Dua Gol Haaland Tak Cukup Selamatkan Man City, Pertanda Belum Bisa Bangkit?
Richard Andreas | 3 Oktober 2025 06:59
Bola.net - Musim ini, Manchester City kembali menghadapi pertanyaan besar: apakah mereka sudah kembali ke bentuk terbaiknya? Setelah bertahun-tahun mendominasi, penurunan performa musim lalu membuat publik bertanya-tanya apakah era dominasi City sudah mulai meredup.
Hasil imbang 2-2 melawan AS Monaco di Liga Champions hanya memperpanjang keraguan itu. Meski tampil baik di beberapa momen, City tetap rentan dan gagal menutup laga meski sudah unggul lebih dulu. Penalti di menit akhir membuat kemenangan yang sudah di depan mata sirna begitu saja.
Pep Guardiola dan Bernardo Silva sempat ditanya soal performa tim sebelum pertandingan. Jawaban mereka menggambarkan kebingungan: City terlihat bagus di beberapa aspek, tapi masih belum stabil. Hal ini juga tercermin di laga kontra Monaco.
Dua gol Erling Haaland seolah jadi bukti potensi besar City, namun celah di lini belakang dan kegagalan menjaga konsistensi menunjukkan pekerjaan rumah besar bagi Guardiola. Lantas, apakah City benar-benar sudah "kembali"?
Pep Guardiola Puas, Tapi City Masih Gagal Menang

Manchester City tampil dominan dalam beberapa fase laga di Stade Louis II, namun tak mampu mempertahankan keunggulan. Dua kali unggul, dua kali pula mereka disamakan. Gol penalti Eric Dier di menit akhir membuat City harus puas dengan skor 2-2.
Guardiola menilai timnya bermain bagus secara keseluruhan. "Kami bermain sangat baik. Kami menciptakan banyak peluang dan hanya kebobolan sedikit. Saya senang dengan performa tim," ujarnya. Namun, sang manajer juga mengakui kelemahan di momen akhir, terutama saat gagal mengantisipasi bola mati.
Pelatih asal Spanyol itu menilai, secara peluang, City layak menang. Tapi hasil di lapangan berkata lain. Ini menjadi cerminan bahwa meski performa meningkat dibanding musim lalu, City masih belum mencapai level terbaik mereka.
Guardiola mencoba mengambil sisi positif, namun fakta bahwa City belum menang dalam lima laga tandang terakhir di Liga Champions jelas menjadi catatan serius.
Erling Haaland Masih Garang, Tapi Tak Cukup Selamatkan City
Satu hal yang masih bisa diandalkan dari Manchester City adalah ketajaman Erling Haaland. Striker asal Norwegia itu mencetak dua gol brilian, menunjukkan kelasnya sebagai penyerang nomor 9 terbaik dunia.
Gol pertama Haaland lahir dari umpan cerdas Josko Gvardiol. Dengan gerakan cepat di antara tiga bek Monaco, Haaland menuntaskan peluang dengan sontekan halus melewati kiper Philipp Kohn. Gol kedua bahkan lebih indah: sundulan kuat hasil membaca arah bola silang lambat dari Nico O'Reilly.
Pep Guardiola memuji penyerangnya itu. "Atletisme Haaland luar biasa. Dia membuat hal sulit tampak mudah," kata sang pelatih. Namun dua gol tersebut tak cukup memastikan kemenangan.
Haaland sendiri justru lebih kritis. Usai laga, ia mengatakan tim "butuh lebih banyak energi" dan mengaku City "tidak pantas menang". Perbedaan pandangan antara pelatih dan pemain ini menggambarkan keresahan yang belum terselesaikan di dalam skuad.
Masalah Tandang dan Inkonsistensi Masih Jadi PR Besar

Hasil imbang kontra Monaco memperpanjang rekor buruk City di laga tandang Eropa. Mereka belum menang dalam lima laga tandang terakhir Liga Champions, catatan yang tentu tidak biasa bagi tim sekelas City.
Guardiola mengakui bahwa hasil ini tak cukup. "Kami sudah dekat dengan kemenangan, tapi kalah dalam duel bola panjang dan tidak bisa menjaga transisi dengan baik," ungkapnya. "Hanya itu yang kurang dari kami malam ini."
Selain masalah hasil, inkonsistensi performa juga menjadi tanda tanya besar. Dengan sejumlah pemain baru dan hengkangnya beberapa pemain kunci, City tampak masih mencari keseimbangan ideal. Mereka tidak seburuk musim lalu, tapi juga belum sekuat masa keemasan sebelumnya.
Dengan laga tandang sulit ke Villarreal, Real Madrid, dan Bodo/Glimt menanti, City dituntut segera menemukan bentuk terbaik jika ingin mengulang kesuksesan di Eropa.
City Masih di Persimpangan: Belum Jatuh, Tapi Belum Bangkit
Musim ini terasa seperti masa transisi bagi Manchester City. Mereka bukan lagi tim yang tak tersentuh, tapi juga belum sepenuhnya rapuh. Dengan Haaland di lini depan dan Guardiola di pinggir lapangan, kualitas tetap tinggi, tapi aura dominan yang dulu sempat membuat lawan gentar, kini mulai pudar.
City berada di persimpangan antara masa kejayaan dan upaya membangun kembali supremasi. Mereka tak buruk, tapi juga belum cukup baik untuk disebut kembali.
Pertanyaan besar pun masih menggantung: kapan Manchester City yang dulu benar-benar kembali? Jawabannya mungkin baru akan terlihat seiring waktu dan hasil laga tandang berikutnya akan menunjukkan situasi sebenarnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
LATEST UPDATE
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
-
Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:43
-
Hasil Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pedro Acosta Menang, Marc Marquez Posisi ke-2
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:34
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



