Masih Ingat Aaron Ramsey? Pemain yang Lebih Diingat karena Cedera itu Kini jadi Pelatih Cardiff City
Ari Prayoga | 21 April 2025 11:12
Bola.net - Masih ingatkah Bolaneters akan sosok Aaron Ramsey? Eks bintang Arsenal itu kini memulai karier kepelatihannya usai resmi ditunjuk menangani klub Championship, Cardiff City.
Cardiff City resmi menunjuk Aaron Ramsey sebagai pelatih sementara tim utama hingga akhir musim ini. Keputusan ini diumumkan klub pada Sabtu (20/4/2025), menyusul pemecatan Omer Riza usai kekalahan 0-2 dari Sheffield United sehari sebelumnya.
Kekalahan tersebut menempatkan Cardiff dalam situasi genting, berada di peringkat kedua terbawah klasemen Championship dengan hanya tiga pertandingan tersisa dan terpaut satu poin dari zona aman. Klub asal Wales itu kini menaruh harapan besar pada Ramsey untuk menghindarkan mereka dari degradasi ke League One.
Ramsey, 34 tahun, merupakan gelandang tengah yang kembali ke klub masa kecilnya pada 2023 setelah menjalani karier di Arsenal dan Juventus. Sayangnya, musim ini ia lebih banyak berkutat dengan cedera dan baru tampil 10 kali. Kini, perannya berubah signifikan—dari pemain menjadi pemimpin di sisi lapangan.
“Aaron Ramsey akan memimpin tim dalam tiga laga sisa musim ini, dimulai dengan pertandingan kandang melawan Oxford United pada Senin,” tulis pernyataan resmi klub.
Dalam menjalani sisa musim yang krusial ini, Ramsey tidak akan sendirian. Ia akan didampingi oleh staf teknis yang terdiri dari Chris Gunter, Joe Ralls, Tom Hutton, Matthew Bloxham, dan Gavin Ward.
Cedera Ganggu Karier Aaron Ramsey

Karier Aaron Ramsey adalah potret dualitas dalam dunia sepak bola: penuh pencapaian gemilang, namun tak lepas dari bayang-bayang cedera parah yang membekas sepanjang perjalanan profesionalnya.
Ramsey telah mengukir sejarah bersama Arsenal dan Timnas Wales, tetapi banyak yang bertanya-tanya: bagaimana jadinya jika ia tidak mengalami cedera patah kaki saat masih berusia 18 tahun?
Pada Februari 2010, Ramsey mengalami salah satu cedera paling mengerikan dalam sejarah Premier League. Dalam laga Arsenal melawan Stoke City, tekel keras Ryan Shawcross membuat tulang tibia dan fibula Ramsey patah. Cedera tersebut bukan hanya menyakitkan secara fisik, tapi juga membawa dampak jangka panjang terhadap kariernya.
Saat itu, Ramsey merupakan salah satu talenta muda paling menjanjikan di Eropa. Ia sudah menjadi andalan di lini tengah Arsenal dan tampil reguler bersama timnas Wales.
Dengan teknik tinggi, kecerdasan taktis, dan naluri menyerang yang tajam, Ramsey dianggap sebagai calon bintang besar masa depan—bahkan kerap dibandingkan dengan gelandang legendaris seperti Steven Gerrard dan Frank Lampard.
Namun cedera tersebut menghentikan laju kilatnya. Ia harus absen hampir satu tahun penuh, dan saat kembali, dinamika tim Arsenal sudah berubah. Bagi pemain muda, kehilangan momen krusial dalam masa perkembangan bisa menjadi pukulan besar, dan itulah yang dialami Ramsey.
Lingkaran Setan Cedera

Meskipun Ramsey berhasil bangkit dan kembali tampil di level tertinggi, tubuhnya tak pernah sepenuhnya pulih dari trauma cedera tersebut. Cedera-cedera otot seperti hamstring, betis, hingga pangkal paha menghantuinya sepanjang karier. Setiap kali ia mulai menemukan performa terbaik, cedera lain datang membuyarkan ritme.
Secara medis, cedera berat seperti patah tulang bisa mengganggu pola kerja neuromuskular, menyebabkan kompensasi gerakan yang meningkatkan risiko cedera lain.
Inilah yang menciptakan siklus tak berujung dalam karier Ramsey—di mana performa cemerlang selalu dibayangi oleh ancaman cedera berikutnya.
Apa Jadinya Jika...

Pertanyaan besar yang terus membayangi karier Ramsey adalah: 'Bagaimana jika ia tidak mengalami cedera tersebut?' Sebelum insiden itu, ia menunjukkan potensi sebagai gelandang komplet—menggabungkan kekuatan, kreativitas, dan kemampuan mencetak gol dalam satu paket.
Tanpa cedera, bisa jadi Ramsey adalah pewaris sejati Cesc Fàbregas di Arsenal—pengatur tempo yang bisa mencetak dua digit gol setiap musim dan memimpin tim meraih trofi.
Di Eropa, ia mungkin bisa menjadi andalan klub-klub elit, tampil reguler di panggung Liga Champions, dan menjadi bintang besar yang lebih cepat dikenali dunia.
Meski dibayangi oleh 'andai saja', Ramsey tetap mencatatkan karier yang luar biasa. Ia menjadi sosok kunci dalam tiga kemenangan Arsenal di Piala FA, berkontribusi besar dalam perjalanan historis Wales ke semifinal Euro 2016, dan sempat mencicipi kompetisi Serie A bersama Juventus.
Klasemen Premier League
Sumber: Cardiff City FC, Daily Cannon
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Apa yang Salah dengan Eberechi Eze di Arsenal?
Liga Inggris 19 Januari 2026, 17:29
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 17:14
LATEST UPDATE
-
Bernabeu Memanas, Vinicius Jr Kirim Kode Kuat Siap Pergi dari Real Madrid
Liga Spanyol 19 Januari 2026, 18:53
-
Rayakan Ultah Ducati Ke-100, Ini 6 Potret Livery Retro Ducati Lenovo Team di MotoGP 2026
Otomotif 19 Januari 2026, 18:45
-
Prediksi Real Madrid vs Monaco Rabu 21 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 18:26
-
Di Bawah Thom Haye, Seberapa Mahal Nilai Layvin Kurzawa Dibanding Skuad Persib?
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 17:55
-
Apa yang Salah dengan Eberechi Eze di Arsenal?
Liga Inggris 19 Januari 2026, 17:29
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 17:14
-
Jadwal Lengkap Indonesia Masters 2026, 20-25 Januari 2026
Bulu Tangkis 19 Januari 2026, 16:27
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26







