Dipaksa Sampai Batas, Declan Rice 'Gendong' Arsenal dengan Kondisi Lutut Bermasalah

Richard Andreas | 4 Januari 2026 17:57
Dipaksa Sampai Batas, Declan Rice 'Gendong' Arsenal dengan Kondisi Lutut Bermasalah
Selebrasi Declan Rice di laga Bournemouth vs Arsenal, Minggu (04/01/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Bola.net - Declan Rice bermain dengan kondisi fisik yang jauh dari ideal, tapi justru menjadi pembeda bagi Arsenal dalam pertandingan terbaru, Minggu 4 Januari 2026.

Gelandang timnas Inggris itu mencetak dua gol krusial saat The Gunners menaklukkan Bournemouth 3-2 dan menjauh enam poin di puncak klasemen Premier League.

Advertisement

Kemenangan ini terasa semakin istimewa karena Rice baru saja diragukan tampil akibat masalah lutut.

Bagi Mikel Arteta, penampilan Rice bukan sekadar soal gol, melainkan cerminan mentalitas juara yang ingin ia tanamkan di ruang ganti Arsenal.

1 dari 4 halaman

Dipaksa Hingga Batas, Tetap Jadi Penentu

Dipaksa Hingga Batas, Tetap Jadi Penentu

Pemain Arsenal, Declan Rice (kanan), merayakan gol bersama rekan setimnya dalam pertandingan Premier League melawan Bournemouth, Minggu (4/1/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Declan Rice sempat absen pada laga sebelumnya karena cedera lutut. Kondisinya bahkan masih bengkak hingga menjelang pertandingan, membuat kehadirannya di starting XI Arsenal di markas Bournemouth menjadi tanda tanya besar.

Arteta mengakui bahwa Rice benar-benar memaksakan diri. Sang gelandang bermain selama 96 menit penuh dan tetap mampu menjaga intensitasnya di lini tengah, sebelum akhirnya muncul sebagai penentu hasil.

“Declan Rice kesulitan dalam beberapa hari terakhir, tapi dia terus mendorong dirinya sendiri dan memastikan bisa bermain,” kata Mikel Arteta.

“Dia bermain 96 menit, mencetak dua gol, dan menjadi salah satu pemain terbaik di lapangan. Inilah mentalitas yang kami butuhkan dari semua orang.”

2 dari 4 halaman

Brace Langka yang Mengubah Jalannya Laga

Brace Langka yang Mengubah Jalannya Laga

Declan Rice mencetak gol di laga Bournemouth vs Arsenal, Minggu (04/01/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Dua gol ke gawang Bournemouth membawa Arsenal unggul dari posisi imbang 1-1 menjadi 3-1, setelah Gabriel lebih dulu menyamakan kedudukan. Bagi Rice, itu adalah momen yang jarang terjadi dalam kariernya.

Sepanjang 375 penampilan senior di level klub, ini baru kali kedua Rice mencetak lebih dari satu gol dalam satu pertandingan. Sebelumnya, ia melakukannya lewat dua gol tendangan bebas spektakuler ke gawang Real Madrid musim lalu.

“Saya pernah berada di situasi mencetak satu gol dan ingin menambah gol kedua tapi tidak terjadi. Sekarang akhirnya terjadi,” ujar Rice kepada BBC.

Ia juga mengaku terkejut saat mengetahui bahwa itu adalah brace pertamanya di laga liga. “Itu statistik yang gila. Saya belum banyak mencetak gol musim ini, jadi mencetak dua gol di kemenangan penting ini rasanya sangat spesial.”

3 dari 4 halaman

Pengakuan untuk Salah Satu Gelandang Terbaik

Penampilan Rice mendapat pujian luas, termasuk dari mantan striker Inggris Jermain Defoe yang menjadi pundit di Match of the Day. Ia menilai kontribusi Rice tidak hanya terlihat saat menyerang, tetapi juga ketika Arsenal bertahan.

“Saya pikir itu sebuah masterclass,” kata Jermain Defoe. “Baik dengan maupun tanpa bola, dia sangat bagus. Dia memenangkan banyak bola kedua, posisi bermainnya sangat cerdas. Dia jelas termasuk gelandang terbaik di Eropa.”

Arteta pun tak ragu saat ditanya apakah Rice layak disebut sebagai salah satu gelandang terbaik dunia. “Bagi saya, iya,” tegasnya.

“Dia terus menambahkan hal-hal baru ke dalam permainannya. Saya tidak melihat batasnya karena masih banyak area yang bisa ia tingkatkan, dan dia ingin terus berkembang.”

4 dari 4 halaman

Konsistensi dan Peran Baru yang Membuatnya Bersinar

Sejak bergabung dari West Ham dengan nilai transfer sekitar 100 juta pounds, Rice perlahan berevolusi. Musim ini ia lebih sering beroperasi sebagai gelandang yang lebih menyerang dibandingkan peran defensifnya di masa lalu.

Data menunjukkan betapa besarnya pengaruh Rice. Ia telah mencatatkan 146 umpan ke dalam kotak penalti, terbanyak di Premier League musim ini. Ia juga masuk 10 besar liga untuk sentuhan bola, peluang tercipta, dan perebutan kembali penguasaan bola.

Di internal Arsenal, Rice menjadi pemain teratas untuk umpan pemecah lini pertahanan lawan, termasuk saat dia membawa bola sendiri. Dengan empat gol liga musim ini, hanya Viktor Gyokeres dan Leandro Trossard yang mencetak lebih banyak gol untuk The Gunners.

LATEST UPDATE