Debut Darren Fletcher di Man Utd: Sepak Bola Menyerang Sudah Terlihat
Dimas Ardi Prasetya | 8 Januari 2026 10:24
Bola.net - Manchester United harus puas berbagi poin saat bertandang ke Turf Moor pada pekan ke-21 Liga Inggris 2025/2026, Kamis (08/01/2026) dini hari WIB. Laga melawan Burnley itu berakhir imbang 2-2 dalam debut Darren Fletcher sebagai pelatih interim.
Setan Merah sempat tertinggal lebih dulu akibat gol bunuh diri Ayden Heaven pada menit ke-13. Situasi tersebut memaksa United bermain lebih agresif sejak awal laga.
Respons MU datang di babak kedua lewat aksi Benjamin Sesko yang mencetak dua gol cepat. United bahkan sempat berbalik unggul sebelum kembali lengah di lini belakang.
Gol penyama kedudukan Burnley yang dicetak Jaidon Anthony membuat MU gagal membawa pulang kemenangan. Namun di balik hasil itu, ada hal menarik dari pendekatan taktik Fletcher.
Fletcher Menginginkan Permainan yang Fluid

Sebelum lawan Burnley, Darren Fletcher menegaskan bahwa ia ingin Manchester United bermain lebih fluid alias fleksibel. Pendekatan ini terlihat dari cara MU membangun serangan dan mengatur pergerakan antarlini.
United tidak terpaku pada satu pola serangan statis. Para pemain diberi kebebasan untuk saling bertukar posisi dan memanfaatkan ruang yang muncul.
Fletcher menekankan pentingnya kecerdasan pemain dalam mengambil keputusan di lapangan. Ia percaya pengalaman skuadnya bisa menjadi pembeda dalam situasi tertentu.
Berbicara kepada MUTV, Fletcher mengatakan: "Taktik bersifat fleksibel baik saat menguasai bola maupun tidak. Kami menginginkan pergerakan, kami menginginkan rotasi, kami harus memanfaatkan ruang yang diberikan lawan."
Ia menambahkan, "Tetapi para pemainlah yang berada di lapangan yang harus memberikan hasil. Kami memiliki beberapa pemain yang cerdas dan berpengalaman. Jika mereka melihat sesuatu, saya percaya mereka memiliki otonomi untuk memanfaatkannya."
Perubahan Taktik Manchester United

Debut Fletcher juga ditandai dengan perubahan signifikan pada sistem permainan. Ia langsung meninggalkan pendekatan tiga bek yang sebelumnya diterapkan Ruben Amorim.
Manchester United kini tampil dengan formasi 4-3-2-1 yang lebih konvensional. Skema ini memberi keseimbangan lebih jelas antara bertahan dan menyerang.
Diogo Dalot dan Luke Shaw kembali menempati posisi natural sebagai fullback. Bruno Fernandes juga dikembalikan ke peran gelandang serang yang memberinya ruang berkreasi.
Ada kejutan dalam pemilihan posisi pemain sayap. Matheus Cunha dipercaya bermain di kanan, sementara Patrick Dorgu mengisi sisi kiri tapi dalam skema yang lebih cair di mana keduanya kadang terlibat bertukar posisi.
Manchester United Tampil Fluid dan Ofensif

Perubahan pendekatan tersebut langsung terlihat di atas lapangan. United bermain lebih berani dan terus menekan Burnley sepanjang laga. Beberapa pemain MU pun tampil lebih bersinar.
Di antaranya Bruno Fernandes yang tampil dominan dan menjadi motor serangan utama. Ia menciptakan sejumlah peluang dengan kemampuannya mengumpan dan mencari lalu mengisi ruang kosong antar lini sebelum akhirnya mencatatkan satu assist krusial untuk gol pertama Sesko.
Benjamin Sesko menjadi ancaman utama di lini depan dengan delapan percobaan tembakan dan menunjukkan mengapa ia dibeli dengan mahal. Dua golnya bahkan nyaris berkembang menjadi hattrick jika penyelesaian akhirnya lebih klinis.
Kemudian Patrick Dorgu juga tampil apik di sisi sayap, khususnya ketika beroperas di sektor kiri. Ia memproduksi satu assist dan nyaris mencetak satu gol.
Secara keseluruhan, MU melepaskan 30 tembakan dengan 10 mengarah ke gawang meski secara permainan kurang memuaskan. Sayangnya penampilan solid kiper lawan serta dua penyelamatan di garis gawang membuat keunggulan United tak bertambah.
Taktik Menyerang Fletcher Masih Perlu Polesan

