Chelsea Terancam Gagal ke Liga Champions, Jangan Sepenuhnya Salahkan Liam Rosenior

Aga Deta | 24 Maret 2026 11:22
Chelsea Terancam Gagal ke Liga Champions, Jangan Sepenuhnya Salahkan Liam Rosenior
Pelatih Chelsea, Liam Rosenior memberikan instruksi saat melawan PSG di leg I babak 16 besar Liga Champions, 12 Maret 2026. (c) AP Photo/Michel Euler

Bola.net - Chelsea semakin mendekati kegagalan lolos ke Liga Champions musim depan. Performa buruk dalam beberapa pekan terakhir membuat posisi mereka di klasemen semakin terancam.

Kekalahan 0-3 dari Everton menjadi pukulan terbaru bagi tim asuhan Liam Rosenior. Hasil tersebut membuat mereka tertinggal dalam perebutan posisi lima besar.

Advertisement

Rentetan hasil negatif ini bukan kejadian yang berdiri sendiri. Chelsea juga mengalami kekalahan telak dari PSG di Liga Champions dengan agregat mencolok 2-8.

Tekanan terhadap Rosenior semakin besar di tengah situasi sulit ini. Namun, menyalahkan pelatih sepenuhnya dinilai tidak adil.

1 dari 6 halaman

Performa Buruk yang Terus Berlanjut

Performa Buruk yang Terus Berlanjut

Skuad Chelsea usai kekalahan melawan Everton di Premier League 2025/2026, Minggu (22/3/2026). (c) AP Photo/Jon Super

Chelsea mencatatkan empat kekalahan beruntun di semua kompetisi. Mereka bahkan gagal mencetak gol dalam tiga pertandingan terakhir.

Selama periode tersebut, lini pertahanan mereka sangat rapuh. Sebanyak 12 gol bersarang ke gawang Chelsea.

Hasil buruk ini membuat peluang ke Liga Champions semakin menipis. Tim terlihat kehilangan arah dalam permainan.

Performa yang tidak konsisten menjadi masalah utama. Chelsea kesulitan bangkit dari tekanan yang terus meningkat.

2 dari 6 halaman

Rosenior Bukan Akar Masalah

Rosenior Bukan Akar Masalah

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior memberikan instruksi ke pemainnya pada laga leg kedua 16 besar Liga Champions melawan PSG. (c) AP Photo/Kin Cheung

Liam Rosenior memang berada dalam sorotan tajam. Namun, ia dinilai lebih sebagai korban daripada penyebab masalah.

Pelatih berusia 41 tahun itu mewarisi tim dengan struktur yang tidak seimbang. Keputusan manajemen sebelumnya turut memengaruhi kondisi saat ini.

Rosenior sendiri dianggap sebagai pelatih potensial. Namun, tanggung jawab besar di Chelsea datang terlalu cepat baginya.

Kurangnya pengalaman di level tertinggi menjadi kendala. Hal ini terlihat dari beberapa keputusan yang menuai kritik.

3 dari 6 halaman

Kebijakan Transfer yang Dipertanyakan

Kebijakan Transfer yang Dipertanyakan

Winger Chelsea, Alejandro Garnacho (c) AP Photo/Jon Super

Chelsea telah mengeluarkan dana besar dalam beberapa tahun terakhir. Namun, hasilnya tidak sebanding dengan investasi tersebut.

Klub lebih banyak mendatangkan pemain muda berpotensi. Sementara posisi penting seperti kiper justru kurang diperhatikan.

Beberapa nama seperti Jamie Gittens, Alejandro Garnacho, dan Estevao didatangkan dengan biaya besar. Namun, kebutuhan mendesak di sektor lain belum terpenuhi.

Keputusan untuk tidak merekrut kiper berpengalaman juga menjadi sorotan. Hal ini berdampak langsung pada performa tim di lapangan.

4 dari 6 halaman

Masalah Kiper dan Lini Belakang

Masalah Kiper dan Lini Belakang

Robert Sanchez dibayangi Ousmane Dembele dalam laga Chelsea vs PSG di leg kedua 16 besar Liga Champions 2025/2026, Rabu (18/3/2026). (c) AP Photo/Kin Cheung

Posisi penjaga gawang menjadi titik lemah Chelsea. Robert Sanchez dan Filip Jorgensen belum mampu memberikan rasa aman.

Keduanya kerap melakukan kesalahan krusial. Hal ini membuat lini belakang semakin tidak stabil.

Pergantian kiper yang terus terjadi juga memengaruhi koordinasi tim. Pertahanan Chelsea menjadi mudah ditembus lawan.

Situasi ini menunjukkan kurangnya perencanaan matang. Chelsea masih mencari solusi di posisi yang sangat vital.

5 dari 6 halaman

Kurangnya Pengalaman di Kursi Pelatih

Kurangnya Pengalaman di Kursi Pelatih

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior usai laga melawan Arsenal di semifinal Leg 2 Piala Liga Inggris, 4 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Chelsea kini menerapkan pendekatan baru dalam memilih pelatih. Mereka lebih memilih sosok muda dibandingkan pelatih berpengalaman.

Pendekatan ini berbeda dengan era sebelumnya. Saat itu, klub mendatangkan pelatih besar dengan rekam jejak kuat.

Nama-nama seperti Jose Mourinho, Carlo Ancelotti, Antonio Conte, dan Thomas Tuchel pernah membawa stabilitas. Kini, pendekatan tersebut tidak lagi digunakan.

Rosenior menjadi simbol dari perubahan tersebut. Namun, tanpa dukungan struktur yang kuat, ia dan tim kesulitan berkembang.

Sumber: ESPN

6 dari 6 halaman

Klasemen Premier League

LATEST UPDATE