Kutukan Striker Chelsea, Apakah Benar Adanya?
Yaumil Azis | 13 Januari 2021 15:00
Bola.net - Penyerang anyar Chelsea, Timo Werner, sempat melalui 12 laga tanpa sekalipun mencetak gol. Hal ini membuat publik mengernyitkan dahi. Apa memang the Blues dilanda kutukan striker?
Melalui 12 pertandingan tanpa mencetak gol adalah torehan terburuk Werner sampai saat ini. Padahal pada musim-musim sebelumnya, produktivitasnya dalam menjebol gawang lawan cukup mencengangkan.
Pada awal musim, Frank Lampard menempatkan Timo Werner sebagai penyerang sayap di Chelsea karena di tengah sudah ada Tammy Abraham atau Olivier Giroud. Itu bisa jadi alasan ketika striker asal Jerman itu mandul gol.
Akan tetapi, ketika dikalahkan Manchester City 1-3, Timo Werner menempati posisi striker sentral dengan sokongan Christian Pulisic dan Hakim Ziyech. Hasilnya? Ampas juga.
Mengenai posisi terbaik Timo Werner memang masih jadi perdebatan. Jika dibandingkan, di Bundesliga, ia mencatatkan 117 gol dan 54 assist dari 215 penampilan saat bermain sebagai penyerang tengah, ditambah dengan 11 gol dan tujuh assist dari 57 penampilan kala berperan sebagai penyerang sayap kiri.
Timo Werner juga pernah bermain sebagai penyerang sayap kanan, di mana dari 18 penampilan, ia mengolkesi empat gol. Jadi aman jika mengatakan bahwa posisi apapun cukup nyaman buatnya, meski posisi aslinya adalah penyerang tengah.
Tekanan ada di pundak Timo Werner karena catatan golnya bersama RB Leipzig. Jadi wajar kalau kubu Chelsea berharap banyak padanya. Menurut penulis, tekanan makin berat karena ia ditugasi memutus kutukan striker, sama seperti ketika Kerry Dixon dulu pernah melakukannya.
Striker Modern?
Revolusi taktik dalam sepak bola telah berkembang sedemikian rupa, sehingga ada sejumlah modifikasi peran (role) di dalamnya. Makna 'striker' pun bisa beragam, sebab ada banyak peran belakangan ini, seperti Roberto Firmino, penyerang tengah yang dipercaya menjalani peran sebagai defensive striker.
Umumnya, striker ada dua jenis, yakni target man dan second striker. Klub bisa saja memainkan dua striker bertipe target man. Contohnya adalah Andriy Shevchenko dan Filippo Inzaghi yang pernah dimainkan berbarengan di AC Milan.
Di Chelsea, ada nama Kerry Dixon yang bisa jadi contoh nyata seperti apa arti dari striker tradisional. Ia juga tercatat sebagai top scorer ketiga dengan 193 gol setelah Bobby Tambling (202 gol) dan Frank Lampard (211 gol).
Dixon kemudian mengomentari peran Timo Werner di Chelsea saat ini. "Saya tidak berpikir dia adalah penyerang tengah dan itu tampak aneh dengan jumlah gol yang dia cetak (di RB Leipzig)."
"Dia tampaknya sedikit sibuk karena berada di mana-mana, daripada berada di tempat yang penting. Dia salah satu pemain yang ingin terlibat dalam segala hal; termasuk build up serangan."
"Mungkin itulah sepak bola modern, tapi melawan City dia dimaksudkan untuk menjadi striker utama di antara dua pemain yang bermain melebar (Pulisic dan Ziyech). Seseorang harus mengambil tanggung jawab untuk bermain di tengah, dan siapapun yang akan bertanggung jawab untuk mencetak gol, itu adalah tanggung jawab yang besar," katanya lagi.
Kutukan Striker Chelsea
Kerry Dixon merupakan satu di antara sedikit striker Chelsea yang mampu terhindar dari 'Curse of the Chelsea striker', setidaknya kepercayaan itulah yang dianggap ada oleh para suporter The Blues.
Pada akhir 1950-an, 1960-an, dan awal 1970-an Chelsea diberkati dengan serangkaian striker seperti Jimmy Greaves, Bobby Tambling, dan mungkin pemain Chelsea nomor 9 yang paling terkenal, Peter Osgood.
