Arteta Pilih Kepa Demi Keadilan, Arsenal Justru Bayar Mahal di Final Carabao Cup
Richard Andreas | 23 Maret 2026 14:31
Bola.net - Arsenal harus menelan kekecewaan setelah kalah 0-2 dari Manchester City pada final Carabao Cup di Wembley. Kekalahan itu langsung memunculkan satu pertanyaan besar, mengapa Mikel Arteta memilih Kepa Arrizabalaga sebagai starter di bawah mistar?
Keputusan tersebut dianggap tidak biasa bagi Arteta, manajer yang selama ini dikenal cukup tegas dalam membuat keputusan sulit. Namun kali ini, ia memilih pendekatan berbeda dengan memberi kesempatan kepada Kepa yang sebelumnya tampil di sepanjang perjalanan Arsenal di kompetisi tersebut.
Pada akhirnya, keputusan itu justru mendapat sorotan tajam setelah kesalahan Kepa berujung pada gol pembuka City. Meski demikian, Arteta tetap menegaskan bahwa pilihannya didasarkan pada prinsip keadilan.
Alasan Arteta Memilih Kepa di Final

Memainkan Kepa di final sebenarnya bisa dianggap sebagai keputusan yang sentimental. Secara teknis, David Raya adalah kiper utama Arsenal musim ini dan tampil konsisten di berbagai kompetisi.
Biar begitu, Arteta merasa Kepa layak mendapatkan kesempatan bermain di partai puncak karena telah menjadi penjaga gawang utama Arsenal sepanjang perjalanan mereka di Carabao Cup musim ini.
Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil karena merasa hal itu adalah tindakan yang adil bagi sang pemain. Arteta mengatakan setelah pertandingan:
“Saya harus melakukan apa yang saya rasa benar, yang jujur dan adil. Kami punya pemahaman dengan Kepa, dia bermain di sepanjang kompetisi ini, dan menurut saya akan sangat tidak adil bagi dia dan bagi tim jika kami melakukan sesuatu yang berbeda.”
Kesalahan Kepa yang Mengubah Jalannya Laga

Masalahnya, keputusan itu kemudian menjadi sorotan setelah Arsenal kalah 0-2 dari Manchester City. Gol pembuka City lahir setelah Kepa gagal mengamankan umpan silang Rayan Cherki.
Kesalahan tersebut dimanfaatkan Nico O’Reilly yang dengan mudah menyundul bola dari jarak dekat pada menit ke-60.
Empat menit kemudian, O’Reilly kembali mencetak gol melalui sundulan lain yang memastikan kemenangan City di Wembley.
Meski demikian, kekalahan Arsenal tidak sepenuhnya bisa disalahkan pada Kepa. Banyak pemain Arsenal lainnya juga tampil di bawah standar, terutama pada babak kedua ketika City mampu mendominasi permainan.
Sayangnya tetap saja, kesalahan sang kiper menjadi momen krusial yang membuka jalan bagi City.
Perbedaan Gaya Kepa dan David Raya

