Gaji Telat, Operator Liga dan Asosiasi Pemain Dukung Tim Inggris Ini Mogok Main
Asad Arifin | 28 April 2019 00:45
Bola.net - - Operator kompetisi sepak bola Inggris, English Football League [EFL] bersikap tegas dengan kasus telat membayar gaji yang dilakukan Bolton. EFL memilih untuk menunda dua pertandingan klub yang tampil di Divisi Championship itu.
Akhir pekan ini, Bolton seharusnya dijadwalkan untuk menjalani laga melawan Brentford. Namun, laga ini urung digelar lantaran pihak Bolton diketahui telat dalam membayar gaji pemainnya pada bulan Maret lalu.
Selain laga melawan Brentford, satu laga lain juga ditunda oleh EFL. Laga tersebut yakni jadwal yang mempertemukan Bolton dengan Nottingham Forest.
"Menyusul kegagalan Bolton untuk memberi konfirmasi formal atas kemampuan untuk memenuhi kewajiban [gaji], pertandingan Championship melawan Brentford pada hari Sabtu tidak akan berjalan sesuai jadwal," tulis EFL dalam keterangan resmi, dikutip dari Sky Sports.
Keputusan tersebut diambil oleh EFL hanya 16 jam sebelum kick-off laga. Tentu saja kondisi ini sangat disesalkan oleh pihak Brentford. Sebab, mereka sudah siap bermain dan telah tiba di kandang Bolton.
Bagaimana sikap pemain Bolton dengan telatnya gaji mereka? Juga sikap sepak bola Inggris dengan kasus ini? Simak di bawah ini ya Bolaneters.
Klub Sudah Berusaha
Masalah finansial yang dialami oleh Bolton sesungguhnya bukan kali pertama terjadi. Beberapa waktu lalu kasus ini sempat mengemuka beberapa waktu lalu. Tepatnya pada bulan Februari. Namun, situasi tersebut kemudian bisa diatasi oleh petinggi klub dan bantuan dari berbagai pihak.
Tapi, situasi yang sama kembali terjadi. Kali ini para pemain Bolton masih belum menerima gaji untuk bulan Maret. Situasi cukup pelik. EFL dan pemilik Bolton yang baru, Laurence Bassini, telah melakukan beberapa pertemuan untuk mencari solusi.
Hanya saja, beberapa upaya yang sudah dilakukan tidak membuat Bolton mampu membayar gaji para pemainnya. Padahal, sesuai dengan kesepakatan EFL dan Laurence Bassini, harusnya klub membayar gaji pemain untuk bulan Maret paling lambat pada 24 April 2019 lalu.
"Meskipun sudah ada janji yang dibuat oleh manajer tim dan pemain senior di skuat, tidak ada dana yang tersedia untuk memungkinkan dipakai membayar staf atau pemain," tulis pernyataan resmi PFA.
"Dalam 10 hari terakhir, ada banyak uapya yang dilakukan oleh Laurence Bassini walaupun sampai saat ini tidak ada dana yang masuk," tandasnya.
EFL juga sedang menyiapkan hukuman bagi Bolton atas kelalaian mereka dalam membayar gaji pemain. "Bolton sekarang didakwa bersalah dan akan dibahas dalam Komisi Disiplin. EFL juga menimbang apakah semua laga sisa mereka akan tetap dimainkan atau tidak," sambung EFL.
Dukungan EFL dan PFA
Para pemain Bolton tentu saja tidak diam dan menerima kondisi yang mereka alami. Para pemain melapor pada Asosiasi Pemain Profesional atau PFA. Penggawa The Trotters pun sepakat untuk memboikot pertandingan.
Bukannya dilarang oleh pihak PFA atau EFL, aksi para pemain Bolton justru dapat dukungan penuh. Meskipun, di sisi lain mereka juga mengaku bersalah pada fans Bolton. Para pemain pun membuat permintaan maaf pada fans atas situasi yang terjadi.
"PFA sudah bekerja sama dengan klub dan kami sudah melakukan segala hal yang bisa untuk mengatasi masalah ini. Kami juga memberikan pinjaman kepada Bolton untuk membayar gaji pemain pada bulan Desember," tulis PFA dalam sikap resminya.
Bolton sendiri tampil buruk pada musim 2018/19. Mantan klub Premier League itu berada di papan bawah klasemen. Masih dua laga yang harus dimainkan di Divici Champions, tapi Bolton sudah tidak bisa selamat dari degradasi. Mereka akan turun kasta pada musim depan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
-
Manchester United Hidupkan Lagi Minat pada Bintang Berbakat Barcelona Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 22:18
-
Michael Carrick Tidak Terkejut Dirinya Tidak Jadi Dipecat Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:58
-
Michael Carrick Girang Kobbie Mainoo Sudah Pulih, Tapi Prihatin dengan Kondisi Sesko
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:40
LATEST UPDATE
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




