Bedah Taktik Michael Carrick Saat Man United Permalukan Arsenal: Masterclass!
Ari Prayoga | 28 Januari 2026 05:15
Bola.net - Manchester United akhirnya mematahkan kutukan panjang di markas Arsenal. Untuk pertama kalinya sejak 2017, Setan Merah pulang dari Emirates Stadium dengan kemenangan liga usai menundukkan The Gunners dengan skor dramatis 3-2.
Lebih dari sekadar tiga poin, kemenangan ini menjadi bukti nyata revolusi cepat Michael Carrick. Jika Ruben Amorim membutuhkan waktu setahun untuk mencatatkan kemenangan beruntun bersama United, Carrick hanya butuh dua pekan. Setelah menumbangkan Manchester City, Arsenal kini menjadi korban berikutnya.
Gol dari Bryan Mbeumo, Patrick Dorgu, dan Matheus Cunha menutup laga penuh intensitas yang memperlihatkan kecerdikan taktik Carrick sekaligus kebangkitan pemain-pemain yang sebelumnya tampil biasa saja.
Rope-a-Dope ala Carrick, Arsenal Dipaksa Main di Area Tak Nyaman

Carrick datang ke Emirates dengan rencana yang sangat matang. United sengaja bermain “di dalam” struktur Arsenal, membiarkan tuan rumah menguasai bola, namun mematikan jalur progresi permainan mereka.
Arsenal yang dikenal rapi dan sistematis justru terjebak dalam bentuk permainan seperti tapal kuda. United bertahan disiplin, terutama melalui peran Amad Diallo dan Dorgu yang menjaga lebar permainan agar The Gunners tidak mampu meregangkan lini pertahanan.
Menariknya, duet Kobbie Mainoo dan Casemiro nyaris tak tercatat melakukan tekel atau intersepsi, namun kehadiran mereka sukses menutup ruang sentral dan memutus alur serangan Arsenal. Formasi ini juga tak lepas dari sentuhan asisten Carrick, Steve Holland, yang membantu mengoptimalkan struktur permainan United.
Full-back United berani naik di sisi luar, memaksa winger Arsenal bertahan lebih dalam dan menciptakan keunggulan jumlah pemain di lini tengah. Skema ini membuat United seolah bermain dengan “dua pemain ekstra” di lapangan.
Patrick Dorgu, dari Wing-Back Biasa ke Kandidat Bintang Baru

Sorotan utama tertuju pada Patrick Dorgu. Dalam beberapa pekan terakhir, pemain 21 tahun itu mengalami lonjakan performa signifikan. Dari wing-back yang kerap dikritik, Dorgu kini mulai dibandingkan dengan Gareth Bale.
Perubahan peran menjadi lebih ofensif membuat Dorgu tampil lepas. Pola permainan yang jelas dari Carrick, Holland, dan Jonathan Woodgate memberi ruang bagi pemain untuk mengekspresikan diri tanpa rasa takut.
Mainoo menjadi kunci dalam skema ini. Pergerakannya di ruang sempit dan umpan-umpan pendeknya membuka jalur bagi Dorgu untuk masuk ke area tengah. Kombinasi Bruno Fernandes, Mainoo, Luke Shaw yang overlap, serta pergerakan Mbeumo yang menyeret bek Arsenal menciptakan ruang ideal yang berujung pada gol spektakuler Dorgu di babak kedua.
Trio Kanan Mematikan, Arsenal Kehilangan Kendali

Sisi kanan United menjadi mimpi buruk bagi Arsenal. Kombinasi Mbeumo, Fernandes, dan Amad tampil cair dan dinamis, seperti yang sebelumnya mereka perlihatkan saat menghadapi City.
Dengan Luke Shaw kerap masuk ke tengah, formasi United berubah fleksibel menyerupai 3-4-3. William Saliba ditugaskan mengawal Fernandes, namun kehadiran Amad dan Mbeumo di area yang sama justru menciptakan overload yang membuat lini belakang Arsenal kebingungan.
Gol pembuka Mbeumo memang diawali kesalahan fatal Martin Zubimendi, namun itu terjadi karena tekanan dan pemahaman posisi para pemain United yang sangat baik.
Bahkan saat Cunha masuk sebagai pemain pengganti, intensitas dan kombinasi serangan United tak menurun. Pergerakan Cunha yang menarik bek akhirnya membuka ruang untuk gol penentu kemenangan.
Luke Shaw Redam Saka, Arsenal Kehilangan Senjata Utama

