5 Faktor yang Membuat Man United-nya Carrick Belum Terkalahkan
Richard Andreas | 25 Februari 2026 16:15
Bola.net - Kemenangan tipis 1-0 atas Everton pada Selasa 24 Februari 2026 menjadi lanjutan dari laju positif Manchester United sejak Michael Carrick mengambil alih kursi pelatih interim. Hasil itu membuat Setan Merah mencatatkan lima kemenangan dan satu hasil imbang dari enam laga terakhir.
Dalam periode tersebut, United bukan hanya meraih poin penting, tetapi juga menumbangkan lawan-lawan besar seperti Manchester City dan Arsenal. Sebuah pencapaian yang terasa kontras dibanding era pelatih sebelumnya, ketika performa tim kerap naik-turun dan kehilangan arah.
Secara perlahan, United terlihat kembali sebagai tim yang sulit dikalahkan. Bukan dengan dominasi mutlak atau penguasaan bola ekstrem, melainkan melalui pendekatan yang lebih efisien, rapi, dan realistis.
Carrick datang tanpa gembar-gembor revolusi besar. Namun justru pendekatan sederhana itulah yang menghadirkan stabilitas, baik dari sisi taktik maupun suasana ruang ganti.
Enam pertandingan memang bukan sampel panjang, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa laju tak terkalahkan ini lahir dari fondasi yang jelas. Ada beberapa faktor utama yang menjelaskan mengapa Manchester United versi Carrick mampu menjaga konsistensi hasil.
1. Struktur Pertahanan Lebih Solid

Salah satu perubahan paling terasa sejak Carrick mengambil alih adalah perbaikan signifikan di lini belakang.
MU mampu menjaga clean sheet dalam tiga dari lima pertandingan terakhir, sesuatu yang jarang terlihat di era sebelumnya. Para pemain bertahan kini lebih kompak dalam menjaga blok pertahanan dan saling membantu dalam situasi tanpa bola, mengurangi eksposur terhadap peluang lawan.
Analisis taktik menunjukkan bahwa switching dari sistem yang terlalu kompleks ke bentuk pertahanan yang lebih terorganisir membantu tim menghemat tenaga dan fokus pada solidaritas lini belakang.
2. Taktik yang Sederhana tetapi Efektif

Berbeda dari periode Ruben Amorim yang dikenal dengan pendekatan taktik rumit dan formasi tiga bek yang dinilai kurang cocok, Carrick membawa pendekatan yang lebih sederhana dan pragmatis.
Formasi 4-2-3-1 dipaksimalkan dengan penekanan pada keseimbangan antara pertahanan dan serangan, serta kesabaran dalam membangun serangan.
Filosofi ini terlihat efektif khususnya melawan lawan yang taktisnya ketat, dimana MU mampu menunggu momen yang tepat untuk melakukan serangan balik tanpa terburu-buru.
3. Peran Gelandang Tengah yang Konsisten

Kekuatan di lini tengah menjadi fondasi lain yang membantu MU belum terkalahkan. Carrick memberikan kebebasan serta peran stabil kepada gelandang seperti Casemiro dan Kobbie Mainoo, yang saling melengkapi satu sama lain di area tengah.
Kombinasi mereka tidak hanya membantu pertahanan dari balik bola, tetapi juga memicu serangan tim melalui distribusi bola yang cepat dan tepat.
Perubahan posisi serta peran mereka terbukti memperkuat kontrol permainan saat MU kehilangan bola dan saat membangun serangan.
4. Ancaman Serangan Balik dan Penggunaan Pemain Cadangan
Sejak Carrick hadir, MU tampil lebih mematikan dalam serangan balik. Kemenangan atas Manchester City dan Everton misalnya, datang melalui transisi cepat yang dimulai dari pertahanan dan menyerang dengan kecepatan tinggi.
Benjamin Sesko menjadi simbol perubahan ini; sebagai pemain cadangan, ia kerap masuk pada momen tepat dan menghasilkan gol penentu, termasuk gol tunggal kemenangan kontra Everton.
Efektivitas serangan dari bangku cadangan ini menjadi faktor kunci dalam menghasilkan hasil positif.
5. Spirit Tim dan Kepercayaan Diri yang Meningkat
Tak hanya taktik di lapangan, aspek psikologis juga memainkan peran penting. Sejak Carrick, para pemain tampil lebih percaya diri dan terkoordinasi.
Banyak pengamat melihat perubahan mentalitas tim dari periode di bawah pelatih sebelumnya, dengan pemain lebih kompak dan berani dalam mengambil inisiatif di situasi krusial.
Mentalitas ini terbukti saat MU bertahan menghadapi tekanan lawan besar dan mampu mengunci kemenangan meskipun dalam laga yang ketat.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Faktor yang Membuat Man United-nya Carrick Belum Terkalahkan
Liga Inggris 25 Februari 2026, 16:15
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
LATEST UPDATE
-
Pujian Senne Lammens untuk Michael Carrick: Pertahanan MU Jadi Solid!
Liga Inggris 25 Februari 2026, 19:19
-
Dulu Dibuang Milan, Sekarang Jadi Jagoan UCL: Kisah Jens Petter Hauge
Liga Champions 25 Februari 2026, 18:43
-
Masa Depan Bruno Fernandes Ditentukan Tiket Liga Champions
Liga Inggris 25 Februari 2026, 18:13
-
Dua Singa di Lini Serang Timnas Norwegia: Sorloth dan Haaland!
Piala Dunia 25 Februari 2026, 17:47
-
Live Streaming Atalanta vs Dortmund - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 25 Februari 2026, 17:45
-
Ricuh Kartel, Presiden FIFA Jamin Meksiko Aman Jadi Tuan Rumah Piala Dunia
Piala Dunia 25 Februari 2026, 17:17
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di MOJI, 25-26 Februari 2026
Liga Champions 25 Februari 2026, 17:17
-
5 Faktor yang Membuat Man United-nya Carrick Belum Terkalahkan
Liga Inggris 25 Februari 2026, 16:15
-
Tak Lagi Percaya Di Gregorio, Juventus Intip Peluang Gaet Alisson dari Liverpool
Liga Italia 25 Februari 2026, 15:23
-
Jelang Juventus vs Galatasaray, Di Gregorio Dapat Ancaman Serius Dari Juventini
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:56
-
Juventus vs Galatasaray: Tertinggal 2-5, Del Piero Ragu Bianconeri Bisa Lewati Cimbom?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:35
-
Tempat Menonton PSG vs Monaco: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:31
-
Tempat Menonton Juventus vs Galatasaray: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:21
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58


