5 Pelajaran dari Comeback Manchester City atas Southampton di Semifinal FA Cup
Aga Deta | 26 April 2026 03:11
Bola.net - Manchester City menunjukkan karakter kuat saat membalikkan keadaan melawan Southampton di semifinal FA Cup. Kemenangan ini memastikan langkah mereka ke partai final setelah duel ketat.
Southampton sempat unggul lebih dulu lewat gol indah Finn Azaz di babak kedua. Namun City merespons cepat melalui Jeremy Doku dan Nico Gonzalez.
Pertandingan di Wembley berlangsung dengan dominasi penguasaan bola dari Manchester City. Meski begitu, Southampton tampil disiplin dan mampu menahan tekanan cukup lama.
Perubahan tempo di babak kedua menjadi titik balik bagi tim asuhan Pep Guardiola. Intensitas serangan yang meningkat akhirnya membuahkan hasil.
Dari laga ini, ada sejumlah pelajaran penting yang bisa diambil. Berikut lima hal utama dari kemenangan dramatis Manchester City.
1. Kualitas Taktik Eckert Mulai Terlihat

Pada awal musim, nama Tonda Eckert belum banyak dikenal oleh penggemar sepak bola. Pelatih berusia 33 tahun itu awalnya datang untuk menangani tim U-21 Southampton.
Namun situasi berubah cepat setelah ia mendapat kesempatan di tim utama. Ia mengisi kekosongan setelah pemecatan Will Still dan langsung memberi dampak besar pada performa tim.
Meski sebelumnya kurang dikenal, Eckert memiliki pengalaman melatih di berbagai klub. Ia pernah menimba ilmu di sistem Red Bull, Bayern Munich, Barnsley, dan Genoa.
Kemampuan taktiknya mulai mendapat sorotan setelah Southampton menang 2-1 atas Arsenal di perempat final. Hal serupa juga terlihat di Wembley saat timnya mampu membatasi peluang Manchester City dengan sangat baik.
2. Foden Kembali Kurang Maksimal

Phil Foden kembali gagal menunjukkan performa terbaiknya dalam pertandingan ini. Ia masih berusaha menarik perhatian Thomas Tuchel demi kembali ke skuad tim nasional Inggris.
Persaingan di klub juga semakin ketat setelah kedatangan Rayan Cherki. Situasi ini membuat peran Foden di Manchester City mulai terpinggirkan.
Saat mendapat kesempatan tampil sebagai starter di Wembley, ia tidak mampu memberikan dampak signifikan. Pertahanan rapat Southampton membuat ruang geraknya sangat terbatas.
Tekanan dari pemain seperti Jander dan Cameron Bragg semakin menyulitkannya sepanjang laga. Foden akhirnya ditarik keluar pada menit ke-58 dan peluangnya menuju Piala Dunia semakin menipis.
3. Manchester City Diuji oleh Strategi Bertahan Lawan

Southampton datang dengan rencana permainan yang jelas dalam pertandingan ini. Mereka sadar Manchester City akan mendominasi penguasaan bola sejak awal laga.
Strategi yang digunakan mirip dengan saat menghadapi Arsenal di perempat final. Mereka bermain bertahan, tetap terorganisir, dan mengandalkan serangan balik.
Meski kehilangan beberapa pemain kunci seperti Ryan Manning, Flynn Downes, dan Jack Stephens, performa tim tetap solid. Absennya pemain utama tidak terlalu terlihat dalam jalannya pertandingan.
Wellington tampil baik di sisi kiri pertahanan dalam duel satu lawan satu. Sementara Nathan Wood dan Jander menunjukkan kontribusi besar dalam menjaga keseimbangan tim.
4. Momentum Cepat Mengubah Segalanya

Manchester City mendominasi jalannya pertandingan sepanjang babak pertama. Namun momen kejutan datang dari Finn Azaz yang mengubah suasana laga.
Gol tersebut berawal dari kerja keras Jander yang merebut bola di lini tengah. Azaz kemudian berputar dan melepaskan tembakan melengkung yang tidak mampu dihentikan James Trafford.
Gol itu membuat sebagian besar penonton di Wembley bersorak. Southampton sempat berada di atas angin setelah keunggulan tersebut.
Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Hanya tiga menit berselang, tembakan Jeremy Doku mengenai James Bree dan berbelok masuk ke gawang.
5. Gol Roket Gonzalez Jadi Penentu

Southampton tampil disiplin dengan bertahan dalam dan menyerap tekanan sepanjang laga. Mereka mampu meredam serangan Manchester City dalam banyak momen.
Situasi tampak terkendali ketika gelandang bertahan Nico Gonzalez membawa bola ke depan. Pada awalnya, ancaman tersebut tidak terlihat berbahaya bagi lini pertahanan lawan.
Namun Gonzalez melepaskan tembakan keras yang meluncur ke sudut atas gawang. Kiper Daniel Peretz tidak memiliki peluang untuk menghentikan bola tersebut.
Gol itu menjadi penentu kemenangan dalam pertandingan semifinal ini. Tembakan spektakuler tersebut layak menjadi momen yang memastikan hasil akhir laga.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Danny Welbeck Diminta Tolak Chelsea dan Kembali ke Manchester United
Liga Inggris 29 Juli 2026, 09:10
-
Di Tengah Rumor Real Madrid, Rodri Jalani Operasi Punggung
Liga Inggris 29 Juli 2026, 07:04
-
Juventus Resmi Lepas Lois Openda ke Lyon dengan Status Pinjaman
Liga Eropa Lain 29 Juli 2026, 05:42
-
Resmi! Josko Gvardiol Perpanjang Kontrak di Manchester City hingga 2031
Liga Inggris 29 Juli 2026, 05:13
LATEST UPDATE
-
Ruben Amorim Buka-bukaan soal Kegagalannya di Manchester United
Liga Italia 29 Juli 2026, 10:10
-
UEFA Pertimbangkan Boikot Piala Dunia karena Rencana Investasi FIFA
Piala Dunia 29 Juli 2026, 09:40
-
Danny Welbeck Diminta Tolak Chelsea dan Kembali ke Manchester United
Liga Inggris 29 Juli 2026, 09:10
-
Marc Cucurella Tepati Janji Bikin Tato Wajah Luis de la Fuente
Piala Dunia 29 Juli 2026, 07:51
-
Di Tengah Rumor Real Madrid, Rodri Jalani Operasi Punggung
Liga Inggris 29 Juli 2026, 07:04
-
Juventus Resmi Lepas Lois Openda ke Lyon dengan Status Pinjaman
Liga Eropa Lain 29 Juli 2026, 05:42
-
Resmi! Josko Gvardiol Perpanjang Kontrak di Manchester City hingga 2031
Liga Inggris 29 Juli 2026, 05:13
-
Real Madrid Bungkam Leganes 4-1, Tim Racikan Mourinho Kian Menjanjikan
Liga Spanyol 29 Juli 2026, 04:21
-
Jadon Sancho yang Terkatung-katung di Bursa Transfer
Liga Inggris 29 Juli 2026, 00:19
-
Prediksi Piala Presiden 2026: Port FC vs Persija 29 Juli 2026
Bola Indonesia 28 Juli 2026, 23:53









