Dari Rashford Hingga Mainoo, Ruben Amorim Tinggalkan Jejak Konflik di Manchester United
Dimas Ardi Prasetya | 6 Januari 2026 10:48
Bola.net - Kisah Ruben Amorim di Manchester United akhirnya berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan. Pelatih asal Portugal itu resmi diberhentikan setelah hanya 14 bulan menukangi Setan Merah, tepatnya usai laga lawan Leeds United di pekan ke-20 Liga Inggris 2025/2026.
Keputusan ini datang di tengah situasi tim yang sebenarnya mulai menunjukkan perbaikan. MU bahkan sempat merangkak naik ke papan atas klasemen Premier League.
Meski demikian penampilan Man United bisa disebut masih belum konsisten. Selain itu, sayangnya, selama berada di Old Trafford terdapat masalah laten yang terus menggerogoti ruang ganti Setan Merah.
Hubungan Amorim dengan sejumlah pemain memburuk dari waktu ke waktu. Ia berkonflik dengan pemain macam Marcus Rashford hingga Kobbie Mainoo.
Termasuk kedua pemain tersebut, berikut para pemain yang berkonflik dengan Amorim selama di Man United.
Marcus Rashford: Dari Andalan Jadi Tersingkir

Kedatangan Ruben Amorim sempat dianggap sebagai angin segar bagi Marcus Rashford. Penyerang Inggris itu langsung tampil tajam dengan mencetak tiga gol dalam dua laga awal di bawah pelatih baru.
Namun, performa Rashford perlahan menurun dan mulai memicu keraguan dari sang pelatih. Amorim disebut mempertanyakan profesionalisme sang pemain, terutama terkait sikapnya di sesi latihan.
Situasi semakin memanas ketika Amorim secara terbuka menjelaskan alasan Rashford tak dimainkan. Ia menegaskan bahwa kualitas latihan menjadi faktor utama dalam menentukan menit bermain.
Konflik tersebut berujung panjang ketika Rashford dipinjamkan ke Aston Villa. Saat kembali, Amorim menolak memberinya kesempatan kedua, hingga Rashford kembali menjalani masa peminjaman bersama Barcelona.
Alejandro Garnacho: Konflik di Momen Paling Krusial

Nama Alejandro Garnacho juga masuk dalam daftar pemain yang berselisih dengan Amorim. Hubungan keduanya memanas saat MU melangkah jauh di ajang Liga Europa.
Kesalahan Garnacho di semifinal menjadi sorotan langsung sang pelatih. Kritik terbuka tersebut berlanjut dengan keputusan mencadangkan Garnacho di final kontra Tottenham.
Rasa frustrasi Garnacho pun tumpah ke publik setelah laga final. Ia mempertanyakan keputusannya hanya bermain singkat di pertandingan terpenting musim itu.
Tak lama berselang, Garnacho benar-benar angkat kaki dari Old Trafford. Ia bergabung dengan Chelsea dengan nilai transfer besar, meninggalkan hubungan yang tak mungkin diperbaiki dengan Amorim.
Jadon Sancho: Kisah Lama yang tak Pernah Usai
Masalah Jadon Sancho di Manchester United ternyata tak berhenti meski Erik ten Hag sudah pergi. Di bawah Amorim, situasi sang winger justru semakin memburuk.
Amorim menilai Sancho tidak sesuai dengan standar komitmen dan kebutuhan taktik tim. Pernyataan tersebut membuat masa depan Sancho di MU semakin suram.
Manajemen klub akhirnya menyetujui kepergian Sancho ke Aston Villa. Meski sudah pindah, ketegangan antara keduanya tetap terasa.
Hal itu terlihat saat MU bertemu Villa, ketika Amorim menolak memberi perhatian khusus pada Sancho. Ia menegaskan bahwa fokusnya hanya pada tim yang ia latih.
Antony: Tak Pernah Masuk Rencana