Kesalahan tersebut juga menyoroti perbedaan karakter antara Kepa dan David Raya.
Salah satu kekuatan utama Raya adalah kemampuannya menguasai area udara, terutama dalam mengantisipasi umpan silang. Sementara kesalahan Kepa justru terjadi di area yang biasanya menjadi keunggulan Raya.
Selain itu, Arsenal juga kehilangan kualitas distribusi bola dari belakang. Raya dikenal memiliki ketenangan serta akurasi tinggi saat membangun serangan dari lini belakang.
Dalam laga final itu, Arsenal kesulitan keluar dari tekanan pressing ketat Manchester City. Kemampuan Raya memainkan bola kemungkinan bisa membantu tim melewati tekanan tersebut.
Kepa sendiri bahkan sempat menerima kartu kuning setelah keluar dari sarangnya dan salah membaca pantulan bola sebelum menahan Jeremy Doku.
Arteta Biasanya Tidak Segan Mengambil Keputusan Keras
Yang membuat keputusan ini semakin menarik adalah rekam jejak Arteta sebelumnya. Ia dikenal tidak ragu mengambil keputusan tegas, bahkan terhadap pemain penting.
Pada musim 2021/2022, Arteta pernah mencadangkan Bernd Leno di semifinal Carabao Cup meskipun sang kiper memainkan tiga putaran sebelumnya. Saat itu ia lebih memilih Aaron Ramsdale sebagai penjaga gawang utama.
Hal serupa juga terjadi pada pemain outfield. Christian Norgaard sempat bermain penuh dalam tiga putaran awal Carabao Cup musim ini, tetapi kemudian tidak dimainkan lagi setelah semifinal.
Biar begitu, dalam kasus Kepa, Arteta tampaknya memilih pendekatan berbeda. Ia merasa posisi penjaga gawang memiliki dinamika tersendiri dalam sebuah tim.
Kedalaman Skuad Arsenal di Posisi Kiper
Arsenal memang memiliki kedalaman yang cukup unik di posisi penjaga gawang.
Kepa bukanlah kiper sembarangan. Ia adalah mantan penjaga gawang termahal dunia ketika bergabung dengan Chelsea dari Athletic Club pada 2018.
Kiper asal Spanyol itu juga memiliki pengalaman internasional dengan 13 caps bersama tim nasional Spanyol. Musim lalu, ia bahkan tampil sebagai starter dalam 31 pertandingan Premier League bersama Bournemouth saat dipinjamkan oleh Chelsea.
Arteta juga menegaskan bahwa ia tidak pernah memberikan jaminan kepada pemain untuk bermain di kompetisi tertentu.
“Saya tidak pernah bisa menjanjikan kepada seorang pemain bahwa dia akan bermain di kompetisi tertentu, karena pada akhirnya mereka harus mendapatkannya. Kami dipandu oleh apa yang kami lihat dan apa yang telah dia lakukan," lanjut Arteta.
“Saya percaya ini adalah keputusan yang tepat. Kesalahan adalah bagian dari sepak bola, dan hari ini itu terjadi pada momen yang sangat krusial.”
Pada akhirnya, keputusan Arteta mungkin memiliki tujuan jangka panjang. Memberi kepercayaan kepada pemain pelapis bisa membantu menjaga kedalaman skuad dan loyalitas dalam tim. Sayangnya, di final Carabao Cup ini, keputusan tersebut terbukti membawa risiko besar.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mikel Arteta Sepakat Kontrak Baru Arsenal, Gajinya Naik Signifikan
Liga Inggris 23 September 2026, 00:05
-
Viktor Gyokeres Didekati Milan dan Juventus, Pertimbangkan Tinggalkan Arsenal
Liga Inggris 22 September 2026, 21:45
-
Terungkap, Ruang Ganti Real Madrid Sempat Yakin Vinicius Junior Bakal Gabung Arsenal
Liga Spanyol 22 September 2026, 19:24
-
Erling Haaland Cetak Sejarah di Premier League, Lengkapi Korban Golnya
Liga Inggris 21 September 2026, 20:01
LATEST UPDATE
-
Xavi Hanya Butuh 10 Detik untuk Yakinkan Virgil van Dijk Tidak Pensiun dari Timnas Belanda
Piala Eropa 24 September 2026, 14:40
-
Cristiano Ronaldo Nyaris Pensiun dari Timnas Portugal usai Piala Dunia 2026!
Piala Eropa 24 September 2026, 14:20
-
Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026
Piala Eropa 24 September 2026, 14:08
-
Saran untuk Carrick: Kembalikan Cunha ke Kiri, Biar Rashford yang Jadi Striker!
Liga Inggris 24 September 2026, 14:00
-
Rodri Ungkap Perbedaan Besar Dilatih Hansi Flick dan Pep Guardiola, Apa Itu?
Liga Spanyol 24 September 2026, 13:40
-
Belum Habis! Cristiano Ronaldo Tegaskan Masih Sanggup Jadi Andalan Timnas Portugal
Piala Eropa 24 September 2026, 13:20
-
Prediksi Turki vs Prancis 26 September 2026
Piala Eropa 24 September 2026, 13:09
-
Prediksi Australia vs Brasil 25 September 2026
Amerika Latin 24 September 2026, 12:07
-
Prediksi Norwegia vs Denmark 25 September 2026
Piala Eropa 24 September 2026, 11:49
-
Asian Games 2026: Herlin Aprilin Lali Sumbang Perunggu untuk Indonesia dari Kano
Olahraga Lain-Lain 24 September 2026, 11:40
-
Prediksi Portugal vs Wales 25 September 2026
Piala Eropa 24 September 2026, 11:31
-
Prediksi Belanda vs Jerman 25 September 2026
Piala Eropa 24 September 2026, 11:02
-
Prediksi Serbia vs Yunani 25 September 2026
Piala Eropa 24 September 2026, 10:54
-
Live Streaming Bulutangkis Indonesia vs China Final Beregu Putra Asian Games 2026 di Vidio
Bulu Tangkis 24 September 2026, 10:11
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33


