Man Utd vs Man City: 6 Hal yang Bisa Menentukan Hasil Manchester Derby
Aga Deta | 12 September 2026 12:25
Bola.net - Manchester derby kali ini akan terasa sedikit berbeda karena untuk pertama kalinya dalam lebih dari 10 tahun, Pep Guardiola tidak berada di bangku cadangan Manchester City. Enzo Maresca akan menjalani debutnya di derby sebagai pelatih City setelah mengawali musim dengan tiga kemenangan beruntun di Liga Inggris.
Maresca memang menikmati awal yang cukup baik bersama City. Namun, duel melawan Manchester United akan menjadi ujian besar pertamanya sekaligus kesempatan bagi tuan rumah untuk bangkit setelah tertinggal dalam persaingan awal musim.
Kedua tim memiliki sejumlah kekuatan yang bisa menentukan jalannya pertandingan. City masih menunjukkan beberapa celah di lini belakang, sedangkan United memiliki pemain-pemain yang mampu mengeksploitasi ruang di belakang pertahanan lawan.
Di sisi lain, City mempunyai Erling Haaland yang sudah terbukti sering merepotkan United. Duel di lini tengah antara Kobbie Mainoo dan Elliot Anderson serta persaingan kreativitas Bruno Fernandes dan Rayan Cherki juga layak diperhatikan.
Ada pula ancaman United melalui serangan dari belakang garis pertahanan dan potensi City mengeksploitasi sisi kiri pertahanan tuan rumah. Berikut enam hal yang bisa menjadi penentu hasil Manchester derby.
1. Manchester City Masih Sering Memberikan Peluang

Manchester City memang mengawali musim dengan hasil positif setelah meraih tiga kemenangan di Liga Inggris. Mereka juga membuka kiprah di Liga Champions dengan kemenangan 2-0 atas Porto, tetapi performanya belum sepenuhnya meyakinkan.
Hal itu terlihat ketika City menang 1-0 atas Coventry pada akhir pekan lalu. Mereka memang mampu menciptakan sejumlah peluang, tetapi juga beruntung tidak kebobolan dari beberapa kesempatan yang didapat lawan.
Taiwo Awoniyi sempat membuang peluang emas pada awal pertandingan. Gianluigi Donnarumma kemudian menggagalkan sundulan jarak dekat Jack Rudoni dan juga menyelamatkan City dari peluang Ellis Simms pada penghujung laga.
Dalam lima pertandingan di semua kompetisi musim ini, City sudah tiga kali memberikan lawan setidaknya tiga peluang besar. Dua pengecualian terjadi saat menghadapi Bournemouth yang menciptakan satu peluang besar dan Porto yang tidak menciptakan peluang besar.
Porto bahkan tetap beberapa kali mampu membuat pertahanan City kerepotan meski tidak mencatat tembakan tepat sasaran. Kesalahan umpan terakhir dan tujuh pelanggaran offside membuat peluang mereka terbuang percuma.
Situasi tersebut bisa menjadi kabar baik bagi United yang memiliki kemampuan menyerang cukup baik. Menjelang akhir pekan, United menjadi tim dengan jumlah tembakan terbanyak di Liga Inggris, yakni 68, dan berada di posisi kedua untuk xG dengan 7,3.
2. Erling Haaland Jadi Ancaman Terbaru United

Erling Haaland mencetak banyak gol ketika menghadapi Manchester United. Penyerang asal Norwegia tersebut juga biasanya mengawali musim dengan produktif sehingga United harus memberikan perhatian khusus kepadanya.
Dalam tujuh pertandingan Liga Inggris melawan United, Haaland sudah mencetak delapan gol. Hanya Mohamed Salah dengan 13 gol dan Alan Shearer dengan 10 gol yang memiliki jumlah lebih banyak saat menghadapi United di kompetisi tersebut.
Haaland hanya mencetak lebih banyak gol melawan Crystal Palace dan Wolves, masing-masing 10 gol, serta West Ham dengan 11 gol. Nilai xG miliknya saat menghadapi United juga mencapai 7,1, yang menjadi angka tertinggi ketiganya melawan satu lawan.
Catatan Haaland pada awal musim juga cukup mengesankan. Agustus menjadi bulan tersuburnya dengan 24 gol Liga Inggris, sedangkan September berada di urutan berikutnya dengan 16 gol.
Haaland datang ke derby dengan mencetak gol dalam tiga pertandingan terakhirnya di semua kompetisi. Jika United mampu menghentikannya, peluang mereka untuk mendapatkan hasil positif tentu akan meningkat.
Satu catatan yang bisa membuat pendukung United sedikit tenang adalah rekor Haaland di Old Trafford. Ia baru mencetak dua gol Liga Inggris di stadion tersebut, meski baru tiga kali bermain di sana dalam kompetisi domestik.
3. Kobbie Mainoo vs Elliot Anderson

