Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Richard Andreas | 21 Januari 2026 13:30
Bola.net - Keputusan wasit pada laga derby Manchester kembali menjadi sorotan setelah tekel Diogo Dalot terhadap Jeremy Doku memicu perdebatan luas. Insiden itu terjadi saat Manchester United menang 2-0 atas Manchester City di Old Trafford.
Dalot hanya diganjar kartu kuning pada menit ke-11 meski tekel tersebut mengenai lutut Doku. Keputusan itu kemudian didukung VAR dan tetap dipertahankan hingga akhir pertandingan.
Di tengah kritik dari sejumlah mantan wasit, otoritas perwasitan Liga Inggris akhirnya angkat bicara. Petinggi wasit Premier League, Howard Webb, secara terbuka membela keputusan tersebut.
VAR Dinilai Tepat Tak Mengintervensi

Webb menegaskan VAR sudah bertindak sesuai pedoman ketika tidak mengoreksi keputusan wasit di lapangan. Menurutnya, kontak yang terjadi dalam tekel Diogo Dalot terhadap Jeremy Doku tidak cukup kuat untuk mengubah keputusan awal.
Ia menjelaskan bahwa insiden tersebut tampak lebih buruk ketika diputar dalam gerakan lambat. Dalam kecepatan normal, Webb menilai tidak ada intensitas berlebih dalam aksi Dalot.
“Apakah ada kekuatan berlebihan? Sebagian orang akan mengatakan ya. Saya tidak sepenuhnya sampai ke sana, tapi saya bisa melihat mengapa ada pendapat seperti itu.”
Keputusan Wasit Harus Tetap

Webb menekankan bahwa situasi seperti ini berada di wilayah penilaian subjektif. Karena itu, ia menilai keputusan wasit di lapangan harus dihormati.
“Ini adalah penilaian subjektif. Tapi saya sepenuhnya sejalan bahwa setelah keputusan itu diambil di lapangan, kami membiarkannya sebagai keputusan wasit dan tidak mengintervensi dengan VAR," lanjut Webb.
Ia menyebut adanya berbagai pertimbangan yang saling bertabrakan dalam insiden tersebut. Dalam kondisi seperti itu, kebijakan Premier League adalah tidak membalik keputusan awal.
“Saya pikir ini adalah situasi di mana keputusan wasit harus tetap berlaku di lapangan. Itulah yang kami katakan akan kami lakukan ketika ada campuran pertimbangan.”
Gerakan Lambat Bukan Cerminan Realita
Webb juga menyinggung kritik lama terkait penggunaan tayangan ulang gerak lambat dan freeze frame. Menurutnya, metode tersebut sering kali membuat insiden terlihat lebih parah dari kenyataannya.
“Kami dulu banyak dikritik karena menggunakan gerakan lambat dan freeze frame, karena orang mengatakan itu bukan realitas, bukan cara permainan dimainkan," lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa analisis utama kini dilakukan dalam kecepatan normal. Gerakan lambat hanya digunakan untuk memastikan titik kontak, bukan menilai intensitas.
“Ketika Anda memperlambatnya, itu bisa terlihat jauh lebih buruk, dan memang terlihat begitu. Ketika Anda membekukannya, banyak situasi bisa tampak seperti pelanggaran kartu merah.”
Pertimbangan Intensitas dan Kekuatan
Dalam penutup penilaiannya, Webb mengakui bahwa tekel Dalot memang bisa diperdebatkan. Namun, tanpa kecepatan dan kekuatan yang cukup, ia menilai kartu merah sulit dibenarkan.
“Ya, itu bisa saja kartu merah, tetapi Anda harus memikirkan perlunya melihatnya dalam kecepatan penuh," sambung Webb.
Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut sudah diterapkan cukup lama di Premier League.
“Tanpa kecepatan, kekuatan, dan intensitas, kecil kemungkinannya itu menjadi kartu merah.”
Keputusan ini memastikan hasil kemenangan Manchester United atas Manchester City tetap berdiri, meski perdebatan soal standar tekel dan peran VAR kembali mengemuka.
Jangan sampai ketinggalan infonya
Mikel Arteta Benarkan Wonderkid Arsenal Ini Segera Cabut dari Emirates Stadium
Usai Hancurkan Inter Milan, Arsenal Langsung Kirim Teror ke Manchester United
Eks Liverpool Ini tak Terpikat Debut Carrick: Man United Dinilai Mustahil Juara Liga Inggris
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Enzo Fernandez Tak Tersentuh: Poros dari Proyek Jangka Panjang Chelsea di Tangan Liam Rosenior
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Liga Champions di SCTV Pekan Ini, 8-10 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 16:45
-
Prediksi Porto vs Man City, 9 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 16:00
-
Ini Penyebab MU Gagal Menang dari Everton versi Michael Carrick
Liga Inggris 7 September 2026, 15:00
-
Arti Penting Kemenangan Lawan Chelsea untuk Arsenal
Liga Spanyol 7 September 2026, 14:30
LATEST UPDATE
-
Pengakuan Jujur Xabi Alonso: Bikin Kesalahan Soal Cedera Moises Caicedo
Liga Inggris 8 September 2026, 01:21
-
Christian Pulisic Tak Kunjung Dimainkan Ruben Amorim
Liga Italia 7 September 2026, 23:29
-
Kylian Mbappe Pede Raih Ballon d'Or 2026: Tahun yang Tepat untuk Jadi yang Terbaik
Liga Spanyol 7 September 2026, 21:15
-
Real Madrid Krisis Gelandang saat Jumpa Inter Milan
Liga Champions 7 September 2026, 20:45
-
Arda Guler Absen Lawan Inter Milan, Momen Yan Diomande untuk Unjuk Gigi!
Liga Champions 7 September 2026, 20:18
-
Sudah Kebobolan 6 Gol, Pertahanan Manchester United Punya Masalah Serius?
Liga Inggris 7 September 2026, 19:48
-
Daftar Lengkap 16 Negara Peserta Piala Asia U-20 2027
Tim Nasional 7 September 2026, 18:56
-
Debut Memukau Dion Markx Bersama Persita: Langsung Jadi Man of the Match
Bola Indonesia 7 September 2026, 18:50
-
Prediksi Lille vs Real Betis 9 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 18:44
-
Prediksi Club Brugge vs Aston Villa 8 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 18:14
-
Prediksi AEK Athena vs LASK 8 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 17:46
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51



