Kegagalan, Guru Terbaik Liverpool untuk Jadi Juara
Richard Andreas | 9 Juni 2020 05:20
Bola.net - Dua musim terakhir, Liverpool menjelma jadi salah satu tim terkuat di Eropa. Pasukan Jurgen Klopp itu menyuguhkan gaya bermain ofensif yang membuat mereka nyaris tak terkalahkan dan rajin memetik kemenangan besar.
Puncak pembuktian Liverpool pun bakal segera tiba, yakni dengan trofi Premier League 2019/20 ini. Gelar tersebut bakal menyempurnakan kualitas Liverpool yang musim lalu berhasil menjuarai Liga Champions.
Kendati demikian, sebelum kesuksesan dua tahun terakhir ini, sebenarnya Liverpool berulang kali tersandung dan gagal. Sang kapten, Jordan Henderson, mengakui langsung bahwa rekan-rekannya pernah terpuruk.
Apa kata Henderson? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Belajar dari Kegagalan
Trofi Liga Champions musim lalu itu merupakan trofi pertama yang dipersembahkan Jurgen Klopp selama empat tahun menukangi Liverpool. Artinya, The Reds tidak ujug-ujug jadi tim tangguh dalam waktu singkat.
Henderson pun tahu Liverpool sudah berulang kali gagal, bahkan mungkin terlalu sering. Mereka pun pernah gagal di final Liga Champions sebelum menjuarainya tahun lalu. Namun, justru kegagalan itulah yang menjadi guru terbaik.
"Tidak hanya final 2018 [UCL], tapi final-final sebelumnya yang pernah kami ikuti -- juga final Liga Europa kontra Sevilla, final Piala LIga ketika kami kalah dari Man City," ungkap Henderson di Liverpoolfc.com.
"Anda bisa belajar dari kegagalan itu dan justru meningkatkan hasrat Anda untuk memperbaiki semuanya dan berkembang."
Bukan Soal Kehebatan
Lebih lanjut, Henderson menjelaskan sedikit rahasia Liverpool yang mungkin tidak dipahami orang luar. Mereka menilai Liverpool kuat karena pemain-pemain tangguh, tapi tidak ada gunanya punya pemain top jika tidak mampu menumbuhkan semangat juang bersama.
"Jelas ada banyak pemain hebat dalam tim kami, tapi yang penting adalah bagaimana memandang mereka sebagai manusia, bagaimana sikap kami di runag ganti, bagaimana kedekatan kami," sambung Henderson.
"Jelas fans kami pun luar biasa, jadi ini terjadi hanya karena klub kami luar biasa dan dalam beberapa tahun terakhir kami telah memainkan sepak bola yang cukup baik," pungkasnya.
Sumber: Liverpoolfc
Baca ini juga ya!
Manchester United Intip Peluang Dapatkan Ansu Fati
Ketimbang Jadon Sancho, MU Dinilai Lebih Cocok Datangkan Kai Havertz
Curhat Ander Herrera yang Sakit Hati di-PHP MU
Ole Gunnar Solskjaer Optimistis MU Akhiri Musim 2019/20 dengan Trofi Juara
Alan Hansen Dipadukan Dengan Mark Lawrenson, Jadinya Virgil Van Dijk
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Diminati Juventus, Alisson Becker Putuskan Bertahan di Liverpool
Liga Inggris 4 Juni 2026, 12:23
-
Ibrahima Konate Gabung Real Madrid Tinggal Menunggu Pengumuman Resmi
Liga Spanyol 4 Juni 2026, 12:14
LATEST UPDATE
-
Jude Bellingham ke Liverpool? Legenda The Reds Beri Isyarat Menarik
Liga Inggris 4 Juni 2026, 18:29
-
Ketika 'Godzilla' Mengancam Serang Piala Dunia 2026
Piala Dunia 4 Juni 2026, 17:53
-
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026
Piala Dunia 4 Juni 2026, 17:02
-
Prediksi Paraguay vs Nikaragua 6 Juni 2026
Piala Dunia 4 Juni 2026, 17:01
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47