Duel Kobbie Mainoo dan Elliot Anderson akan menjadi salah satu pertarungan menarik di lini tengah. Keduanya merupakan gelandang muda Inggris yang memiliki peluang besar untuk menjadi bagian penting masa depan tim nasional.
Anderson menjalani musim panas yang berkesan setelah membantu Inggris finis di posisi ketiga Piala Dunia. Ia kemudian pindah ke City dan dengan cepat mengambil peran penting di lini tengah setelah kepergian Rodri.
Sementara itu, Mainoo tidak mendapatkan satu menit pun bermain bersama Inggris di Piala Dunia. Situasi tersebut sempat membuat pendukung United bingung, tetapi sang gelandang justru mengawali musim domestik dengan performa yang sangat baik.
Mainoo terlihat lebih sulit dijatuhkan dan semakin kuat dalam duel. Ia juga tampak lebih aktif dalam membantu permainan United di lini tengah setelah berkembang di bawah arahan Michael Carrick.
Tingkat keberhasilan Mainoo dalam duel mencapai 68,2 persen, yang menempatkannya di posisi keenam di antara gelandang yang bermain lebih dari 90 menit musim ini. Ia juga mencatat 10,1 perebutan kembali penguasaan bola per 90 menit, sementara akurasi umpannya saat berada di bawah tekanan mencapai 90,3 persen.
Anderson juga memiliki sejumlah keunggulan yang membuat duel ini semakin menarik. Ia berada di posisi ketujuh untuk percobaan tekel per 90 menit dengan 3,1, serta menjadi yang teratas untuk umpan per 90 menit, membawa bola progresif per 90 menit, dan umpan pemecah garis.
4. Bruno Fernandes atau Rayan Cherki: Siapa yang Paling Berpengaruh?

Jika Mainoo dan Anderson menentukan keseimbangan di lini tengah, pengaruh Bruno Fernandes dan Rayan Cherki bisa menentukan hasil akhir pertandingan. Keduanya merupakan dua kreator paling menonjol di Liga Inggris musim 2025/2026.
Jumlah kontribusi Fernandes memang jauh lebih besar secara keseluruhan. Namun, jika dihitung berdasarkan rata-rata per 90 menit, perbedaan produksi keduanya menjadi lebih kecil.
Cherki bahkan unggul cukup jauh dalam catatan expected assists atau xA per 90 menit. Musim lalu, ia mencatat 0,44 xA per 90 menit dibandingkan 0,36 milik Fernandes.
Awal musim 2026/2027 juga berjalan sangat baik bagi Cherki. Meski sampelnya masih kecil, ia memiliki rata-rata 0,69 xA per 90 menit dan menciptakan 5,1 peluang per 90 menit dalam 175 menit bermain.
Cherki sudah mencatat dua assist saat menghadapi Bournemouth. Ia juga mencetak dua gol ketika City mengalahkan Crystal Palace sehingga datang ke derby dalam kondisi penuh percaya diri.
Pengaruh Fernandes dari sisi kreativitas memang belum sebesar musim lalu. Namun, kehadiran Youri Tielemans dan perkembangan Mainoo membuat United tidak terlalu bergantung kepadanya untuk membangun serangan dari tengah.
Fernandes justru lebih sering mengancam lewat tembakan dengan rata-rata 5,0 percobaan per 90 menit di Liga Inggris musim ini. Angka tersebut meningkat dari 2,5 tembakan per 90 menit musim lalu, sementara ia sudah mencetak empat gol di semua kompetisi.
5. Bisakah City Mematikan Ancaman United dari Belakang?

Salah satu hal yang perlu diperhatikan City adalah kemampuan United melakukan pergerakan di belakang garis pertahanan. Benjamin Sesko, Matheus Cunha, dan Marcus Rashford memiliki kecepatan serta kemampuan untuk memanfaatkan ruang kosong.
Ancaman tersebut menjadi semakin penting karena City terkadang meninggalkan ruang besar di belakang pertahanan. Mereka rata-rata memulai rangkaian operan dari jarak 44,2 meter dari gawang sendiri dan hanya dua tim yang memulai serangan dari posisi lebih tinggi.
City juga menjadi tim yang paling sedikit menghabiskan waktu dalam blok rendah musim ini. Mereka hanya berada dalam kondisi tersebut selama sembilan persen waktu permainan.
United sendiri sangat aktif melakukan pergerakan ke belakang garis pertahanan lawan. Mereka mencatat 142 pergerakan seperti itu dan hanya kalah dari Brighton yang memiliki 156.
Jika dibandingkan dengan seluruh pergerakan ketika menguasai bola, United bahkan berada di posisi teratas Liga Inggris dengan persentase 33 persen. Bryan Mbeumo menjadi pemain United yang paling aktif melakukan pergerakan tersebut dengan 49 kali, terbanyak di Liga Inggris musim ini.
City kemungkinan akan melakukan penyesuaian untuk mengantisipasi ancaman tersebut. Namun, mereka diperkirakan tidak akan mengubah sistem secara drastis karena tetap percaya diri bisa mengendalikan permainan.
6. Akankah City Menyerang dari Sisi Kiri United?

