Ketika Ruben Amorim Merasa Dikhianati Manajemen MU Soal Transfer Pemain

Afdholud Dzikry | 5 Januari 2026 08:05
Ketika Ruben Amorim Merasa Dikhianati Manajemen MU Soal Transfer Pemain
Pelatih Manchester United, Ruben Amorim bereaksi dari pinggir lapangan pada laga Liga Inggris melawan Wolves, 31 Desember 2025 lalu. (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Masa depan Ruben Amorim di Manchester United kini berada dalam ketidakpastian besar akibat retaknya hubungan dengan Jason Wilcox. Direktur teknik klub tersebut menjadi faktor kunci dalam situasi panas di Old Trafford saat ini.

Ketegangan internal ini disinyalir menjadi pemicu utama ledakan emosi sang pelatih usai laga melawan Leeds United, Minggu (4/1/2026) malam WIB. Hubungan yang tidak harmonis ini membuat posisi Amorim semakin terjepit.

Advertisement

Situasi di balik layar ternyata jauh lebih rumit dari sekadar hasil imbang di lapangan. Ada perang dingin perebutan pengaruh dan kebijakan yang sedang terjadi.

Amorim merasa kecewa berat karena janji dukungan manajemen di bursa transfer Januari mendadak berubah. Hal ini memicu ketidakpuasan mendalam dari pelatih berusia 40 tahun itu.

1 dari 4 halaman

Janji Manis yang diingkari

Janji Manis yang diingkari

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim. (c) AP Photo/Dave Thompson

Awalnya, Amorim percaya penuh bahwa United siap menyokongnya untuk mendatangkan pemain bintang pada Januari. Namun, realitas berkata lain saat kebijakan klub tiba-tiba bergeser.

Perubahan rencana ini dikabarkan datang langsung dari otoritas Jason Wilcox yang melapor ke CEO Omar Berrada. Amorim merasa dikhianati karena tidak mendapatkan amunisi yang dibutuhkannya.

Kekecewaan ini sebenarnya sudah tersirat saat Amorim menolak menjelaskan komentar lamanya soal anggaran. Ia menyadari posisinya sedang diawasi ketat.

"Saya tidak ingin membicarakan hal itu (perubahan anggaran transfer)," elak Amorim.

"Anda sangat pintar," tambahnya singkat saat didesak wartawan.

2 dari 4 halaman

Kasus Mainoo dan Keraguan Direksi

Kasus Mainoo dan Keraguan Direksi

Gelandang Manchester United, Kobbie Mainoo (c) AP Photo/Dave Shopland

Petinggi klub ternyata sudah memiliki keraguan terhadap Amorim bahkan sebelum drama konferensi pers di Leeds. Keraguan ini muncul akibat sikap Amorim yang dinilai terlalu temperamental.

Salah satu sumber gesekan terbesar adalah perbedaan pandangan mengenai nasib Kobbie Mainoo. Manajemen menolak keras ide untuk melepas gelandang muda tersebut.

Mainoo memang tidak menjadi pilihan utama di bawah taktik Amorim dan sedang menepi karena cedera. Namun, hierarki klub yakin pemain 20 tahun itu adalah aset masa depan yang tak boleh dijual.

Posisi Wilcox dalam konflik ini dinilai lebih kuat karena dukungan penuh dari CEO Omar Berrada. Christopher Vivell, kepala rekrutmen, bahkan dilaporkan mulai mempertanyakan taktik Amorim.

3 dari 4 halaman

Ledakan Amarah di Elland Road

Ledakan Amarah di Elland Road

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim. (c) AP Photo/Dave Thompson

Puncak dari segala frustrasi ini tumpah ruah dalam konferensi pers pasca laga kontra Leeds United. Amorim secara terbuka "menyemprot" departemen scouting dan direktur olahraga.

Ia menegaskan statusnya sebagai manajer yang memiliki otoritas penuh, bukan sekadar pelatih kepala. Ia menolak didikte hanya soal urusan teknis lapangan saja.

"Saya perhatikan kalian menerima informasi selektif tentang segalanya," buka Amorim dengan nada sinis.

"Saya datang ke sini untuk menjadi manajer Manchester United, bukan pelatih Manchester United. Itu jelas," tegasnya berapi-api.

4 dari 4 halaman

Ultimatum 18 Bulan

Amorim bahkan tak segan memberikan ultimatum mengenai durasi kerjanya di Old Trafford. Ia siap angkat kaki setelah kontraknya habis 18 bulan lagi.

Pernyataan ini seolah menjadi tantangan terbuka bagi dewan direksi untuk memecatnya atau membiarkannya bekerja. Ia menuntut semua elemen klub bekerja profesional.

"Setiap departemen, bagian scouting, direktur olahraga, perlu melakukan pekerjaan mereka. Saya akan melakukan pekerjaan saya selama 18 bulan dan kemudian kita move on," tuntutnya.

"Jika orang-orang tidak bisa menangani Gary Neville dan kritik atas segalanya, kita perlu mengubah klub," sindir Amorim sebelum meninggalkan ruangan.

LATEST UPDATE