5 Alasan Ole Gunnar Solskjaer Ideal Jadi Manajer Interim Manchester United: Sudah Paham Luar Dalam Setan Merah

5 Alasan Ole Gunnar Solskjaer Ideal Jadi Manajer Interim Manchester United: Sudah Paham Luar Dalam Setan Merah
Ole Gunnar Solskjaer di laga Manchester United vs Liverpool, Minggu (24/10/2021) (c) AP Photo

Bola.net - Manchester United kembali berada di persimpangan setelah memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Ruben Amorim. Di tengah situasi penuh tekanan tersebut, nama Ole Gunnar Solskjaer mendadak mencuat sebagai kandidat kuat manajer interim yang siap kembali ke Old Trafford.

Media Norwegia, Verdens Gang (VG), melaporkan bahwa Solskjaer telah melakukan pembicaraan dengan pihak Manchester United terkait peran caretaker.

Bahkan, disebutkan negosiasi kontrak tengah berlangsung dan berpotensi rampung dalam waktu dekat. Jika terealisasi, ini akan menjadi comeback sensasional sang legenda klub ke Theatre of Dreams.

Berikut lima alasan mengapa kembalinya Ole Gunnar Solskjaer dinilai tepat untuk Manchester United hingga akhir musim 2025/26.

1 dari 6 halaman

Lebih Matang dan Berpengalaman

Lebih Matang dan Berpengalaman

Ole Gunnar Solskjaer saat masih menjabat manajer Manchester United (c) MUFC Official

Solskjaer bukan sosok asing bagi Manchester United dalam situasi krisis. Ia pernah menjalani peran serupa pada 2018 setelah pemecatan Jose Mourinho dan sukses menstabilkan tim sebelum diangkat sebagai manajer permanen.

Kini, dengan pengalaman tambahan dari masa kepelatihannya secara penuh di United serta sempat menangani Besiktas, Solskjaer datang dengan perspektif yang lebih matang.

Situasi ini mirip dengan peran Ralf Rangnick sebagai figur berpengalaman yang mampu menjadi jembatan di masa transisi.

2 dari 6 halaman

Memberi Waktu bagi INEOS dan Sir Jim Ratcliffe

Memberi Waktu bagi INEOS dan Sir Jim Ratcliffe

Ole Gunnar Solskjaer saat masih menjabat manajer Manchester United (c) MUFC Official

Pemecatan Amorim jelas mengganggu rencana besar INEOS dan Sir Jim Ratcliffe, yang sebelumnya menunjuk pelatih asal Portugal itu sebagai bagian dari proyek jangka panjang.

Kehadiran Solskjaer sebagai caretaker bisa menjadi solusi sementara yang aman. Ia memberi ruang bernapas bagi manajemen untuk merancang suksesi permanen tanpa tekanan berlebihan dari publik dan suporter, sekaligus menjaga stabilitas klub hingga keputusan besar diambil.

3 dari 6 halaman

Mengembalikan Aura Positif di Old Trafford

Mengembalikan Aura Positif di Old Trafford

Pemain Manchester United Matheus Cunha tampak kecewa di lapangan seusai pertandingan Premier League melawan Wolverhampton, Rabu (31/12/2025). (c) AP Photo/Dave Thompson

Sebagai legenda klub dan figur yang dicintai fans, Solskjaer membawa aura positif yang sangat dibutuhkan United saat ini. Kenangan manis saat ia memimpin tim dalam periode caretaker 2018/19 masih membekas kuat di benak pendukung Setan Merah.

Di tengah suasana muram pasca-era Amorim, kehadiran Solskjaer berpotensi menghidupkan kembali optimisme suporter, terutama menjelang perjuangan di Piala FA dan persaingan menuju empat besar Liga Inggris.

4 dari 6 halaman

Kesempatan Kebangkitan bagi Solskjaer

Kesempatan Kebangkitan bagi Solskjaer

Ole Gunnar Solskjaer saat masih menjabat manajer Manchester United (c) MUFC Official

Bukan hanya United yang diuntungkan. Bagi Solskjaer sendiri, peran ini bisa menjadi titik balik karier. Setelah dipecat dari United pada 2021 dan mengalami periode sulit di Besiktas, namanya sempat meredup dari bursa pelatih top Eropa.

Menangani kembali Manchester United, meski hanya sebagai caretaker, bisa mengembalikan reputasinya di level elite dan membuka peluang baru di masa depan.

5 dari 6 halaman

Paham DNA dan Pemain Kunci United

Paham DNA dan Pemain Kunci United

Pemain Manchester United, Patrick Dorgu (tengah), merayakan gol dalam laga Premier League antara Manchester United vs Newcastle di Manchester, Inggris, Jumat, 26 Desember 2025 (c) AP Photo/Dave Thompson

Meski skuad United telah banyak berubah, Solskjaer masih mengenal sejumlah figur penting seperti Harry Maguire, Bruno Fernandes, dan Luke Shaw. Pemahamannya terhadap karakter klub dan “DNA Setan Merah” menjadi nilai tambah besar.

Ia juga diperkirakan akan meninggalkan pendekatan taktik Amorim dan kembali ke gaya bermain khas United, termasuk penggunaan formasi empat bek yang lebih familiar bagi para pemain.

Sumber: United In Focus