Curhat! James Trafford Tak Menyangka Hanya Jadi Pelapis Donnarumma di Manchester City

Richard Andreas | 16 Februari 2026 14:46
Curhat! James Trafford Tak Menyangka Hanya Jadi Pelapis Donnarumma di Manchester City
Kiper Manchester City, James Trafford saat tampil di leg 1 semifinal Carabao Cup melawan Newcastle, 14 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - James Trafford kembali ke Manchester City pada musim panas dengan harapan memainkan peran penting. Namun, dinamika di posisi penjaga gawang berubah cepat setelah kedatangan nama besar di hari terakhir bursa transfer.

Trafford direkrut kembali dari Burnley pada Juli dengan nilai 31 juta pounds. Ia bahkan sempat tampil sebagai starter dalam tiga laga awal Liga Inggris musim ini.

Advertisement

Situasi berubah drastis ketika Gianluigi Donnarumma tiba dari Paris Saint-Germain. Sejak saat itu, Trafford harus menerima peran sebagai pelapis, sesuatu yang diakuinya tidak ia perkirakan.

1 dari 3 halaman

Datang dengan Harapan, Realita Berubah

Datang dengan Harapan, Realita Berubah

Kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma saat tampil melawan Crystal Palace di Liga Inggris, 14 Desember 2025. (c) AP Photo/Kin Cheung

Trafford mengungkapkan bahwa kondisi yang ia hadapi saat ini bukan bagian dari ekspektasi awalnya. Meski demikian, ia memilih menerima keadaan dan tetap fokus bekerja.

“Saya tidak menyangka situasi ini akan terjadi, tetapi itu sudah terjadi, jadi jalani saja," kata James Trafford.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus berusaha setiap hari. “Bekerja sangat keras setiap hari dan kemudian lihat apa yang terjadi, berikan usaha terbaik saya.”

Kiper berusia 23 tahun itu belum lagi menjadi starter di Liga Inggris sejak Donnarumma datang. Kesempatannya sejauh ini terbatas di ajang piala domestik dan satu laga Liga Champions melawan Bayer Leverkusen.

2 dari 3 halaman

Tak Ada Janji Posisi Kiper Utama

Sempat muncul spekulasi bahwa Trafford dijanjikan status kiper utama oleh Pep Guardiola saat kembali ke Etihad. Ia membantah anggapan tersebut, meski mengakui rencana awal tidak berjalan sesuai kenyataan.

“Tidak, bukan itu, tetapi rencananya juga bukan seperti yang terjadi sekarang.” Trafford menilai situasi tersebut sebagai bagian dari perjalanan karier seorang pesepak bola.

“Memang seperti ini. Ini sepak bola. Anda harus terus bekerja keras setiap hari dan di pertandingan yang datang, bermain sebaik mungkin. Ini hanya pengalaman lain untuk ditambahkan ke karier saya, dan ya, ini menjadi pembelajaran yang baik.”

Ia juga menegaskan belum memikirkan secara jauh soal musim depan. “Saya tidak tahu apa yang akan terjadi musim depan. Saya hanya tahu bahwa saya akan menjalaninya hari demi hari dan mencoba untuk berkembang.”

3 dari 3 halaman

Menatap Masa Depan dan Tantangan Timnas

Minimnya waktu bermain berpotensi memengaruhi peluang Trafford di tim nasional Inggris, terutama dengan Piala Dunia yang kian mendekat. Namun, ia memilih fokus pada hal-hal yang bisa ia kendalikan.

“Saya belum berbicara dengan mereka apakah itu sudah cukup atau belum, tetapi saya bermain sebaik mungkin dan berlatih sangat keras setiap hari, dan itu tergantung pada saya," lanjut Trafford.

Ia menyadari situasinya diketahui banyak pihak.
“Jelas semua orang tahu apa yang terjadi dengan saya, jadi setiap kali saya bermain, saya harus bermain sebaik mungkin.”

Bagi Trafford, konsistensi kerja dan kesiapan setiap saat menjadi kunci untuk menjaga peluang, baik di level klub maupun internasional.