Luke Shaw menjadi salah satu pemain yang paling diuntungkan oleh perubahan sistem. Carrick membaca celah ketika Jurrien Timber sering masuk ke area tengah, membuat Shaw harus menutup ruang dan membiarkan Dorgu berhadapan langsung dengan Bukayo Saka.
Penyesuaian cepat dilakukan di tengah laga. Hasilnya, Saka gagal melewati Shaw dan kerap terjebak di sisi lapangan.
Dukungan Mainoo dan Casemiro di belakang Shaw memaksa bintang Arsenal itu bermain mundur, jauh dari zona berbahaya.
Arsenal Kehabisan Ide, Pergantian Aman Tanpa Inspirasi

Meski kalah, Arsenal masih difavoritkan menjuarai Premier League musim ini. Mereka mendominasi 30 menit awal dan tanpa kesalahan Zubimendi, hasil laga bisa saja berbeda.
Namun, minimnya koneksi antara Martin Odegaard dan Gabriel Jesus membuat permainan Arsenal terasa kaku. Pergantian pemain yang dilakukan Mikel Arteta terkesan aman, tapi minim kreativitas. Memindahkan Saka ke kiri demi memberi ruang bagi Noni Madueke di kanan justru tak memberi dampak signifikan.
Kekalahan kandang pertama musim ini menjadi alarm bagi Arsenal. Menjelang laga kontra Leeds, Arteta dituntut mengubah pendekatan: lebih berani mengambil risiko di sepertiga akhir, bukan sekadar menguasai bola tanpa ancaman nyata.
Sementara itu, Manchester United di bawah Carrick mulai menunjukkan wajah baru, lebih cerdas, lebih berani, dan jauh lebih mematikan.
Sumber: The Sun
Klasemen Liga Inggris 2025/2026
Jangan Lewatkan!
3 Prediksi Starting XI Manchester United dengan Cole Palmer: Gantikan Bruno Fernandes atau Malah Berduet?
Manchester United Siapkan Tur Pramusim ke Skandinavia, Pertama dalam Hampir 30 Tahun
Playmaker Ideal Manchester United Musim Depan: Bruno Fernandes Bertahan atau Cole Palmer Datang?
5 Pemain Manchester United yang Bersinar di Era Michael Carrick: Awal Periode Keemasan Setan Merah?
Cole Palmer dan Cinta Rahasia pada Manchester United: Dari Pemuja Wayne Rooney hingga Terbuka 'Pulang' ke Old Trafford
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ruben Amorim Buka-bukaan soal Kegagalannya di Manchester United
Liga Italia 29 Juli 2026, 10:10
-
UEFA Pertimbangkan Boikot Piala Dunia karena Rencana Investasi FIFA
Piala Dunia 29 Juli 2026, 09:40
-
Danny Welbeck Diminta Tolak Chelsea dan Kembali ke Manchester United
Liga Inggris 29 Juli 2026, 09:10
-
Di Tengah Rumor Real Madrid, Rodri Jalani Operasi Punggung
Liga Inggris 29 Juli 2026, 07:04
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Port FC Vs Persija di Piala Presiden 2026
Bola Indonesia 29 Juli 2026, 13:40
-
Link Live Streaming Port FC vs Persija di Piala Presiden 2026
Bola Indonesia 29 Juli 2026, 13:10
-
Cesc Fabregas Dukung Roberto Mancini Kembali Tangani Timnas Italia
Piala Dunia 29 Juli 2026, 11:40
-
Bradley Barcola Sepakat ke Liverpool, tapi Transfer Belum Mulus
Liga Inggris 29 Juli 2026, 11:10
-
John Stones Segera Jalani Tes Medis di Inter Milan
Liga Italia 29 Juli 2026, 10:40
-
Ruben Amorim Buka-bukaan soal Kegagalannya di Manchester United
Liga Italia 29 Juli 2026, 10:10
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang Bisa Diburu Liverpool
Editorial 29 Juli 2026, 13:16













