Komentator Ini Kenang Kisah Man City Juara Tahun 2012: Agueerroooooo!
Richard Andreas | 6 April 2020 08:30
Bola.net - 13 Mei 2012, Manchester City mendobrak sejarah dengan menjuarai Premier League untuk pertama kalinya setelah 44 tahun. Gelar ini akan selalu dikenang sebagai langkah pertama Man City untuk menjadi klub sebesar saat ini.
Gelar juara itu begitu spesial karena segalanya harus dipertaruhkan sampai pertandingan terakhir. Man City bersaing ketat dengan Manchester United di puncak klasemen sementara, torehan poin mereka sama.
Pertandingan pemungkas pun digelar di waktu yang bersamaan, MU lawan Sunderland, Man City menjamu QPR. Saat itu pertandingan MU tuntas lebih cepat, mereka memimpin klasemen sementara dengan keunggulan 3 poin.
Pasalnya, saat itu Man City dalam kondisi tertinggal 1-2 sampai menit ke-90. Mereka mungkin gagal juara, bersiap kecewa. Namun, Edin Dzeko membawa harapan dengan mencetak gol di menit ke-90+2 untuk menyamakan kedudukan jadi 2-2.
Skor 2-2 ini membantu Man City, tapi jelas tidak cukup. MU tetap unggul 2 poin di puncak klasemen sementara, Man City harus mencetak gol lagi.
Saat itulah Sergio Aguero, striker terbaik dalam sejarah Man City, bangkit dan membuktikan kemampuannya untuk tim. Aguero mencetak gol di menit ke-90+4 untuk membawa Man City berbalik unggul 3-2 dan akhirnya jadi pemenang.
Gol inilah yang akan selalu diingat, termasuk oleh komentator pada pertandingan tersebut. Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneteres!
Kisah Martin Tyler
Salah satu komentator pada pertandingan bersejarah tersebut, Martin Tyler, mengingat kembali bagaimana pertandingan itu telah mengubah sejarah EPL. Kepada Sky Sports, dia bercerita bagaimana pertandingan itu benar-benar mencuri perhatian dunia.
"Anda mungkin tidak akan percaya bagaimana perjalanan Man City meraih gelar juara Premier League 2012 kecuali melihatnya sendiri. Jutaan penonton, termasuk komentator yang beruntung, punya privilese itu," buka Tyler.
"Pertandingan itu seharusnya mudah, Man City di puncak klasemen melawan QPR yang terancam degradasi. Namun, yang terjadi tidak semudah itu."
"Kekalahan bakal membantu rival mereka, Manchester United, untuk jadi juara. Man City terakhir juara pada tahun 1968 dan terancam membuang peluang emas. Babak pertama berjalan intens yang dirangkum dengan gol Pablo Zabaleta."
Tambahan Waktu 5 Menit
Saat itu pertandingan seakan-akan berhenti, seisi stadion menarik napas di menit ke-90. Man City tertinggal 1-2, wasit memberi tambahan waktu 5 menit, seharusnya cukup.
Tyler ingat betul saat itu Dzeko jadi salah satu pahlawan, yang sayangnya jarang dikenang sampai sekarang. Gol Dzeko megembalikan harapan untuk Man City.
"Ketika papan tambahan waktu lima menit itu muncul, Man City masih harus mencetak dua gol untuk memenangkan pertandingan dan meraih gelar juara. Peran Edin Dzeko dalam kisah ini sering diabaikan, sundulannya mengubah skor jadi 2-2," sambung Tyler.
"Duel MU kontra Sunderland sudah selesai dan pemain mereka fokus menonton duel di Etihad dari monitor di samping lapangan. Kemudian layar [Sky Sports] dibagi jadi dua di kedua lokasi, Man City masih bermain, MU hanya menonton."
Aguerrroooooo!
Lalu, layar kembali menampilkan tayangan penuh pertandingan Man City. Saat itulah Tyler melontarkan satu kata bersejarah yang dikenang sampai sekarang. Dia meneriakkan nama "Aguerrooooo!" setelah striker Argentina itu mencetak gol pemungkas.
"Lalu layar kembali menyangkan gambar penuh pertandingan, tepat ketika Mario Balotelli merebut bola untuk Man City dan menyodorkannya pada Sergio Aguero," lanjut Tyler.
"Ketika pemain Argentina itu menyentuh bola, saya sudah tahu dia akan mencetak gol. Saya lalu mengambil napas panjang dan... ya, Anda sudah tahu sisanya!"
Teriakan Paling Lantang
Sampai sekarang, cara Tyler meneriakkan nama Aguero itu terus dikenang di seluruh dunia. Dia mungkin tidak sadar bahwa suaranya telah jadi bagian dari sejarah Man City.
Tyler sendiri mengaku tidak akan pernah melupakan momen tersebut, yang masih dia ingat setiap kali mendatangi Etihad Stadium.
"Mark Hughes, pelatih QPR saat itu, berkata pada saya bahwa teriakan gol itu adalah momen paling bising yang pernah dia dengar di lapangan sepak bola," sambung Tyler.
"Saya tidak pernah bisa kembali ke Etihad Stadium tanpa memikirkan hal itu."
Klasemen Akhir
Kemenangan itu membawa Man City meraup 3 poin penuh, yang menggenapi total 89 poin mereka musim 2011/12. Angka tersebut sama dengan torehan MU, tapi Man City menang karena unggul selisih gol.
Man City dan MU benar-benar bersaing ketat musim itu. Duo Manchester ini sama-sama memetik 28 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 5 kekalahan.
Bagaimanapun, gelar juara ini telah jadi bagian sejarah Man City. Sejak saat itu mereka meraih tiga trofi lagi, termasuk dua kali beruntun pada musi 2017/18 dan 2018/19 lalu.
Sumber: Sky Sports
Baca ini juga ya!
Ketahuan Gelar Pesta 'Esek-Esek' di Tengah Pandemi Corona, Kyle Walker Minta Maaf
Manchester City Siap Sleding Real Madrid untuk Transfer Fabian Ruiz
Dulu Jagokan Liverpool, Zico Kini Favoritkan Atletico Untuk Jadi Juara Liga Champions
Manchester City Bidik Raphael Varane, Bagaimana Real Madrid?
Rashford Tak Senang Manchester City Kena Hukum UEFA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Everton vs Man Utd: Gol Menit 90+6 Buyarkan Kemenangan Setan Merah
Liga Inggris 6 September 2026, 22:01
-
Tempat Menonton Arsenal vs Chelsea di Premier League, 6 September 2026
Liga Inggris 6 September 2026, 21:15
-
Link Streaming Arsenal vs Chelsea 6 September 2026
Liga Inggris 6 September 2026, 20:00
-
Link Streaming Everton vs Manchester United, Minggu 6 September 2026
Liga Inggris 6 September 2026, 18:30
-
Mikel Arteta Segera Perpanjang Kontrak di Arsenal
Liga Inggris 6 September 2026, 16:47
LATEST UPDATE
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
-
Hasil Juventus vs AC Milan: Gol Telat Gatti Buyarkan Kemenangan Rossoneri!
Liga Italia 7 September 2026, 04:25
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
-
Tempat Menonton Juventus vs AC Milan di Serie A, 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:59
-
Link Streaming Juventus vs AC Milan 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:45
-
Man of the Match Valencia vs Barcelona: Fermin Lopez
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:30
-
Hasil Valencia vs Barcelona: Blaugrana Hancurkan Los Che 5-0 di Mestalla
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:18
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51

