Alasan Roy Keane Tak Setuju Michael Carrick Jadi Manajer Permanen Manchester United: Dua Kandidat Lain Lebih Layak

Ari Prayoga | 16 Maret 2026 10:32
Alasan Roy Keane Tak Setuju Michael Carrick Jadi Manajer Permanen Manchester United: Dua Kandidat Lain Lebih Layak
Pelatih Manchester United, Michael Carrick memeluk Casemiro usai laga melawan Aston Villa, 15 Maret 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Legenda Manchester United, Roy Keane, melontarkan kritik tajam terkait kemungkinan penunjukan Michael Carrick sebagai manajer permanen klub. Meski mengakui kinerja Carrick cukup impresif sebagai pelatih sementara, Keane menilai masih ada sosok yang jauh lebih pantas mengisi kursi panas di Old Trafford.

Carrick dipercaya menangani tim hingga akhir musim setelah Ruben Amorim dipecat pada Januari lalu. Sejak mengambil alih, mantan gelandang timnas Inggris itu menunjukkan hasil yang cukup positif dengan catatan tujuh kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya sekali kalah dari sembilan pertandingan.

Advertisement

Terbaru, Carrick membawa United meraih kemenangan 3-1 atas Aston Villa pada laga Premier League, Minggu (15/3/2026). Hasil tersebut sekaligus menjaga rekor kemenangan 100 persen United di kandang selama ia menjabat serta mendekatkan tim pada tiket ke Liga Champions musim depan.

Namun performa tersebut ternyata belum cukup untuk meyakinkan Keane.

Dalam analisisnya di Sky Sports, Keane dengan tegas menolak ide menjadikan Carrick sebagai pelatih tetap United.

“Tidak,” kata Keane singkat ketika ditanya apakah Carrick pantas diberi kontrak permanen.

1 dari 5 halaman

Keane: Carrick Kerja Bagus, Tapi Bukan yang Terbaik

Keane: Carrick Kerja Bagus, Tapi Bukan yang Terbaik

Pelatih Manchester United, Michael Carrick usai laga melawan Everton di lanjutan Liga Inggris, 24 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Hodgson

Keane memang tidak menampik bahwa Carrick telah melakukan pekerjaan yang baik selama masa tugasnya sebagai pelatih sementara. Akan tetapi, ia menilai situasi yang dihadapi Carrick tidak sepenuhnya mencerminkan tekanan yang biasanya dialami manajer permanen.

Menurut Keane, Carrick mendapat keuntungan berupa jadwal persiapan yang cukup serta minim tekanan dibandingkan jika ia benar-benar memimpin tim dalam jangka panjang.

“Dia melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam memenangkan pertandingan. Saya mengapresiasinya,” ujar Keane.

“Tapi saya pikir masih ada opsi yang jauh lebih baik di luar sana untuk menjadi manajer Manchester United berikutnya.”

Keane bahkan menilai bahwa beberapa bulan lalu nama Carrick sama sekali tidak masuk dalam pembicaraan sebagai kandidat pelatih utama.

2 dari 5 halaman

Pengalaman Jadi Faktor Penentu

Pengalaman Jadi Faktor Penentu

Pelatih Manchester United Michael Carrick. (c) AP Photo/Dave Thompson

Lebih lanjut, Keane menekankan bahwa melatih klub sebesar Manchester United membutuhkan pengalaman besar, terutama dalam hal memenangkan trofi dan bersaing di level Eropa.

Ia juga mengingatkan bahwa menjadi manajer permanen berbeda jauh dengan peran pelatih interim, karena pelatih utama harus terlibat dalam berbagai keputusan penting klub, mulai dari kontrak pemain, kebijakan transfer, hingga urusan departemen medis.

“Untuk melatih Manchester United, Anda butuh seseorang dengan pengalaman besar dalam memenangkan trofi dan berkompetisi di Eropa. Carrick belum memiliki itu,” kata Keane.

3 dari 5 halaman

Dua Nama Pilihan Keane

Dua Nama Pilihan Keane

Pelatih PSG, Luis Enrique pada laga melawan AS Monaco di leg 1 playoff Liga Champions, 18 Februari 2026. (c) AP Photo/Philippe Magoni

Ketika diminta menyebut kandidat yang lebih ideal, Keane sempat menyinggung nama Thomas Tuchel. Namun ia menyadari pelatih asal Jerman tersebut baru saja menandatangani kontrak bersama Timnas Inggris hingga 2028 sehingga sulit direkrut.

Sebagai gantinya, Keane menyebut dua pelatih papan atas Eropa yang menurutnya lebih pantas memimpin United, yakni Diego Simeone dari Atletico Madrid dan Luis Enrique yang saat ini melatih PSG.

Menurut Keane, klub sebesar Manchester United seharusnya berusaha mendapatkan manajer terbaik yang tersedia di pasar.

“Kalau klub mencari gelandang, mereka akan mencoba mendapatkan gelandang terbaik. Hal yang sama berlaku untuk manajer,” ujarnya.

4 dari 5 halaman

Tantangan Sesungguhnya Baru Dimulai

Tantangan Sesungguhnya Baru Dimulai

Pelatih Manchester United, Michael Carrick, memantau jalannya pertandingan dari sisi lapangan saat menghadapi Crystal Palace, Minggu (1/3/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Keane juga mengingatkan bahwa jika Carrick benar-benar ditunjuk sebagai pelatih permanen, tantangan sesungguhnya baru akan dimulai. Ia harus membuat keputusan sulit terkait masa depan sejumlah pemain, termasuk Casemiro dan Harry Maguire.

Dalam situasi seperti itu, Carrick tidak lagi hanya dipandang sebagai sosok yang ramah di ruang ganti, melainkan sebagai pemimpin yang harus mengambil keputusan tegas.

Sebagai perbandingan, Keane menyebut figur pelatih sarat pengalaman seperti Carlo Ancelotti yang langsung mendapat respek dari pemain karena rekam jejaknya yang penuh trofi.

“Ketika pelatih dengan CV besar masuk ke ruang ganti, para pemain langsung tahu mereka bekerja dengan seseorang yang sudah memenangkan banyak hal,” kata Keane.

Meski demikian, Keane tetap membuka kemungkinan Carrick membuktikan dirinya di masa depan.

“Kalau dia akhirnya menjadi manajer permanen dan mulai memenangkan trofi dalam satu atau dua tahun ke depan, saya akan senang jika terbukti salah,” ujar Keane.

“Namun jika ditanya apakah saya yakin United bisa kembali menjuarai liga dalam waktu dekat dengan Carrick? Jawaban saya: tidak.”

Sumber: Sky Sports

LATEST UPDATE