Chelsea kemudian harus menunggu lebih dari 10 tahun karena pemain nomor 9 berikutnya gagal meneruskannya. Kerry Dixon sempat bergabung dengan klub dan kutukan itu seraya menghilang.
Tapi ketika Kerry Dixon pergi, kutukan itu datang lagi.
Satu contoh, Robert Fleck tiba dengan reputasi besar dari Norwich seharga 2,1 juta pounds pada Agustus 1992, angka yang besar pada saat itu.
Dia mencetak gol Chelsea pertamanya dalam pertandingan kelima melawan Aston Villa. Gol keduanya adalah penalti dalam pertandingan ke-12 di Piala Liga melawan Walsall.
Gol ketiganya terjadi dalam pertandingan ke-18 melawan Everton dan kemudian, yah, hanya itu saja golnya sampai akhir musim berikutnya melawan Manchester City. Fleck melewatkan 28 pertandingan tanpa sebiji gol pun.
Tidak mengherankan dia dipinjamkan ke Bolton Wanderers dan Bristol City sebelum kembali ke Norwich City seharga 650 ribu pounds 'saja'.
Fleck masih tak tertandingi oleh Chris Sutton, striker yang sebelum bergabung dengan Chelsea mencetak 47 gol dari 130 penampilan buat Blackburn Rovers. Bersama Alan Shearer pada 1994, duet keduanya yang dikenal dengan SAS Partnership, klub berjulukan The Rovers itu memenangi Premier League.
Di Chelsea, Sutton lebih terlihat seperti bek tengah daripada striker. Ia hanya mencetak tiga gol dalam 52 pertandingan dalam satu musim. Mengerikan.
Memasuki era sepak bola modern, ada Fernando Torres yang butuh 14 pertandingan untuk mencetak gol perdananya buat Chelsea. Lalu disambung dengan 25 laga tanpa gol. Ia tertolong berkat golnya pada semifinal Liga Champions pada 2012 menghadapi Barcelona plus golnya pada final Liga Europa 2013.
Alvaro Morata juga nyaris bernasib serupa. Penulis secara pribadi menilai penyerang asal Spanyol itu tidak jelek jelek amat. Kenyataannya, ia mampu mencetak 12 gol pada 25 penampilan pertamanya bersama Chelsea, meski bapuk pada sisa kariernya di sana.
Masih ada lagi? Sebut saja. Alexandre Pato dan Mateja Kezman juga layak masuk daftar 'kutukan' ini.
Striker-Striker yang Terbebas dari Kutukan
Selain Kerry Dixon, Mark Hughes (39 gol dalam 137 pertandingan) dan Gianluca Vialli (40 gol dalam 107 pertandingan) merupakan dua pemain yang dicap mujarab mengobati kutukan tersebut.
Selain itu, ada nama Didier Drogba, Jimmy Floyd Hasselbaink, dan Nicolas Anelka. Anda bisa memasukkan Tore Andre Flo, Damien Duff dan Eidur Gudjohnsen juga kalau menurut Anda mereka pantas disebut striker sentral.
Apakah Werner mewarisi 'Kutukan Striker Chelsea'? Saya harap tidak, dan sejujurnya, saya rasa tidak. Lagi pula, dia mencetak delapan gol dalam 24 pertandingan dengan enam assist dan pernah mencetak delapan gol dalam 12 pertandingan pertamanya. Robert Fleck, Chris Sutton dan Fernando Torres jelas bukan tandingannya.
Ya, telah terjadi beberapa kesalahan besar sejak delapan gol terakhirnya musim ini. Pada kekalahan 1-4 dari Sheffield United pada 7 November, Werner seperti kena sial karena peluangnya menerpa tiang gawang lima kali, lebih banyak dari pemain lain di Premier League.
Ada perasaan bahwa segala sesuatunya tidak berjalan sesuai buatnya saat ini. Dia memiliki reputasi sebagai striker 'streaky' di Bundesliga. Tapi yang terpenting, seperti yang dikatakan Lampard, dia mendapatkan banyak peluang mencetak gol dan menempatkan dirinya pada posisi yang tepat untuk melakukannya.
