Fakta Menarik Gol Set Piece di Premier League: Arsenal Rajanya Jumlah, Man United Jawara Efisiensi

Ari Prayoga | 4 Februari 2026 19:50
Fakta Menarik Gol Set Piece di Premier League: Arsenal Rajanya Jumlah, Man United Jawara Efisiensi
Selebrasi Casemiro usai mencetak gol dalam laga Manchester United vs Fulham di Premier League, Minggu (1/2/2026). (c) PA via AP Photo/Martin Rickett

Bola.net - Arsenal kerap mendapat pujian atas ketajaman mereka dalam memanfaatkan situasi bola mati musim ini. Di bawah arahan Mikel Arteta, dengan dukungan staf pelatih termasuk spesialis set piece Nicolas Jover, skema tendangan sudut dan bola mati lainnya menjelma menjadi senjata mematikan The Gunners.

Secara kuantitas, Arsenal memang berada di puncak. Klub asal London Utara itu telah mencetak 17 gol dari situasi bola mati di Premier League musim ini, terbanyak dibandingkan tim lain. Manchester United menyusul di posisi kedua dengan 14 gol, sementara tim-tim lain berada cukup jauh di belakang.

Advertisement

Tak hanya tajam saat menyerang, Arsenal juga solid dalam bertahan. Mereka baru kebobolan lima gol dari situasi set piece, catatan yang menyamai Everton dan Tottenham, serta hanya kalah dari Brentford yang baru kemasukan empat gol.

1 dari 4 halaman

Efisiensi Manchester United

Efisiensi Manchester United

Selebrasi skuad Manchester United di laga lawan Burnley di Liga Inggris 2025/26, Kamis (08/01/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Namun, data menarik justru menunjukkan fakta berbeda jika berbicara soal efisiensi. Meski memimpin klasemen dan unggul dalam jumlah gol bola mati, Arsenal ternyata bukan tim paling efektif dalam memaksimalkan peluang dari situasi tersebut.

Rekor efisiensi terbaik justru dipegang Manchester United. Berdasarkan data yang dirilis The Athletic, Setan Merah mampu mencetak delapan gol dari setiap 100 situasi bola mati yang mereka dapatkan musim ini, tertinggi di Premier League.

Performa ini menjadi salah satu peningkatan signifikan United. Di tengah berbagai catatan kurang memuaskan pada era sebelumnya, kemampuan memanfaatkan tendangan sudut dan bola mati justru berkembang pesat. Tren positif itu berlanjut hingga kini, termasuk setelah gol pembuka Casemiro ke gawang Fulham akhir pekan lalu.

Arsenal sendiri berada di peringkat kedua soal efisiensi dengan catatan 7,3 gol per 100 set piece. Label “set piece FC” yang kerap disematkan kepada The Gunners nyatanya masih relevan, meski secara rasio mereka sedikit di bawah United.

2 dari 4 halaman

Dominasi Klub London

Dominasi Klub London

Selebrasi pemain Arsenal merayakan gol bunuh diri Lisandro Martinez saat melawan Manchester United, Minggu 25 Januari 2026. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Dominasi klub-klub London terlihat jelas dalam lima besar efisiensi bola mati. Chelsea (6,7), Tottenham Hotspur (5,7), dan Fulham (5,5) melengkapi daftar teratas.

Sementara itu, Newcastle, Leeds United, dan Aston Villa menjadi tim non-London lain yang juga cukup efektif, masing-masing mencatat 5,1 gol per 100 situasi bola mati.

Di sisi sebaliknya, Brentford justru menjadi tim paling tidak efisien. Padahal, pelatih mereka Keith Andrews dikenal memiliki latar belakang sebagai pelatih set piece. Kenyataannya, The Bees hanya mampu mencetak 1,9 gol dari setiap 100 peluang bola mati, terendah di liga.

Wolverhampton, yang terpuruk di dasar klasemen, juga tak jauh lebih baik dengan rasio 2,5 gol. Nottingham Forest menyusul dengan 3,3 gol per 100 set piece, angka yang menempatkan mereka di zona terbawah untuk metrik ini.

3 dari 4 halaman

Liverpool Melempem

Liverpool Melempem

Skuad Liverpool merayakan gol Florian Wirtz ke gawang Newcastle, Minggu (01/02/2026). (c) AP Photo/Jon Super

Menariknya, Liverpool juga belum menonjol dalam aspek bola mati. The Reds hanya mencatat 3,4 gol per 100 situasi, bahkan kalah efisien dibanding rival sekota Everton yang berada di angka 3,5. Manchester City pun berada di paruh bawah daftar dengan 3,8 gol, diapit Burnley (3,6) dan Sunderland (4,0).

Statistik ini menegaskan satu hal: dominasi bola mati tak hanya soal seberapa banyak gol yang dicetak, tetapi juga seberapa efektif sebuah tim memaksimalkan setiap peluang.

Arsenal unggul dalam volume, namun Manchester United terbukti paling klinis ketika berbicara soal efisiensi di Premier League musim ini.

Sumber: The Athletic