
Bola.net - Jerman membuka perjalanan mereka di Grup E Piala Dunia dengan kemenangan telak 7-1 atas Curacao di NRG Arena, Houston, Senin (15/6/2026) dini hari WIB. Disaksikan 68.021 penonton, Die Mannschaft sempat mendapat perlawanan sebelum akhirnya menunjukkan perbedaan kualitas yang sangat jelas.
Tim asuhan Julian Nagelsmann sempat dibuat bekerja keras setelah Curacao mampu menyamakan skor pada babak pertama. Namun, Jerman tetap tenang dan perlahan mengambil alih pertandingan, dimulai dari gol lewat situasi bola mati sebelum pesta gol benar-benar terjadi.
Curacao sempat mencuri perhatian melalui gol bersejarah Livano Comenencia. Akan tetapi, serangan demi serangan Jerman sulit dihentikan. Nico Schlotterbeck, Kai Havertz, Jamal Musiala, dan Felix Nmecha bergantian mencatatkan nama di papan skor dalam laga yang berlangsung timpang hingga peluit akhir.
Selain produktif di depan gawang, sejumlah pemain Jerman juga membukukan statistik impresif sepanjang pertandingan. Cara mereka merespons tekanan setelah kebobolan menjadi salah satu hal yang paling mendapat perhatian usai laga.
Pembuktian Mental Baja Die Mannschaft

Gol balasan Curacao sempat mengingatkan publik pada kegagalan Jerman di fase grup Piala Dunia 2018 dan 2022. Namun kali ini, situasinya berbeda. Tim asuhan Nagelsmann mampu bangkit dengan cepat dan menunjukkan kedewasaan dalam mengendalikan pertandingan.
Gol sundulan Nico Schlotterbeck dari sepak pojok pada menit ke-38 menjadi titik balik yang menentukan. Sejak saat itu, Jerman menguasai permainan sepenuhnya dan terus menekan pertahanan lawan tanpa memberi banyak ruang untuk bernapas.
"Curacao mencetak gol penyeimbang melalui apa yang saya rasa sebagai tembakan pertama mereka ke gawang kami. Setelah itu, menarik melihat bagaimana kami merespons situasi tersebut," kata pelatih Jerman, Julian Nagelsmann.
"Kami mencoba mencari peluang dalam serangan, berusaha mencetak lebih banyak gol, lalu mendapatkan situasi bola mati yang sangat penting untuk kembali unggul," lanjutnya.
Pembungkaman Kritik Lewat Aksi Magis Jamal Musiala

Jamal Musiala datang ke pertandingan ini di tengah sorotan dan kritik dari sejumlah tokoh sepak bola Jerman, termasuk Thomas Muller dan Jurgen Klopp. Jawaban terbaik ia berikan langsung di atas lapangan.
Gelandang muda itu mencetak gol pada awal babak kedua setelah melakukan penetrasi yang sulit dihentikan. Selain itu, ia juga memenangkan sembilan dari 14 duel bawah serta mencatat tiga tekel penting untuk mematahkan serangan Curacao.
"Saya pikir dia bermain sangat baik," puji Julian Nagelsmann.
"Dia mendapatkan beberapa peluang yang sempat diblok, tetapi terus mencoba. Dia selalu siap menerima bola dan akhirnya mencetak gol lewat tusukan serta penyelesaian akhir yang luar biasa setelah jeda," tambahnya.
Statistik Mentereng Pemain Jerman
Musiala bukan satu-satunya pemain yang tampil menonjol. Kai Havertz juga menunjukkan ketajamannya dengan mencetak dua gol, masing-masing di akhir babak pertama dan menjelang laga usai.
Gol pertama Havertz lahir dari titik penalti yang mengubah skor menjadi 3-1. Ia kemudian menutup pesta gol Jerman melalui serangan balik cepat pada menit ke-88. Sementara itu, Felix Nmecha ikut bersinar lewat gol pembuka dan kontribusinya dalam memenangkan penalti. Ia juga mencatat tiga tembakan tepat sasaran serta menyelesaikan 36 dari 38 operan.
"Setelah pertandingan ada sebuah lagu, 'Kereta Ini Tidak Memiliki Rem' ('Der Zug hat keine Bremse')," ujar Julian Nagelsmann saat menceritakan suasana ruang ganti timnya.
"Kami mencoba menjalani pertandingan dengan cara itu, terus melaju, terus maju, tanpa rem," tambah Nagelsmann.
Sikap Optimistis Dick Advocaat Pascapesta Gol
Meski kalah telak, Curacao tetap mendapat dukungan penuh dari para suporternya sepanjang pertandingan. Di balik hasil buruk itu, gol Livano Comenencia tetap menjadi momen bersejarah karena merupakan gol pertama Curacao di ajang Piala Dunia.
Kekalahan ini menjadi pelajaran penting bagi tim asuhan Dick Advocaat yang datang ke turnamen sebagai tim peringkat 82 dunia. Mereka masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki keadaan dalam dua pertandingan berikutnya.
"Kami harus sadar bahwa kami sedang menjalani kampanye yang bagus, dan masih ada kemungkinan menciptakan kejutan pada pertandingan kedua atau ketiga," kata Dick Advocaat.
"Dalam lima atau enam hari ke depan akan ada pertandingan lain, dan saat itu para pemain bisa tampil lebih baik," tutupnya.
Kemenangan besar ini menempatkan Jerman dalam posisi yang sangat menguntungkan untuk melangkah ke fase gugur. Namun, pekerjaan mereka belum selesai. Die Mannschaft masih membutuhkan hasil positif saat menghadapi Pantai Gading untuk mengamankan posisi teratas Grup E.
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 11 Agustus 2026 15:40Donald Trump Bela Gianni Infantino: Singgung Kesuksesan Piala Dunia 2026
-
Liga Spanyol 7 Agustus 2026 20:04Rodri Pilih Barcelona, Awal Keputusan Itu Ternyata Terjadi Saat Piala Dunia
-
Piala Dunia 3 Agustus 2026 15:46Wales Cabut Dukungan untuk Gianni Infantino Jelang Pemilihan Presiden FIFA
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 12 Agustus 2026 18:19Harapan yang Lebih Tinggi untuk Musim Kedua Jean-Paul van Gastel di PSIM
-
Lain Lain 12 Agustus 2026 17:23Hobi Nonton Film Kini Bisa Jadi Konten Kreator lewat Moviefluencer
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 12 Agustus 2026 11:21Paolo Maldini Ungkap Pep Guardiola Nyaris Jadi Pelatih Timnas Italia
-
piala dunia 12 Agustus 2026 07:06Bukan Gaji, Ini Alasan Arne Slot Menolak Jadi Pelatih Timnas Belanda
-
piala dunia 11 Agustus 2026 15:40Donald Trump Bela Gianni Infantino: Singgung Kesuksesan Piala Dunia 2026
-
piala dunia 10 Agustus 2026 08:12Gianni Infantino Diserang Javier Tebas, Era Presiden FIFA Dinilai Sudah Berakhir
-
piala dunia 3 Agustus 2026 15:46Wales Cabut Dukungan untuk Gianni Infantino Jelang Pemilihan Presiden FIFA
SOROT
-
Liputan6 12 Agustus 2026 20:29Tri Tito Karnavian Dorong Transformasi Posyandu Perkuat Pelayanan 6 Bidang SPM
-
Liputan6 12 Agustus 2026 20:19Polisi Dalami Pihak Lain di Balik Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras
-
Liputan6 12 Agustus 2026 19:52Infografis 11 Stasiun LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai
-
Liputan6 12 Agustus 2026 19:29Pramono: Saya Enggak akan Mundur Benahi Sampah
-
Liputan6 12 Agustus 2026 19:04Polisi Tangkap 2 Orang Buntut Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras
-
Liputan6 12 Agustus 2026 18:24Nadiem Beberkan Alasan Transaksi Rp 809 M Murni Rekayasa
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322614/original/032290200_1786541358-WhatsApp_Image_2026-08-12_at_20.17.27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322604/original/064075700_1786540761-WhatsApp_Image_2026-08-12_at_20.18.24.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322577/original/037200500_1786539130-0dbaafdf-482c-4284-baa4-9fa9de266821.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315376/original/025934300_1785836354-181415.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321055/original/059736500_1786425649-Jepretan_Layar_2025-08-11_pukul_12.15.34.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5763597/original/051601200_1778666540-1.jpg)
