Bukan Cuma Possession Football, Statistik Ini Buktikan Man City Juga Jagoan Set Piece!
Richard Andreas | 31 Mei 2022 12:30
Bola.net - Manchester City dikenal sebagai salah satu tim dengan gaya main ofensif yang sangat dominan. Pasukan Josep Guardiola bisa mengurung lawan dan menggelontor 4-5 gol dalam satu pertandingan.
Umumnya gol-gol Man City dimulai dari pergerakan impresif para gelandang atau winger. Bahkan Man City melewati sebagian besar musim 2021/22 tanpa striker murni, tapi mereka masih bisa mencetak banyak gol.
Tidak ada yang meragukan kualitas Man City dalam kemampuan mengalirkan bola, mengontrol permainan, dan mengurung lawan. Gol-gol Man City juga bisa dicetak siapa saja, tidak harus striker.
Menariknya, jika ditelaah lebih dalam, statistik membuktikan bahwa Man City tidak hanya unggul dalam possession football. Data Premier League membuktikan bahwa tim biru Manchester ini juga sangat efektif dalam situasi bola mati. Apa maksudnya?
Jagoan situasi bola mati
Gol-gol lewat situasi bola mati sering dianggap sebagai solusi bagi tim yang tertekan atau tidak bisa membawa bola. Namun, faktanya tim sekuat Man City pun memahami pentingnya bola mati alias set piece.
Tercatat, Kevin de Bruyne dkk. telah mencetak total 21 gol yang bermula dari tendangan bebas atau tendangan sudut. Torehan Man City itu jadi yang tertinggi di liga, dua gol lebih banyak dari Liverpool.
Tidak hanya itu, Man City juga bisa bertahan sangat baik dalam situasi bola mati lawan. Mereka hanya satu kali kebobolan dari skema bola mati, yakni ketika Ollie Watkins mencetak gol dari tendangan sudut di Villa Park.
Artinya, Man City menutup musim 2021/22 dengan catatan +20 selisih gol dari situasi bola mati saja. Menurut catatan EPL, tidak ada tim yang lebih baik dari Man City dalam sejarah kompetisi.
Unggul bola-bola atas
Catatan +20 selisih gol dari situasi bola mati terbilang istimewa. Man City menorehkan sejarah dan rekor baru, mereka unggul dari Liverpool, Manchester United, dan Chelsea. Berikut statistik selengkapnya:
Mengamati catatan tersebut, sebenarnya Liverpool unggul jauh dalam urusan mencetak gol dari situasi bola mati. Mereka pernah mencetak rekor 27 gol pada musim 2013/14 lalu.
Namun, di musim yang sama Liverpool juga kebobolan 11 gol dari situasi bola mati, hal ini mencoreng catatan apik mereka. Man City bebeda, tajam di depan dan solid di belakang.
Umpan-umpan akurat
Menariknya, gol dari situasi bola mati bukan hanya soal ketajaman sundulan atau finishing pemain di depan. Man City juga harus memiliki pemain-pemain dengan akurasi umpan jauh yang tinggi.
Musim ini, mereka punya Kevin De Bruyne yang bermain luar biasa. Ada pula Ilkay Gundogan dan Riyad Mahrez yang bisa diandalkan ketika De Bruyne tidak bermain.
Untuk catatan umpan kunci dari situasi bola mati, De Bruyne menorehkan 25 umpan akurat, Gundogan dengan 11 umpan, Mahrez dengan 9 umpan, dan Phil Foden dengan 9 umpan juga.
Artinya, ketika Man City menghadapi pertandingan alot dan tidak bermain sebaik biasanya, mereka masih bisa menemukan gol dari situasi bola mati.
Musim ini, kemampuan Man City untuk bertahan dan mencetak gol dari situasi bola mati terbukti krusial untuk membantu mereka mempertahankan gelar juara Premier League.
Sumber: Premier League
Jangan lewatkan ini Bolaneters!
- Arsenal Salah Besar Pecat Unai Emery, tapi Arteta Boleh Juga Kok
- Sabar Dulu Fans MU, Erik Ten Hag Butuh Waktu untuk Raih Juara
- Berubah Pikiran, Sekarang Frenkie de Jong Siap Dengarkan Tawaran Man United
- Erling Haaland Adalah Investasi, Man City Punya No.9 Terbaik di Dunia!
- Harry Kane Mau Cari Apa Kalau Pindah ke Manchester United?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Michael Carrick Ingin Boyong Pemain Middlesbrough ini ke Manchester United?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 16:22
-
Ian Wright Ngeri-ngeri Sedap Lihat Penampilan MU, Bakal Jadi Momok Bagi Arsenal!
Liga Inggris 20 Januari 2026, 16:03
-
Gercep, MU Lagi Nego Tipis-tipis dengan Pelatih asal Italia Ini
Liga Inggris 20 Januari 2026, 15:52
-
Arsenal Tikung Manchester United untuk Bek Tangguh Inter Milan Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 15:41
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06





