Malangnya Nasib Harry Maguire: Dijatuhi Hukuman Percobaan 15 Bulan Saat Gacor di Man United

Ari Prayoga | 5 Maret 2026 20:59
Malangnya Nasib Harry Maguire: Dijatuhi Hukuman Percobaan 15 Bulan Saat Gacor di Man United
Harry Maguire berjalan keluar lapangan setelah laga putaran ketiga Piala FA antara Manchester United vs Brighton di Old Trafford, 11 Januari 2026 (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Bek Manchester United, Harry Maguire, kembali menjadi sorotan setelah pengadilan di Yunani menguatkan vonis bersalah atas kasus yang menjeratnya sejak 2020.

Dalam putusan terbaru, pemain berusia 32 tahun itu dijatuhi hukuman 15 bulan penjara dengan masa percobaan setelah dinyatakan bersalah dalam beberapa dakwaan.

Advertisement

Kasus tersebut bermula dari insiden yang terjadi di pulau wisata Mykonos, Yunani, pada Agustus 2020. Saat itu, Maguire ditangkap setelah terlibat keributan dengan aparat kepolisian. Ia kemudian didakwa atas penyerangan ringan, perlawanan terhadap petugas, serta percobaan penyuapan.

1 dari 4 halaman

Vonis Dikurangi dari Putusan Awal

Vonis Dikurangi dari Putusan Awal

Bek Manchester United, Harry Maguire, bereaksi dalam pertandingan Premier League melawan Crystal Palace, Minggu (1/3/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Pengadilan Yunani menyatakan Maguire bersalah atas ketiga dakwaan tersebut. Namun, majelis hakim memutuskan untuk mengurangi hukuman awal dari 21 bulan menjadi 15 bulan dan 20 hari, yang dijalani dalam bentuk hukuman percobaan.

Selain itu, bek timnas Inggris tersebut juga dikenai denda sebesar 1.500 euro.

Meski demikian, Maguire tetap bersikeras membantah melakukan pelanggaran. Ia berencana mengajukan banding terhadap putusan tersebut. Dalam sidang terbaru, Maguire juga tidak hadir secara langsung di pengadilan.

Menariknya, pemain Manchester United itu tetap diperkirakan turun sebagai starter saat timnya menghadapi Newcastle United dalam lanjutan pertandingan liga.

2 dari 4 halaman

Kronologi Insiden di Mykonos

Kronologi Insiden di Mykonos

Harry Maguire dalam laga Manchester United vs Fulham di Premier League, Minggu (1/2/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Peristiwa ini terjadi ketika Maguire tengah berlibur bersama keluarganya. Ia saat itu sedang menikmati malam bersama istrinya Fern Hawkins, sang adik Daisy Maguire, saudara laki-lakinya Joe Maguire, serta beberapa teman.

Menurut keterangan Maguire, masalah bermula ketika dua pria asal Albania mendekati Daisy saat mereka sedang menunggu taksi untuk kembali ke vila tempat mereka menginap.

Maguire mengklaim bahwa kedua pria tersebut menyuntikkan zat yang tidak diketahui kepada adiknya hingga membuat Daisy kehilangan kesadaran secara berkala. Karena panik, ia berusaha membawa Daisy ke rumah sakit.

Namun situasi justru berkembang berbeda. Maguire menyebut dirinya kemudian dibawa ke kantor polisi, tempat ia mengaku dipukul oleh petugas berseragam yang bahkan mengatakan bahwa karier sepak bolanya telah berakhir.

Merasa berada dalam situasi berbahaya dan khawatir terjadi upaya penculikan, Maguire sempat mencoba melarikan diri. Ia akhirnya ditangkap dan menghabiskan dua malam dalam tahanan.

3 dari 4 halaman

Nasib Adik Maguire

Nasib Adik Maguire

Harry Maguire mencoba menghalau bola di pertandingan Everton vs Manchester United, Selasa (24/2/2026) (c) AP Photo/Ian Hodgson

Dalam proses hukum selanjutnya, Maguire dituduh melakukan penyerangan terhadap polisi, melawan penangkapan, serta mencoba menyuap petugas dengan kalimat yang diduga berbunyi, “Apakah kalian tahu siapa saya?”

Dalam kasus yang sama, adik Maguire, Joe Maguire, dinyatakan bebas dari dakwaan percobaan penyuapan.

Namun demikian, pengadilan tetap menguatkan dakwaan terhadapnya terkait penyerangan berat serta penghinaan verbal terhadap polisi.

Putusan ini berpotensi berdampak pada karier internasional Maguire. Bek Manchester United tersebut kini harus melaporkan status hukumannya ketika mengajukan visa perjalanan.

Hal itu bisa memengaruhi peluangnya untuk masuk skuad timnas Inggris pada Piala Dunia yang akan digelar di Amerika Utara musim panas mendatang. Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, yang memiliki aturan imigrasi ketat terkait catatan kriminal.

Sumber: Mirror

LATEST UPDATE