Masa Depan Tiada yang Tahu, 5 Pesepak Bola Tenar Ini Dulunya Anak Gawang
Afdholud Dzikry | 10 Oktober 2019 11:34
Bola.net - Nasib dan masa depan tidak ada yang tahu. Begitu pula dengan beberapa nama pesepak bola terkenal yang justru di masa kecilnya menjadi anak gawang. Mungkin tak banyak yang tahu siapa dan bagaimana mereka di masa lalunya.
Menjadi pesepak bola yang andal membutuhkan proses. Bakat saja tidak cukup, harus dibarengi dengan tekad kuat dan kerja keras. Beberapa pemain dengan bakat besar kadang gagal bersinar lantaran tidak memiliki mental tangguh.
Namun, pesepak bola yang baru meniti karier bisa meniru Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Mereka mempunyai kombinasi antara bakat dan mental yang sama hebatnya, serta dedikasi tinggi plus mau bekerja keras.
Tak heran keduanya bisa bersaing di level tertinggi, bahkan disebut-sebut sebagai sedikit dari pesepak bola terbaik di dunia.
Tidak setiap pesepak bola juga mendapat jalan yang mulus saat meniti karier. Ada yang langsung dilirik pemandu bakat, atau memang masuk ke akademi tim sepak bola. Tapi, ada juga yang melalui jalan berliku, salah satunya diawali dengan menjadi anak gawang.
Melansir dari Bola.com berikut lima pesepak bola ternama yang sempat menjadi anak gawang pada masa lalunya.
1. Fabio Cannavaro
Mantan kapten Timnas Italia pada Piala Dunia 2006, Fabio Cannavaro sempat menjadi anak gawang. Ia juga jebolan akademi Napoli.
Saat masih di akademi, Cannavaro sering melihat Diego Maradona bermain. Ia pun sukses saat membela Timnas Italia dan setiap klub yang diperkuatnya.
Pada 2006, Cannavaro berhasil mempersembahkan gelar Piala Dunia bagi Italia. Atas raihan tersebut ia terpilih menjadi Pemain Terbaik Dunia versi FIFA.
2. Raul Gonzalez
Mantan pangeran Real Madrid itu, memulai karier sebagai anak gawang di klub rival, Atletico Madrid. Raul Gonzalez memang produk akademi Atletico Madrid.
Namun, Raul membuat kisah terbaiknya di lapangan hijau bersama Real Madrid. Ia berhasil mencetak 404 gol dari 940 pertandingan di semua kompetisi.
3. Mateo Kovacic
Bintang Timnas Kroasia, Mateo Kovacic, sempat mencicipi pengalaman menjadi anak gawang. Saat menjalani profesi tersebut, ia sempat dibaikan oleh legenda Liverpool, Steven Gerrard. Namun, insiden tersebut tak membuatnya patah arang. Bertahun-tahun kemudian, dia berhasil menjelma menjadi pesepak bola papan atas.
Bersama Timnas Krosia, Kovacic berhasil lolos partai final Piala Dunia 2018. Prestasi itu tidak pernah dicapai oleh Gerrard bersama Timnas Inggris.
4. Wesley Sneijder
Wesley Sneijder dulu juga pernah melakoni peran sebagai anak gawang. Kariernya setelah itu melaju mulus sehingga membuatnya menjadi salah satu pesepak bola top Eropa.
Sneijder berhasil mengoleksi 19 trofi bersama enam klub yang berbeda. Ia juga masuk dalam skuat Inter Milan saat meraih treble winner 2010.
Sneijder juga mengoleksi 131 caps untuk Timnas Belanda. Playmaker murni ini berhasil meloloskan Timnas Belanda hingga final Piala Dunia 2010.
5. Philipp Lahm
Pria berpaspor Jerman berhasil mengoleksi gelar Bundesliga, Piala Dunia dan Liga Champions sepanjang karier. Ia juga mengemban ban kapten selama memperkuat Bayern Munchen dan Timnas Jerman.
Ia bergabung dengan Bayern Munchen sejak berusia 11 tahun dan kini telah gantung sepatu. Siapa sangka, dia juga pernah menjadi anak gawang di akademi Bayern Munchen.
Disadur dari: Bola.com (Penulis: Hanif Sri Yulianto/Editor: Yus Mei Sawitri)
Published: 9/10/2019
Berita Pilihan untuk Bolaneters!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi Wolves vs Liverpool 7 Maret 2026
Liga Inggris 5 Maret 2026, 20:17
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 6 Maret 2026
Bola Indonesia 5 Maret 2026, 19:55
-
Prediksi Celta Vigo vs Real Madrid 7 Maret 2026
Liga Spanyol 5 Maret 2026, 19:20
-
Liverpool vs Manchester United: Duel Panas Rebut Gelandang Juventus
Liga Inggris 5 Maret 2026, 19:15
-
Prediksi Napoli vs Torino 7 Maret 2026
Liga Italia 5 Maret 2026, 18:51
-
Prediksi PSG vs Monaco 7 Maret 2026
Liga Eropa Lain 5 Maret 2026, 17:37
LATEST EDITORIAL
-
5 Perebutan Transfer Panas Man Utd vs Man City: Siapa Lebih Unggul?
Editorial 4 Maret 2026, 14:37

