United sudah kebobolan dua gol dalam masing-masing dari tiga pertandingan Liga Inggris musim ini. Salah satu area yang terlihat cukup rentan adalah sisi kiri pertahanan mereka.
Luke Shaw sebenarnya menjalani musim 2025/2026 yang sangat baik dengan tampil dalam seluruh pertandingan Liga Inggris United. Namun, performanya pada awal musim baru belum menunjukkan level yang sama.
Shaw sempat dibuat tidak berdaya oleh Abdul Fatawu sebelum Ipswich mencetak gol pertama. Ketika menghadapi Everton, ia juga terlalu masuk ke tengah dan terlambat menutup Tyrique George sebelum sang winger mencetak gol penyama kedudukan.
Dari empat gol United yang bukan berasal dari situasi bola mati di Liga Inggris, dua di antaranya datang dari sisi pertahanan Shaw. Kondisi tersebut bisa membuat City lebih sering mengarahkan serangan ke area tersebut.
City sendiri lebih sering melakukan umpan silang dari permainan terbuka musim ini. Mereka rata-rata mencatat 13,7 umpan silang per pertandingan, lebih tinggi dibandingkan tiga musim sebelumnya.
Namun, Shaw juga memiliki kontribusi positif ketika membantu serangan. Ia mencatat 2,9 umpan silang dari permainan terbuka per 90 menit, angka terbaiknya sejak 2021/2022, serta menciptakan 1,8 peluang dari permainan terbuka per 90 menit.
Shaw tidak bermain saat United menang 4-0 atas Sabah di Liga Champions. Patrick Dorgu yang menggantikannya juga belum sepenuhnya meyakinkan dalam bertahan sehingga siapa pun yang bermain sebagai bek kiri pada Minggu berpotensi menghadapi malam yang sibuk.
Sumber: Opta
Klasemen Premier League
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Michael Carrick Beri Kabar Terbaru Kondisi Luke Shaw Jelang Derby Manchester
Liga Inggris 12 September 2026, 11:50
-
Elliot Anderson Klaim Man City Raja Manchester, Begini Jawaban Michael Carrick
Liga Inggris 12 September 2026, 10:40
-
Enzo Maresca Bela Klaim Elliot Anderson: Manchester City Raja Manchester
Liga Inggris 12 September 2026, 10:05
-
Manchester City Dapat Kabar Positif Jelang Derby Manchester
Liga Inggris 12 September 2026, 09:30
-
Jose Mourinho Bela Vinicius Junior usai Dicemooh Fans Real Madrid
Liga Spanyol 12 September 2026, 08:55
LATEST UPDATE
-
Link Live Streaming PSS Sleman vs Madura United 12 September 2026
Bola Indonesia 12 September 2026, 13:30
-
Link Live Streaming Persija Jakarta vs Persib Bandung 12 September 2026
Bola Indonesia 12 September 2026, 13:15
-
Raphinha Ingin Bertahan di Barcelona dan Bawa Klub Raih Kesuksesan Lebih Besar
Liga Spanyol 12 September 2026, 13:00
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 12-15 September 2026
Liga Inggris 12 September 2026, 12:28
-
Man Utd vs Man City: 6 Hal yang Bisa Menentukan Hasil Manchester Derby
Liga Inggris 12 September 2026, 12:25
-
Michael Carrick Beri Kabar Terbaru Kondisi Luke Shaw Jelang Derby Manchester
Liga Inggris 12 September 2026, 11:50
-
Ruben Amorim Pastikan Christian Pulisic Kembali Bela AC Milan Lawan Lazio
Liga Italia 12 September 2026, 11:15
-
Elliot Anderson Klaim Man City Raja Manchester, Begini Jawaban Michael Carrick
Liga Inggris 12 September 2026, 10:40
-
Enzo Maresca Bela Klaim Elliot Anderson: Manchester City Raja Manchester
Liga Inggris 12 September 2026, 10:05
-
Manchester City Dapat Kabar Positif Jelang Derby Manchester
Liga Inggris 12 September 2026, 09:30
-
Jose Mourinho Bela Vinicius Junior usai Dicemooh Fans Real Madrid
Liga Spanyol 12 September 2026, 08:55
-
Andoni Iraola Isyaratkan Bradley Barcola Bisa Tampil Lawan Fulham
Liga Inggris 12 September 2026, 08:20
-
Xabi Alonso Tak Anggap Chelsea Mustahil untuk Dihentikan
Liga Inggris 12 September 2026, 07:40
-
Jadwal Persija Jakarta vs Persib Bandung di BRI Super League Hari Ini
Bola Indonesia 12 September 2026, 07:32
-
Arsenal Rekrut Wonderkid Georgia, Disebut Next Kvaratskhelia
Liga Inggris 12 September 2026, 07:10
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