Secara filosofi, debut Darren Fletcher memperlihatkan arah permainan yang jelas. Manchester United berusaha tampil menyerang, cair, dan agresif sepanjang laga meski belum benar-benar sesuai harapan.
Selain itu kelemahan di momen transisi bertahan masih menjadi pekerjaan rumah besar. Hasil imbang ini menegaskan bahwa ide Fletcher sudah terlihat, tetapi implementasinya masih butuh waktu.
Selain itu, mengingat Fletcher harus menangani skuad secara dadakan, yang sebelumnya bermain dengan taktik berbeda, plus absennya beberapa pemain pilar, hasil yang didapat di markas Burnley terbilang cukup bagus. Fans Manchester United bisa menantikan laga berikutnya dengan antusias.
Klasemen Liga inggris
Baca Juga:
- 5 Peluang, 3 Tembakan, 1 Assist vs Burnley: Kebangkitan Patrick Dorgu yang Menampar Ruben Amorim
- Rapor Pemain Man Utd Kontra Burnley: Sesko Tampil Cemerlang, Satu Pemain Mengecewakan
- 6 Pelajaran Burnley vs Man Utd: Bye Taktik Warisan Amorim, Sesko Unjuk Kelas, Lacey Curi Perhatian
- Masterclass Bruno Fernandes di Laga Burnley vs Man Utd: Main di No 10, Bikin 1 Assist dan 2 Peluang Emas
- Burnley vs Man Utd: Misteri Menit 61, Mengapa Bruno Fernandes Ditarik Keluar?
- Man of the Match Burnley vs Manchester United: Benjamin Sesko
- 5 Alasan Ole Gunnar Solskjaer Ideal Jadi Manajer Interim Manchester United: Sudah Paham Luar Dalam Setan Merah
- Hasil Burnley vs Man United: Dua Gol Benjamin Sesko Warnai Debut Darren Fletcher
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Faktor yang Membuat Man United-nya Carrick Belum Terkalahkan
Liga Inggris 25 Februari 2026, 16:15
-
Tak Lagi Percaya Di Gregorio, Juventus Intip Peluang Gaet Alisson dari Liverpool
Liga Italia 25 Februari 2026, 15:23
-
Jelang Juventus vs Galatasaray, Di Gregorio Dapat Ancaman Serius Dari Juventini
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:56
LATEST UPDATE
-
Ricuh Kartel, Presiden FIFA Jamin Meksiko Aman Jadi Tuan Rumah Piala Dunia
Piala Dunia 25 Februari 2026, 17:17
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di MOJI, 25-26 Februari 2026
Liga Champions 25 Februari 2026, 17:17
-
5 Faktor yang Membuat Man United-nya Carrick Belum Terkalahkan
Liga Inggris 25 Februari 2026, 16:15
-
Tak Lagi Percaya Di Gregorio, Juventus Intip Peluang Gaet Alisson dari Liverpool
Liga Italia 25 Februari 2026, 15:23
-
Jelang Juventus vs Galatasaray, Di Gregorio Dapat Ancaman Serius Dari Juventini
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:56
-
Juventus vs Galatasaray: Tertinggal 2-5, Del Piero Ragu Bianconeri Bisa Lewati Cimbom?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:35
-
Tempat Menonton PSG vs Monaco: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:31
-
Tempat Menonton Juventus vs Galatasaray: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:21
-
Santiago Bernabeu Membara! Real Madrid vs Benfica: Duel Hidup Mati Menuju 16 Besar UCL
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:17
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Benfica: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:12
-
Jadwal Lengkap German Open 2026 dan Link Streaming di Vidio
Bulu Tangkis 25 Februari 2026, 14:11
-
Prediksi Susunan Pemain PSG vs Monaco: Juara Bertahan Incar Tiket 16 Besar
Liga Champions 25 Februari 2026, 13:57
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58



