Memori Patrice Evra: Saat Anderson 'Menjinakkan' Steven Gerrard di Anfield

Editor Bolanet | 25 Maret 2026 07:07
Memori Patrice Evra: Saat Anderson 'Menjinakkan' Steven Gerrard di Anfield
Seorang suporter Liverpool bersorak saat menyaksikan laga Premier League/Liga Inggris antara Liverpool vs Man City di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Minggu, 8 Februari 2026 (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Legenda Manchester United, Patrice Evra, mengenang kembali performa luar biasa Anderson saat berduel melawan ikon Liverpool, Steven Gerrard. Gelandang asal Brasil tersebut sukses mencuri perhatian publik Old Trafford lewat aksi impresifnya pada laga debut penuh tensi tahun 2007 silam.

Momen bersejarah itu menjadi pembuktian kualitas Anderson di panggung tertinggi kompetisi Liga Inggris. Ia berhasil meredam agresivitas kapten legendaris The Reds dalam pertandingan penuh rivalitas di Inggris.

Advertisement

Evra mengakui bahwa publik sering kali bersikap terlalu keras dalam menilai karier sang pemain. Padahal, Anderson sempat digadang-gadang sebagai salah satu talenta muda terbaik yang pernah dimiliki Brasil.

Cedera parah menjadi faktor utama yang menghambat sang gelandang untuk mencapai potensi maksimalnya. Namun, memori tentang ketangguhannya di lini tengah tetap abadi dalam benak rekan setimnya.

Berikut adalah kilas balik perjalanan Anderson dan alasan mengapa ia begitu dihormati oleh para penggawa Setan Merah.

1 dari 3 halaman

Pernyataan Tegas di Tengah Kepungan Rival

Manchester United mendatangkan Anderson dari FC Porto dengan nilai transfer mencapai 26 juta poundsterling. Ia bergabung dalam gerbong pemain bintang bersama Nani dan juga Owen Hargreaves.

Meski performanya dianggap naik-turun, Anderson berhasil mencatatkan total 181 penampilan bagi raksasa Manchester tersebut. Puncak pembuktiannya terjadi saat ia harus berhadapan langsung dengan sosok Steven Gerrard di lapangan.

"Pertama kali dia bermain melawan Gerrard, saya ingat saat itulah fans United sangat menghormatinya," kenang Patrice Evra melalui kanal YouTube Shoot for Love.

Evra menegaskan bahwa performa pada Desember 2007 itu adalah titik balik bagi karier Anderson. Sang pemain berhasil mengubah pandangan skeptis para pendukung melalui keberanian dan juga teknik tinggi.

2 dari 3 halaman

Bakat Luar Biasa yang Terhambat Cedera

Patrice Evra secara terang-terangan membela mantan rekan setimnya tersebut dari berbagai kritik tajam selama ini. Ia melihat langsung bagaimana Anderson bekerja keras untuk memberikan kontribusi terbaik di bawah asuhan Sir Alex Ferguson.

Teknik olah bola yang dimiliki Anderson dinilai sangat istimewa bagi pemain seusianya kala itu. Namun, nasib buruk berupa cedera serius datang menghampiri dan mengubah jalannya sejarah sang pemain di Old Trafford.

"Pemain yang luar biasa. Teknik yang menakjubkan," puji Evra dengan nada yang sangat emosional.

Menurut pria berusia 44 tahun itu, banyak orang tidak melihat betapa hebatnya Anderson sebelum cedera merenggut kelincahannya. Ia tetap menganggap Anderson sebagai salah satu bakat muda Brasil yang paling bersinar di eranya.

"Saya pikir orang-orang sudah bersikap keras kepadanya, tetapi saat dia masih muda, sebelum mengalami cedera parah, dia adalah salah satu pemain muda Brasil terbaik," tegas Evra memberikan pembelaan.

3 dari 3 halaman

Gelar Juara dan Akhir Perjalanan di Teater Impian

Walaupun sering disebut tidak konsisten, koleksi trofi Anderson bersama Manchester United justru berbicara sangat lantang. Ia sukses mengangkat empat gelar Premier League dan satu trofi bergengsi Liga Champions selama di Inggris.

Anderson juga turut membantu klub meraih kemenangan di ajang League Cup sebelum akhirnya hengkang. Ia memutuskan kembali ke tanah kelahirannya untuk bergabung dengan Internacional pada musim panas tahun 2015.

Total delapan gol dan 20 assist menjadi catatan statistik selama pengabdiannya di Manchester. Kini, Anderson telah gantung sepatu setelah menutup karier profesionalnya di klub Turki, Adana Demirspor.

LATEST UPDATE