5 Pelajaran dari Liverpool vs Chelsea: Gravenberch Bersinar, VAR Kontroversial, hingga Suporter Anfield Mengamuk

Asad Arifin | 9 Mei 2026 22:32
5 Pelajaran dari Liverpool vs Chelsea: Gravenberch Bersinar, VAR Kontroversial, hingga Suporter Anfield Mengamuk
Selebrasi para pemain Liverpool FC usai mencetak gol dalam laga Premier League melawan Chelsea, Sabtu (9/5/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Bola.net - Liverpool gagal mengamankan kemenangan saat menjamu Chelsea pada pekan ke-36 Premier League 2025/2026. Duel yang digelar di Anfield, Sabtu (9/5) malam WIB, berakhir dengan skor imbang 1-1.

The Reds sebenarnya memulai pertandingan dengan sangat menjanjikan lewat gol cepat Ryan Gravenberch. Namun, Chelsea mampu bangkit dan memaksa laga berakhir tanpa pemenang melalui gol Enzo Fernandez.

Advertisement

Pertandingan ini bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga menghadirkan banyak cerita menarik sepanjang 90 menit. Mulai dari performa individu, kontroversi VAR, hingga reaksi keras suporter Liverpool terhadap keputusan Arne Slot.

Hasil imbang ini membuat kedua tim sama-sama berada dalam tekanan menjelang akhir musim. Liverpool mulai kehilangan konsistensi, sementara Chelsea masih kesulitan memperbaiki posisi di klasemen.

1 dari 6 halaman

1. Ryan Gravenberch Kembali Tunjukkan Kualitas Besarnya

1. Ryan Gravenberch Kembali Tunjukkan Kualitas Besarnya

Selebrasi Ryan Gravenberch dalam laga Liga Inggris antara Liverpool vs Wolverhampton, Sabtu (27/12/2025). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Liverpool hanya membutuhkan lima menit untuk membuka keunggulan di Anfield. Gol itu lahir dari aksi Ryan Gravenberch yang melepaskan sepakan melengkung indah dari tepi kotak penalti.

Situasi gol bermula dari tendangan bebas Dominik Szoboszlai yang diblok pertahanan Chelsea. Bola liar kemudian jatuh ke kaki Gravenberch yang tanpa ragu langsung mengarahkan tembakan ke pojok gawang Filip Jorgensen.

Gol tersebut menjadi bukti perkembangan penting Gravenberch musim ini. Gelandang asal Belanda itu semakin nyaman memainkan peran sentral dalam skema permainan Liverpool.

2 dari 6 halaman

2. Enzo Fernandez Jadi Jantung Kebangkitan Chelsea

2. Enzo Fernandez Jadi Jantung Kebangkitan Chelsea

Gelandang Chelsea, Enzo Fernandez merayakan gol pertama timnya bersama Wesley Fofana dalam laga Premier League melawan Liverpool, Sabtu (9/5/2026). (c) Peter Byrne/PA via AP

Chelsea tampil lebih hidup setelah tertinggal lebih dulu. Sosok paling berpengaruh dalam kebangkitan The Blues adalah Enzo Fernandez yang tampil dominan di lini tengah.

Gol penyeimbang Chelsea lahir dari situasi bola mati yang dilepaskan Enzo Fernandez. Bola sempat memicu perdebatan karena diduga mengenai Wesley Fofana sebelum masuk ke gawang Liverpool.

Terlepas dari kontroversi tersebut, Enzo memang tampil sebagai motor permainan Chelsea. Ia mampu mengatur ritme, menjaga distribusi bola, sekaligus memberi ancaman nyata ke pertahanan Liverpool.

3 dari 6 halaman

3. VAR Kembali Jadi Sorotan Utama

3. VAR Kembali Jadi Sorotan Utama

Pemain Chelsea FC Marc Cucurella (kiri) berebut bola dengan bek Liverpool FC Ibrahima Konate dalam laga Premier League, Sabtu (9/5/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Chelsea sempat merasa berhasil membalikkan keadaan pada awal babak kedua. Cole Palmer mencetak gol mudah setelah memanfaatkan bola muntah hasil kemelut di depan gawang Liverpool.

Namun, VAR kemudian membatalkan gol tersebut karena Marc Cucurella dinilai berada dalam posisi offside saat menerima umpan awal. Teknologi semi-otomatis menunjukkan bahu Cucurella sedikit melewati garis pertahanan terakhir.

Keputusan itu memicu perdebatan karena jarak offside sangat tipis. Meski demikian, VAR kembali menunjukkan pengaruh besarnya dalam menentukan hasil pertandingan Premier League musim ini.

4 dari 6 halaman

4. Suporter Liverpool Mulai Kehilangan Kesabaran

4. Suporter Liverpool Mulai Kehilangan Kesabaran

Mohamed Salah dalam laga Liverpool vs Crystal Palace di Premier League 2025/2026, Sabtu (25/4/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Atmosfer Anfield berubah panas ketika Arne Slot menarik keluar Rio Ngumoha pada menit ke-67. Keputusan itu langsung disambut sorakan kekecewaan dari tribune The Kop.

Ngumoha menjadi salah satu pemain paling aktif dalam serangan Liverpool sepanjang pertandingan. Banyak suporter merasa Cody Gakpo lebih layak diganti dibanding pemain muda tersebut.

Reaksi keras itu memperlihatkan mulai munculnya kegelisahan di kalangan fans Liverpool. Tekanan terhadap Arne Slot perlahan meningkat setelah performa tim mulai menurun pada fase akhir musim.

5 dari 6 halaman

5. Liverpool dan Chelsea Sama-Sama Ada di Persimpangan

Hasil imbang di Anfield memperlihatkan bahwa Liverpool dan Chelsea sedang menghadapi situasi yang tidak ideal. Kedua tim sama-sama berada dalam fase penuh pertanyaan menjelang musim baru.

Liverpool yang musim lalu tampil dominan kini tertinggal jauh dari Arsenal dalam persaingan papan atas. Penurunan performa membuat masa depan proyek Arne Slot mulai dipertanyakan.

Di sisi lain, Chelsea masih kesulitan menembus zona Liga Champions. The Blues bahkan terancam gagal finis di enam besar jika tidak segera menemukan konsistensi pada sisa musim ini.

Sumber: Mirrror

LATEST UPDATE