Maguire dan Martinez Bungkam Haaland: Rahasia Duet Bek Tengah Klasik Manchester United

Richard Andreas | 19 Januari 2026 14:28
Maguire dan Martinez Bungkam Haaland: Rahasia Duet Bek Tengah Klasik Manchester United
Duel Lisandro Martinez dengan Erling Haaland di laga Manchester United vs Manchester City, Sabtu (17/01/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Derby Manchester sering ditentukan oleh momen besar dan nama besar. Namun di Old Trafford kali ini, sorotan justru tertuju ke dua sosok di jantung pertahanan Manchester United yang bekerja dalam diam, tetapi menentukan segalanya.

Harry Maguire dan Lisandro Martinez tampil sebagai duet bek tengah klasik yang kian jarang ditemui di sepak bola modern. Mereka bukan hanya meredam Erling Haaland, tetapi juga menjadi fondasi utama kemenangan 2-0 United atas Manchester City.

Advertisement

Di tengah perdebatan soal sistem dan eksperimen taktik, laga ini menghadirkan pengingat sederhana: pasangan bek tengah yang saling melengkapi masih bisa menjadi senjata paling efektif.

1 dari 6 halaman

Kembalinya Keindahan Duet Bek Tengah Klasik

Kembalinya Keindahan Duet Bek Tengah Klasik

Harry Maguire menanduk bola di laga Manchester United vs Manchester City, Sabtu (17/01/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Sepak bola modern kerap terobsesi pada struktur rumit dan fleksibilitas ekstrem di lini belakang. Bek tengah dituntut naik turun, berganti posisi, bahkan dikorbankan dalam skema yang sulit dipahami. Di Old Trafford, pendekatan itu justru ditinggalkan.

Manchester United menemukan kembali kekuatan lama mereka: duet bek tengah yang memahami peran masing-masing. Satu agresif menyerang bola, satu mengamankan ruang. Satu mengandalkan kontrol, satu lagi duel fisik. Formula sederhana yang pernah melekat pada pasangan legendaris klub ini.

Dalam laga tersebut, keseimbangan itu terasa sejak menit awal. Maguire dan Martinez menjaga jarak, membaca pergerakan lawan, serta memenangi duel-duel krusial. Di bawah tekanan City, keduanya menjadi titik stabil yang membuat lini lain United tampil lebih percaya diri.

2 dari 6 halaman

Maguire dan Martinez, Agresi yang Saling Mengisi

Maguire dan Martinez, Agresi yang Saling Mengisi

Pemain Manchester United merayakan gol Bryan Mbeumo pada duel lawan Man City di Old Trafford pada pekan ke-22 Premier League 2025/2026 (c) AP Photo/Dave Thompson

Maguire memberi sinyal sejak awal pertandingan. Ia nyaris mencetak gol lewat sundulan yang membentur mistar pada menit ketiga, lalu menunjukkan kekuatan fisiknya saat berduel dengan Bernardo Silva di sisi lapangan Old Trafford.

Di sisi lain, Martinez menghadirkan agresi tanpa kompromi. Dengan postur yang jauh lebih kecil, ia tetap berani berhadapan langsung dengan Haaland. Duel udara di area tengah dimenanginya, begitu pula blok krusial terhadap satu-satunya peluang bersih yang dimiliki penyerang City itu.

Hampir tak ada cela dalam penampilan para pemain United malam itu. Namun dua bek tengah mereka pantas mendapat sorotan khusus. Mereka menjadi kunci clean sheet ketiga United musim ini, sekaligus menetapkan standar pertahanan yang jarang terlihat belakangan ini.

3 dari 6 halaman

Carrick dan Keputusan Berisiko yang Terbayar

Carrick dan Keputusan Berisiko yang Terbayar

Bek Manchester City, Abdukodir Khusanov mencoba menghentikan pergerakan penyerang Manchester United, Bryan Mbeumo, 18 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Pelatih interim Michael Carrick mengakui bahwa pemilihan duet ini bukan tanpa risiko. Ia menyebut laga tersebut sebagai pertandingan yang menuntut pengalaman dan pemahaman situasi.

Ia memuji cara Maguire dan Martinez melakukan blok dan membaca permainan, yang menurutnya memberi fondasi sangat kuat bagi tim. Carrick menegaskan bahwa laga sebesar derby menuntut pemain yang benar-benar memahami bagaimana bertarung di level tertinggi.

Keputusan memainkan Maguire disebut sebagai langkah terukur. Sang bek baru berlatih dua hingga tiga hari dalam sembilan pekan terakhir akibat cedera paha dan hamstring. Carrick sadar betul besarnya tuntutan yang dihadapi pemain berusia 32 tahun itu.

Ia pun memberi kredit penuh kepada Maguire, seraya mengingatkan bahwa kerja keras para pemain di lapangan kerap luput dari perhatian.

4 dari 6 halaman

Satu Momen yang Merangkum Segalanya

Satu Momen yang Merangkum Segalanya

Winger Manchester United, Amad Diallo berusaha melewati hadangan bek Manchester City, Nathan Ake di Old Trafford, 17 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Tak ada adegan yang lebih mewakili performa Maguire selain momen menjelang gol pembuka United. Berawal dari pelanggaran di area sendiri saat berduel dengan Haaland, ia terkapar cukup lama sambil menahan rasa sakit.

Namun Maguire tetap bangkit. Dalam kondisi yang tidak sepenuhnya nyaman, ia menyundul bola hasil tendangan bebas Rayan Cherki. Dari situ, serangan balik cepat tercipta hingga United akhirnya memimpin.

Momen tersebut menjadi gambaran sempurna dari penampilan United malam itu: agresif, penuh pengorbanan, dan tak menyerah pada rasa sakit.

5 dari 6 halaman

Martinez, Kritik, dan Pembuktian di Lapangan

Usai laga, Lisandro Martinez berbicara di mixed zone dengan luka kecil di dahinya yang masih mengeluarkan darah. Ia menanggapi komentar Paul Scholes dan Nicky Butt dalam podcast mereka yang membandingkannya dengan “balita” saat berhadapan dengan Haaland.

Martinez merespons dengan nada tegas, menegaskan bahwa ia tidak peduli dengan komentar tersebut dan siap berhadapan langsung jika diperlukan.

Persona “Butcher” yang melekat padanya kerap dianggap berlebihan. Namun setelah cara ia menangani Haaland di laga ini, sulit menyalahkannya jika Martinez menikmati momen tersebut. Postur boleh kalah, tetapi dominasi di lapangan justru berpihak kepadanya.

6 dari 6 halaman

Rekor Head-to-Head dan Malam yang Spesial

Secara statistik, duel Martinez melawan Haaland memang menarik. Haaland mencetak tiga gol dalam tujuh pertemuan melawan bek asal Argentina itu, semuanya terjadi dalam satu laga pada Oktober 2022. Di enam pertemuan lainnya, ia tak mencetak gol dan hanya sekali menang dalam 90 menit.

Derby ini mungkin saja menjadi favorit Martinez. Untuk pertama kalinya, ia mampu membatasi Haaland hingga akhirnya ditarik keluar 10 menit jelang laga usai, sebuah kejadian langka.

Haaland telah diganti 34 kali sepanjang kariernya di Premier League. Namun, ini adalah pertama kalinya Pep Guardiola menariknya dalam laga liga saat City sedang mengejar ketertinggalan. Sebuah sinyal menyerah yang jarang terlihat.

LATEST UPDATE