkirakan membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan fisik yang lebih tinggi.

2 dari 5 halaman

2. Membenahi Lini Belakang yang Rapuh

2. Membenahi Lini Belakang yang Rapuh

Virgil van Dijk dalam laga Brighton vs Liverpool di Premier League 2025/2026, Sabtu (21/3/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Selain persoalan identitas permainan, sektor pertahanan menjadi masalah besar yang harus segera diatasi. Liverpool tampil kurang meyakinkan di area belakang sepanjang musim lalu, bahkan semakin kehilangan stabilitas setelah kepergian Ibrahima Konaté.

Memang, gaya bermain Iraola dikenal cukup berisiko karena menuntut garis pertahanan yang berani bermain tinggi. Bournemouth sendiri tidak selalu memiliki catatan defensif yang sempurna selama berada di bawah asuhannya.

Namun, ketika memiliki komposisi pemain belakang yang ideal, tim asuhan Iraola mampu menunjukkan organisasi pertahanan yang solid. Hal tersebut terlihat saat Bournemouth masih diperkuat Dean Huijsen, Illia Zabarnyi, dan Milos Kerkez.

Di Liverpool, Iraola harus menemukan keseimbangan antara permainan menyerang yang atraktif dan pertahanan yang kokoh. Jika gagal mencapai titik keseimbangan itu, The Reds berpotensi kembali mengalami masalah yang sama seperti musim lalu.

3 dari 5 halaman

3. Mengeluarkan Potensi Maksimal Rekrutan Mahal

3. Mengeluarkan Potensi Maksimal Rekrutan Mahal

Aksi Florian Wirtz dalam laga Liverpool vs Crystal Palace di Premier League 2025/2026, Sabtu (25/4/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Salah satu kritik terbesar terhadap era Arne Slot adalah minimnya kontribusi sejumlah pemain yang didatangkan dengan biaya besar pada bursa transfer musim panas sebelumnya.

Nama-nama seperti Florian Wirtz, Alexander Isak, Jeremie Frimpong, hingga Milos Kerkez belum mampu menunjukkan performa terbaik secara konsisten. Dari deretan pemain baru tersebut, hanya Hugo Ekitiké yang dianggap cukup memenuhi ekspektasi sebelum akhirnya mengalami cedera panjang.

Situasi ini membuat Iraola memiliki tugas penting untuk mengoptimalkan para pemain yang selama ini belum tampil maksimal.

Alexander Isak menjadi salah satu perhatian utama. Penyerang asal Swedia itu hanya mampu mencetak empat gol dalam 22 pertandingan musim lalu, catatan yang jauh dari harapan. Iraola diharapkan mampu mengembalikan ketajamannya seperti yang pernah ia lakukan terhadap beberapa penyerang saat menangani Bournemouth.

Sementara itu, Florian Wirtz berpotensi menjadi pemain yang paling diuntungkan dari sistem 4-2-3-1 favorit Iraola. Gelandang kreatif asal Jerman tersebut kemungkinan akan mendapat kebebasan bermain di posisi nomor 10 yang menjadi peran terbaiknya.

Kerkez juga diyakini lebih mudah beradaptasi karena sudah memahami metode kerja Iraola sejak keduanya bekerja sama di Bournemouth. Sedangkan Frimpong membutuhkan kejelasan peran setelah beberapa kali terlihat kesulitan saat dimainkan sebagai bek kanan maupun winger.

4 dari 5 halaman

4. Mendorong Klub Lebih Aktif di Bursa Transfer

4. Mendorong Klub Lebih Aktif di Bursa Transfer

Andoni Iraola saat mengunjungi markas latihan Liverpool (c) Liverpool FC Official

Meski belum diketahui seberapa besar pengaruh Iraola terhadap kebijakan transfer Liverpool, hubungan dekatnya dengan direktur olahraga Richard Hughes bisa menjadi keuntungan tersendiri.

Keduanya pernah bekerja sama di Bournemouth sehingga sudah memahami kebutuhan masing-masing. Situasi ini diharapkan mempercepat proses pembangunan skuad sesuai filosofi permainan sang pelatih.

Liverpool kehilangan beberapa pemain penting dalam waktu bersamaan. Selain Konaté, klub juga harus berpisah dengan Andy Robertson dan Mohamed Salah yang hengkang setelah kontraknya berakhir.

Akibatnya, kebutuhan untuk memperkuat skuad menjadi semakin mendesak. Lini pertahanan membutuhkan tambahan bek tengah berkualitas, sementara sektor bek sayap juga masih memerlukan kedalaman yang lebih baik.

Di lini tengah, Liverpool membutuhkan gelandang bertahan yang mampu mengurangi beban Ryan Gravenberch. Sementara di lini depan, opsi pemain sayap dan penyerang tambahan juga menjadi prioritas, terutama karena Ekitiké diperkirakan masih harus menjalani masa pemulihan cedera dalam jangka panjang.

Bursa transfer musim panas diperkirakan akan menjadi periode yang sangat sibuk bagi Liverpool. Dalam situasi tersebut, Iraola harus memainkan peran penting dalam menentukan arah pembangunan skuad agar The Reds bisa kembali menjadi penantang serius gelar juara musim depan.

Sumber: Sports Illustrated

LATEST UPDATE