Evra: Rafael Bakal Bangkit

Editor Bolanet | 16 April 2010 08:00
Evra: Rafael Bakal Bangkit
Rafael (c)daylife
- Patrice Evra merasa yakin kalau rekan setimnya, Rafael da Silva bakal bangkit dari trauma kartu merahnya saat melawan Bayern Munich dan akan menjadi salah satu bek kanan terbaik yang dimiliki Manchester United.

Banyak pihak menuding diusirnya di awal babak kedua pada laga perempat final Liga Champions di Old Trafford beberapa pekan lalu, membuat United kehilangan kendali permainan sehingga harus tersingkir dari kompetisi antar klub tertinggi di Eropa tersebut.

Namun yang sempat mengalami problem yang sama ketika pertama kali datang ke Old Trafford, percaya timnya masih bisa memetik hasil positif di sisa kompetisi sekaligus meyakinkan kalau ia ditakdirkan untuk menjadi besar.

"Itu pengalaman yang bagus untuk dan ia pasti akan menjadi pemain yang lebih baik setelah apa yang terjadi padanya," papar .

"Ketika ia mendapatkan sejumlah pengalaman, kelasnya akan menjadi berbeda. Saya tahu mental , ia memiliki rasa lapar akan gelar. Ini hanya bagian dari proses pengembangan."

"Ia akan menjadi salah satu bek kanan terbaik yang pernah dimiliki Manchester United," imbuh mengingat kembali pengalamannya ketika ia kali pertama diboyong United dari Januari 2005 silam. Saat itu ia sudah lebih tua dan lebih berpengalaman ketimbang , namun tetap saja ia mengalami masa-masa sulit yang disebutnya sebagai 'tamparan di wajahnya'.

"Ketika saya datang ke sini saya sudah berusia 24 tahun. Saya sudah bermain untuk timnas Prancis dan mencapai final Liga Champions bersama Monaco," lanjut .

"Namun enam bulan pertama amatlah sulit. Itu bagaikan tamparan keras di muka saya. Namun saya punya cukup pengalaman dan karakter untuk melakukan hal yang jauh lebih baik serta menunjukkan alasan mengapa United membeli saya dari Monaco."

" melakukan hal yang, dengan pengalaman lebih banyak, mungkin takkan ia lakukan. Namun saya tak yakin. Seseorang mungkin saja melakukan hal yang sama di usia 32 tahun," tutur menyikapi kartu kuning perdana yang dianggap sebagian orang tak perlu terjadi.

"Intinya adalah Anda harus melakukan kesalahan untuk menjadi seorang pemain besar. Anda akan belajar. Anda harus memiliki mental yang kuat karena setiap orang bisa saja melakukan kebodohan." (espn/row)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE