Masih Ingat? Ini 5 Bukti Chelsea Pernah Perkasa 10 Tahun Lalu, tapi Diremehkan dan Dilupakan
Richard Andreas | 5 April 2020 06:40
Bola.net - Sekitar 10 tahun lalu, Didier Drogba turun dari bangku cadangan untuk mencetak gol ke-25-nya musim itu di Old Trafford. Kemenangan 2-1 menuntun Chelsea kembali ke puncak klasemen sementara dengan 5 pertandingan sisa, posisi yang tidak mereka lepaskan lagi.
Saat itu, pasukan Carlo Ancelotti bisa mengungguli MU dengan memetik empat kemenangan dari sisa pertandingan mereka. The Blues jadi juara Premier League, yang dikawinkan dengan gelar juara FA Cup di tahun yang sama.
Tim Chelsea saat itu benar-benar kuat. Frank Lampard masih bermain, Branislav Ivanovic menjalani salah satu musim terbaiknya. Namun, entah mengapa Chelsea era itu cenderung dilupakan.
Tim Chelsea saat itu diyakini layak dinilai sama kuat dengan Liverpool atau Manchester City saat ini. Mengapa mereka dilupakan?
Banyak Masalah
Menurut Football London, tim Chelsea saat itu merupakan salah satu tim terbaik mereka yang berhasil jadi juara. Bahkan era kesuksesan Jose Mourinho tidak bisa dibilang lebih baik dari tim Ancelotti itu.
Namun, tim tangguh Chelsea saat itu harus menghadapi sejumlah masalah yang mungkin menutupi kekuatan mereka. Misalnya perpisahan buruk Ancelotti 12 bulan setelahnya, konflik di luar lapangan, dan skandal di media.
Saat itu Chelsea dipandang sebagai klub kaya yang bisa 'membeli' trofi, tidak benar-benar kuat. Namun, jika dilihat dari kacamata netral, sebenarnya tim Chelsea saat itu layak dianggap sebagai salah satu tim terbaik, yang sayangnya kurang apresiasi.
Torehan The Blues
Saat itu, Chelsea jadi tim pertama yang bisa mencetak lebih dari 100 gol dalam semusim Premier League. Mereka memecahkan rekor selisih gol (+71), mencetak tujuh gol atau lebih pada empat pertandingan, dan mencetak rerata 3,57 gol per pertandingan di kandang.
Drogba sendiri menutup musim dengan koleksi 29 gol, plus 8 gol di kompetisi domestik lainnya. Frank Lampard mencapai torehan gol terbaiknya dengan 26 gol. Lalu, ada dukungan Nicolas Anelka, Florent Malouda, dan Salomon Kalou yang bersama-sama menyunmbang 42 gol.
Chelsea 2009/10 akan selalu dikenang sebagai salah satu tim terkuat, yang seharusnya bisa bersaing dengan tim-tim terkuat di era sekarang. Sayangnya, pada akhir musim, perjuangan para pemain Chelsea seakan-akan dipandang remeh.
Ada yang Aneh
Terbukti, di akhir musim, penampilan impresif Chelsea seakan-akan diabaikan dalam penghargaan tim terbaik. Hanya Drogba dan Ivanovic yang masukd alam PFA team of the year, tidak ada pemain Chelsea lainnya.
Lampard, yang mencetak 22 gol dari lini tengah, tidak masuk dalam daftar tersebut. Justru ada gelandang Arsenal, Cesc Fabregas, serta James Milner, Darren Fletcher, dan Antonio Valencia.
MU menyumbang 4 pemain pada daftar tim terbaik iutu. Arsenal dan Aston Villa masing-masing menyumban dua pemain. David Moyes terpilih sebagai pelatih terbaik, bukan Ancelotti yang menuntun Chelsea jadi juara.
Penghargaan ini tampak aneh. Perjuangan Chelsea seakan-akan diabaikan dan dipandang remeh.
Sangat Spesial
Benar, Chelsea pernah mencapai puncak kejayaan mereka bersama Jose Mourinho beberapa tahun sebelumnya, tapi juara musim 2009/10 itu terasa berbeda. Skuad Chelsea berjuang lebih keras, tantangan yang lebih berat.
Skuad mereka diisi dengan pemain-pemain penuh pengalaman. Drogba sudah 32 tahun, Lampard 31 tahun, Terry 29 tahun. Komposisi skuad saat itu jelas berbeda jauh dengan Chelsea yang ditangani Lampard musim ini.
Lampard merangkum kesulitan dan perjuangan Chelsea meraih gelar juara musim itu. Komentarnya cukup menjelaskan mengapa tim Chelsea saat itu fantastis.
"Melihat cara kami menutup musim ini dengan baik, kami layak jadi juara. Dua gelar juara pertama kami [di bawah Mourinho] kami raih dengan relatif mudah. Dua gelar itu sangat spesial karena yang pertama," kata Lampard saat itu.
"Namun, dengan kesulitan yang kami hadapi tahun ini, gelar ini sangat, sangat spesial."
Tidak Sempurna
Tentu, tim Chelsea saat itu tidak sempurna. Mereka gagal di Liga Champions, takluk dari Inter Milan yang ditangani Mourinho. Biar begitu, kegagalan ini tidak bisa menodai torehan domestik mereka.
Kekalahan 1-3 (agg) dari Inter benar-benar pukulan berat bagi Chelsea, yang membuat Roman Abramovich kesal. Mungkin kegagalan ini juga berpengaruh pada pandangan remeh terhadap skuad Chelsea.
Chelsea saat itu tidak sempurna, tapi Ancelotti jelas pernah membentuk salah satu tim terbaik. Mereka menang dengan gaya bermain ofensif yang bisa membuat fans bangkit dari kursi mereka saat menonton pertandingan.
Sumber: Football London
Baca ini juga ya!
Piala Dunia 2010, Tentang Gol Hantu Frank Lampard yang Masih Menghantui Fabio Capello
5 Pemain yang Paling Sering Dimainkan Jose Mourinho, Pemain Chelsea Mendominasi
Peluang Chelsea Gaet Donnarumma Terbuka Lebar
Chelsea Sudah Memulai Operasi Transfer Coutinho
Ciro Immobile Diklaim Tidak Cocok Main di Chelsea
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
-
Rapor Pemain Manchester United Kontra Everton: Mbeumo Gemilang, Lammens Jadi Sorotan
Liga Inggris 6 September 2026, 22:48
-
Man of the Match Everton vs Man Utd: Bryan Mbeumo
Liga Inggris 6 September 2026, 22:23
LATEST UPDATE
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
-
Hasil Juventus vs AC Milan: Gol Telat Gatti Buyarkan Kemenangan Rossoneri!
Liga Italia 7 September 2026, 04:25
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
-
Tempat Menonton Juventus vs AC Milan di Serie A, 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:59
-
Link Streaming Juventus vs AC Milan 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:45
-
Man of the Match Valencia vs Barcelona: Fermin Lopez
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:30
-
Hasil Valencia vs Barcelona: Blaugrana Hancurkan Los Che 5-0 di Mestalla
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:18
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51

