Formula Bahagia Liam Rosenior: Kunci di Balik Ganasnya Lini Serang Chelsea

Afdholud Dzikry | 10 Februari 2026 08:18
Formula Bahagia Liam Rosenior: Kunci di Balik Ganasnya Lini Serang Chelsea
Selebrasi Joao Pedro dan Wesley Fofana bersama pemain Chelsea saat melawan West Ham di Premier League 2026. (c) AP Photo/Alastair Grant

Bola.net - Wajah Chelsea berubah total hanya dalam sebulan. Di bawah komando Liam Rosenior, The Blues bertransformasi menjadi mesin pemenang yang seolah lupa cara bermain dengan beban.

Tujuh kemenangan dari sembilan laga sejak penunjukan Rosenior pada 6 Januari lalu bukanlah sebuah kebetulan. Statistik ini menjadi bukti sahih bahwa ada energi baru yang sedang meledak di Stamford Bridge, terutama setelah kemenangan terbaru kontra Wolverhampton Wanderers akhir pekan lalu.

Advertisement

Catatan gol mereka pun tergolong mengerikan. Sebanyak 22 gol berhasil dilesakkan hanya dalam tempo singkat, dengan 11 pemain berbeda mencatatkan namanya di papan skor.

Angka-angka tersebut mencerminkan sebuah filosofi sederhana yang dibawa Rosenior: kebahagiaan. Baginya, hasil positif di lapangan merupakan buah manis dari suasana ruang ganti yang cair dan penuh antusiasme.

Pria yang baru seumur jagung memimpin London Barat ini meyakini bahwa aspek psikologis pemain adalah kunci utama di balik ledakan performa timnya saat ini.

1 dari 3 halaman

Antusiasme: Bahan Bakar Utama The Blues

Antusiasme: Bahan Bakar Utama The Blues

Selebrasi Enzo Fernandez (tengah) bersama pemain Chelsea usai mencetak gol kemenangan melawan West Ham, 1 Februari 2026. (c) AP Photo/Alastair Grant

Rosenior tak ragu memuji cara anak asuhnya menikmati setiap menit di lapangan hijau. Nama-nama seperti Cole Palmer hingga Enzo Fernandez kini terlihat bermain tanpa beban, sebuah pemandangan yang sempat langka di awal musim.

"Saya pikir Anda bisa melihatnya sendiri, entah itu Cole (Palmer), Joao (Pedro), Enzo (Fernandez), Moi (Caicedo), Andrey (Santos), hingga para pemain bertahan, mereka semua bermain dengan antusiasme yang nyata saat ini karena mereka menikmati sepak bola mereka," ujar Rosenior dengan nada puas.

Baginya, gairah di lapangan adalah fondasi yang tidak bisa dinegosiasikan dalam sepak bola modern. Tanpa rasa senang, intensitas permainan yang ia inginkan mustahil bisa tercapai.

"Sebagai pelatih, itu sangat menyenangkan untuk dilihat. Sebab, jika Anda bermain tanpa antusiasme, Anda tidak akan bermain dengan energi atau intensitas. Saat ini, segalanya terlihat bagus, tapi kami harus terus melanjutkannya," tegasnya menambahkan.

2 dari 3 halaman

Taktik Cair dan Ancaman dari Lini Belakang

Taktik Cair dan Ancaman dari Lini Belakang

Liam Rosenior, Pelatih Chelsea. (c) AP Photo/Gregorio Borgia

Satu hal yang membuat Chelsea sulit ditebak belakangan ini adalah keberanian para pemain belakang untuk ikut mengacak-acak kotak penalti lawan. Marc Cucurella dan Malo Gusto bukan lagi sekadar penjaga area sayap, melainkan ancaman nyata bagi kiper lawan.

Rosenior memang sengaja memberikan instruksi agar para full-back miliknya lebih agresif menusuk ke depan. Strategi ini terbukti jitu membuat pertahanan lawan kalang kabut karena arah serangan yang sangat bervariasi.

"Kami memiliki begitu banyak ancaman yang berbeda. Anda melihat Marc Cucurella dan Malo Gusto berada di kotak penalti dan mencoba mencetak gol, itulah sepak bola yang saya yakini," ungkap sang juru taktik.

Meski produktivitas timnya sedang meroket, Rosenior tetap menyoroti satu celah yang masih mengganjal di hatinya. Ia merindukan lebih banyak clean sheet demi menjaga keseimbangan permainan agar tidak terlalu terbuka saat diserang balik.

"Ketika Anda memiliki ancaman yang berbeda di lapangan, sangat sulit bagi lawan untuk menutupnya. Jadi saat ini ancaman gol kami sangat, sangat bagus. Saya hanya ingin lebih banyak clean sheet dan kami harus memastikan keseimbangan permainan kami tepat," tuturnya.

3 dari 3 halaman

Ujian Berat Menembus Tembok Leeds United

Ujian konsistensi itu hadir dalam waktu dekat saat Leeds United bertamu ke Stamford Bridge pada Rabu besok. Skuad asuhan Daniel Farke bukan lawan sembarangan; mereka hanya menelan dua kekalahan dari sepuluh laga terakhir di Liga Inggris.

Leeds dikenal memiliki pertahanan yang sangat alot sejak beralih ke sistem lima bek. Sejak pertengahan Desember, gawang tim berjuluk The Whites itu bahkan hanya pernah kebobolan lebih dari satu gol dalam dua pertandingan saja.

Menghadapi tembok kokoh tersebut, Rosenior enggan mengekang kreativitas para pemain elitnya. Ia lebih memilih memberikan kebebasan bagi individu untuk mengambil keputusan di momen-momen krusial.

"Bagi saya, alasan mengapa sebagian besar dari mereka adalah pemain top, elit, kelas dunia adalah karena mereka membuat keputusan hebat di momen yang tepat. Tugas saya bukan memberi tahu mereka harus berada di mana; tugas saya adalah menempatkan mereka di posisi di mana mereka dapat memengaruhi permainan dengan cara mereka sendiri," jelas Rosenior.

Namun, kebebasan itu tetap memiliki batas tegas dalam struktur tim. Rosenior berkaca pada babak kedua laga melawan Wolves, di mana timnya sempat kehilangan bentuk permainan akibat terlalu asyik menyerang tanpa memperhatikan transisi.

"Menjadi cair memiliki sisi positif dalam hal menjadi tidak terduga bagi lawan, tetapi jika Anda tidak memiliki struktur yang benar di belakangnya, Anda bisa menjadi sangat terbuka saat transisi. Melawan Wolves, ada aspek rotasi yang menyenangkan, namun di babak kedua kami tidak setia pada struktur. Itulah alasan mengapa performa kami tidak sebaik itu di babak tersebut," pungkasnya.

LATEST UPDATE