Resep Kerry Dixon
"Dia akan mencetak gol. Sesuatu harus dilakukan, entah Timo Werner yang harus beradaptasi, atau rekan satu timnya yang harus beradaptasi dengannya dan menyadari bahwa dia memang mencetak gol dan dia akan mencetak gol. Ini harus menjadi upaya kelompok dan itu bisa diselesaikan di ruang ganti."
Kerry Dixon bukannya tak pernah mandul. Ia sempat melewatkan tujuh pertandingan tanpa gol. Kemudian, seperti sarannya di atas, ia mencoba mengobrol dari hati ke hati di sebuah pub dengan David Speedie, rekannya saat itu.
Mungkin itulah yang harus dilakukan Chelsea, cari tahu cara untuk mendapatkan yang terbaik dari Werner dalam gaya permainan tim dan pemain lain. Kemitraan, komunikasi, dan kerjasama tim harus dilakukan.
Timo Werner dan pemain manapun tentu tidak bisa bekerja sendirian, sama seperti Lionel Messi yang butuh aliran bola dari Xavi atau Iniesta misalnya, lalu Mohamed Salah yang mendapatkan banyak ruang karena Roberto Firmino yang membukakannya.
Frank Lampard tentu saja perlu memikirkan apakah akan memainkan Werner melebar atau di tengah. Namun Kerry Dixon memiliki petuah.
"Jika Anda seorang striker, Anda tidak boleh bersembunyi, Anda terus berusaha untuk mendapatkan gol dan itulah yang dilakukan Werner, dia berupaya mencari celah, dia tidak diam saja, dan seharusnya pemain lain membantunya," kata Kerry.
"Anda tahu jumlah gol yang dia cetak (di RB Leipzig), dia tahu apa yang dia lakukan, tetapi Anda tidak mencetak gol sebanyak itu dengan instan."
Sumber: Berbagai sumber
Disadur dari: Bola.com (Gregah Nurikhsani)
Diunggah pada: 13 Januari 2021
Baca Juga:
Kembalinya Hakim Ziyech, Kembalinya Kemenangan Chelsea
Werner dan Havertz, Biang Kerok Posisi Sulit Frank Lampard Saat Ini
Akhirnya Cetak Gol, Legenda Chelsea Puji Jiwa Kesatria Timo Werner
20 Pelatih Premier League yang Paling Sering Diejek di Media Sosial, Ada Solskjaer dan Lampard
Usai Lepas Leo Duarte, AC Milan Tertarik Bajak Fikayo Tomori dari Chelsea
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
5 Hal Menarik dari Kemenangan Pertama Liverpool di Premier League Musim Ini
Liga Inggris 5 September 2026, 08:46
-
Rating Pemain Liverpool saat Tundukkan Ipswich: Kolaborasi Maut Isak dan Gakpo
Liga Inggris 5 September 2026, 08:21
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 5 September 2026, 08:05
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2026/2027
Liga Inggris 5 September 2026, 07:05
LATEST UPDATE
-
Dikabarkan Cedera, Hansi Flick Ungkap Kondisi Terbaru Lamine Yamal
Liga Spanyol 5 September 2026, 20:30
-
Link Live Streaming Inter vs Napoli di Serie A 2026/2027
Liga Italia 5 September 2026, 20:00
-
Luka Modric Lanjut Bela Kroasia di Usia 41 Tahun
Piala Dunia 5 September 2026, 19:30
-
Link Live Streaming Man City vs Coventry City di Premier League 2026/2027
Liga Inggris 5 September 2026, 19:00
-
Tinggalkan Al Hilal, Karim Benzema Tak Akan Gabung Barcelona
Liga Spanyol 5 September 2026, 18:10
-
Link Live Streaming Borneo FC vs Persija Jakarta di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 5 September 2026, 17:00
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs PSM Makassar 6 September 2026
Bola Indonesia 5 September 2026, 16:00
-
Perasaan Alexander Isak Usai Liverpool Menang Perdana di Premier League
Liga Inggris 5 September 2026, 16:00
-
Prediksi BRI Super League: Java United vs Garudayaksa 6 September 2026
Bola Indonesia 5 September 2026, 15:33
-
Prediksi BRI Super League: Madura United vs Persijap Jepara 6 September 2026
Bola Indonesia 5 September 2026, 15:25
-
Link Live Streaming PSIM vs Persita di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 5 September 2026, 15:19
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51