Sejak awal masa kepelatihan Amorim, Antony nyaris tak pernah masuk hitungan. Winger asal Brasil itu dianggap tidak cocok dengan sistem permainan yang diusung.
Keputusan meminjamkan Antony ke Real Betis diambil pada Januari 2025. Amorim menyebut tuntutan fisik menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut.
Pernyataan itu memicu reaksi keras dari pihak Antony. Sang agen menilai kliennya diperlakukan tidak adil oleh klub dan pelatih.
Pada akhirnya, Antony dilepas secara permanen ke Betis. Ia kemudian mengungkapkan kekecewaannya terhadap cara MU dan Amorim memperlakukannya selama di Inggris.
Rasmus Hojlund: Tak Sesuai Filosofi

Rasmus Hojlund sebenarnya masih mendapat kesempatan bermain di era Amorim. Namun, statusnya sebagai striker utama perlahan tergerus.
Pada bursa transfer musim panas, Hojlund dilepas ke Napoli dengan status pinjaman. Sejak saat itu, relasi keduanya makin dingin.
Amorim secara terbuka menjelaskan bahwa ia membutuhkan penyerang dengan pergerakan cerdas dan reaksi cepat. Pernyataan tersebut dianggap sebagai sindiran langsung kepada Hojlund.
Striker Denmark itu pun membalas lewat media sosial. Beberapa unggahan bernada satir menunjukkan bahwa hubungannya dengan Amorim benar-benar berakhir buruk.
Kobbie Mainoo: Bakat Muda yang Terpinggirkan

Minimnya menit bermain Kobbie Mainoo menjadi salah satu keputusan Amorim yang paling disorot. Gelandang muda itu hanya sekali menjadi starter sepanjang musim.
Keputusan tersebut kontras dengan performa Mainoo sebelumnya, termasuk kontribusinya di Euro 2024 dan final Piala FA. Banyak pihak menilai Amorim terlalu cepat mengesampingkannya.
Amorim disebut meragukan kecepatan Mainoo untuk bermain di lini tengah dengan formasi dua gelandang. Penilaian ini memicu perdebatan di kalangan penggemar.
Ketidakpuasan keluarga Mainoo bahkan sempat terlihat di tribun kala sang kakak memakai sebuah kaus bertuliskan 'Free Kobbie Mainoo' alias 'Bebaskan Kobbie Mainoo'. Isyarat tersebut mencerminkan ketegangan yang akhirnya ikut mewarnai akhir masa Amorim di MU.
Klasemen Liga Inggris
(Bola/Mirror)
Baca Juga:
Alasan Emosional Nicky Butt Tolak Enzo Maresca Gantikan Amorim: Saya Fans MU, Bukan Man City!
Analisis Manchester United: Mengapa Pengganti Amorim Punya Peluang Sukses Lebih Besar?
7 Dosa Besar Ruben Amorim di Manchester United: Taktik Batu hingga Perang Terbuka dengan Legenda
Apakah Mungkin Bruno Fernandes Tinggalkan Old Trafford Setelah Ruben Amorim Dipecat MU?
Ranking Manajer Manchester United Pasca-Ferguson: Amorim Terburuk, Mourinho Tak Tergoyahkan
5 Pertandingan yang Tentukan Akhir Era Ruben Amorim di Manchester United
9 Manajer yang Bisa Gantikan Ruben Amorim di Manchester United: 3 Mantan Pemain jadi Calon Ideal?
Dari Moyes hingga Ruben Amorim: 10 Manajer yang Gagal Mengembalikan Aura Sir Alex di Manchester United
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pedas! Gary Neville Tuding Bruno Fernandes Sebagai 'Pengkhianat'
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 14:55
-
Unai Emery Tutup Pintu untuk Gabung Manchester United
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 14:52
-
Michael Carrick Pimpin Sesi Latihan MU Hari Ini, Gak Jadi Dipecat?
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 14:42
-
Mikel Arteta Ingatkan Arsenal, Fleetwood Town Bisa Jadi Ancaman di Carabao Cup
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 14:22
-
Michael Carrick Selamat dari Pemecatan, Manchester United Masih Beri Kesempatan
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 13:42
LATEST UPDATE
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
News 27 Oktober 2026, 17:27
-
Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 15:49
-
Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 15:42
-
Christian Pulisic Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan hingga 2031
Liga Italia 27 Oktober 2026, 15:02
-
Pedas! Gary Neville Tuding Bruno Fernandes Sebagai 'Pengkhianat'
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 14:55
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







