Kalah Beruntun di Premier League, Apa yang Salah dengan Man City?
Gia Yuda Pradana | 1 September 2025 10:16
Bola.net - Manchester City memulai musim ini dengan beban besar setelah gagal meraih trofi pada musim lalu. Situasi itu dianggap anomali mengingat mereka sebelumnya mendominasi Premier League dalam enam dari tujuh musim.
Investasi besar senilai sekitar £330 juta, atau lebih dari Rp7 triliun, di bursa transfer Januari dan musim panas membuat ekspektasi melambung tinggi. Publik menanti kebangkitan pasukan Josep Guardiola yang lebih bertenaga untuk merebut kembali gelar juara.
Namun, hasil di lapangan justru jauh dari harapan. Kekalahan 1-2 dari Brighton, setelah sebelumnya ditekuk Tottenham 0-2, menandai awal terburuk City di liga sejak 2004-2005.
Pola Lama yang Kembali Terulang
City sempat memberi harapan lewat kemenangan 4-0 atas Wolves di pekan perdana. Hasil itu seakan menutup luka dari musim lalu.
Sayangnya, kekalahan dari Brighton justru memperlihatkan gejala inkonsistensi yang belum hilang, padahal Erling Haaland sempat membawa tim unggul lebih dulu dengan gol ke-88-nya dalam penampilan ke-100 di Premier League.
Perubahan drastis Brighton melalui empat pergantian pemain menjadi titik balik pertandingan. Sejak itu, City kehilangan kendali hingga akhirnya kebobolan dua gol penentu.
"Kami kebobolan dua gol. Kami tampil luar biasa selama satu jam," ucap Guardiola kepada BBC Sport. "Setelah gol itu kami lupa bermain, kami hanya memikirkan konsekuensinya."
Rekor Buruk yang Menghantui
Start buruk ini membuat City tercatat dalam sejarah negatif Premier League. Hanya ada satu tim yang berhasil bangkit dari situasi serupa, yakni Manchester United musim 1992-1993 dalam format 42 pertandingan.
Bagi Guardiola, ini merupakan situasi yang asing. Dia selalu identik dengan konsistensi dan kedigdayaan sejak awal musim.
Mark Schwarzer, mantan kiper Chelsea, ikut menyoroti kondisi City. "Ada banyak pertanyaan tentang tim ini dan Guardiola. Apakah dia bisa membalikkan keadaan? Lubangnya semakin dalam," ujarnya.
Fakta ini menunjukkan City kini berada dalam tekanan besar sejak pekan-pekan awal. Mental tim harus teruji untuk bisa bangkit dari keterpurukan.
Taktik Pressing yang Jadi Bumerang
Masalah terbesar City tampak jelas dalam transisi tanpa bola. Pressing tinggi yang mereka terapkan justru membuka celah bagi lawan untuk menyerang dari sisi sayap.
Full-back yang ditugaskan menekan terlalu jauh membuat bek tengah keluar dari posisinya. Hal itu menyebabkan ruang kosong terbuka di lini belakang.
Contoh paling nyata terlihat saat Nathan Ake melawan Spurs dan Rico Lewis menghadapi Brighton. Kedua momen itu berujung peluang emas lawan yang berakhir dengan gol.
Pola ini sudah terbaca oleh lawan, dan City belum menemukan solusi efektif. Jika dibiarkan, kelemahan ini bisa menjadi jalan bagi lawan untuk terus mencuri poin.
Musim Panjang Menanti Guardiola
Guardiola berusaha tetap tenang menghadapi kritik. "Ini baru satu pertandingan. Musim masih panjang, kita akan lihat apa yang terjadi," katanya.
Namun, dua kekalahan beruntun tetap memberi alarm keras. City harus segera menemukan cara untuk menutup celah dan mengembalikan stabilitas permainan.
Rodri mungkin sudah kembali dan Haaland mulai tajam lagi, tapi keduanya belum cukup menutupi kelemahan struktural tim. Dibutuhkan perubahan nyata agar mereka bisa kembali ke jalur juara.
Jika tidak, musim panjang bisa menjadi lebih berat dari yang dibayangkan. Dan pertanyaan soal apa yang salah dengan Man City akan terus menghantui.
Sumber: BBC Sport
Klasemen Premier League/Liga Inggris
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Genoa vs Juventus: Serangan Tumpul, Vlahovic Pastikan Momentum Positif Berlanjut
Rayo vs Barcelona: Garcia Tembok di Lini Belakang, Yamal Pemain Kunci Blaugrana
Statistik Kemenangan AC Milan, Rekor Assist Luka Modric, dan Clean Sheet yang Bermakna
AC Milan: Modric Mendikte Tempo Permainan, Pertahanan Stabil Jadi Fondasi Kemenangan
Matheus Cunha Cedera di Laga MU vs Burnley, Dipastikan Batal Masuk Skuad Timnas Brasil
MU vs Burnley: Penampilan Energik Bryan Mbeumo di Sektor Sayap Menjadi Pembeda
MU vs Burnley: VAR yang Kontroversial, Penalti di Pengujung Laga, dan Fans yang Meradang
Di Balik Kemenangan Perdana Manchester United, Ada Benjamin Sesko yang Belum Mampu Unjuk Gigi
BRI Super League: Laga Persita vs Semen Padang juga Ditunda
Statistik Pemain Madrid vs Mallorca: Peran Penting Huijsen, Efektivitas Guler, Sengatan Vinicius
Kesabaran Jadi Kunci: Mastantuono Masih dalam Proses Adaptasi di Real Madrid
Vinicius Junior Kembali ke Jalur yang Benar
Vinicius Junior Bersinar, Real Madrid Menang, Xabi Alonso Tersenyum Lebar
Trent Alexander-Arnold Menjawab Kritik dengan Performa Gemilang dalam Kemenangan Real Madrid atas Mallorca
Madrid vs Mallorca: Los Blancos Belum Terbendung, Masih Sempurna di La Liga
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







