Memuji Talenta Besar Josh Acheampong di Lini Belakang Chelsea

Afdholud Dzikry | 10 Februari 2026 08:25
Memuji Talenta Besar Josh Acheampong di Lini Belakang Chelsea
Pemain Chelsea, Josh Acheampong, mengontrol bola pada laga fase liga Liga Champions antara Atalanta vs Chelsea di Bergamo, Italia, Selasa, 9 Desember 2025 (c) AP Photo/Antonio Calanni

Bola.net - Musim 2024/25 menjadi titik balik krusial bagi seorang Josh Acheampong. Setelah sukses mengamankan medali juara Conference League dan mencatatkan 14 penampilan, bek muda ini tidak menunjukkan tanda-tanda akan melambat.

Musim ini, grafik performanya justru menanjak drastis. Acheampong tercatat telah melampaui total penampilannya musim lalu, bahkan sukses mencetak gol perdana bagi The Blues saat menghadapi Nottingham Forest.

Advertisement

Perkembangan pesat lulusan akademi ini tak luput dari pengamatan Liam Rosenior. Sang pelatih kepala memberikan kepercayaan penuh dengan menurunkannya sebagai starter di laga krusial semifinal Carabao Cup kontra Arsenal serta kemenangan telak 5-0 atas Charlton Athletic di FA Cup.

Jelang laga Premier League menghadapi Leeds United, Rosenior kembali menyoroti potensi besar pemain berusia 19 tahun tersebut. Ia tak segan memberikan tantangan baru dengan menempatkan Acheampong di berbagai posisi berbeda di lini pertahanan.

Bagi Rosenior, ini bukan sekadar eksperimen taktis, melainkan investasi jangka panjang untuk memoles "permata" akademi klub.

1 dari 4 halaman

Mentalitas dan Eksperimen Posisi

Rosenior tidak menyembunyikan kekagumannya terhadap karakter sang pemain muda. Menurutnya, fondasi mental Acheampong terbentuk dari lingkungan keluarga yang sangat suportif.

"Josh adalah talenta yang luar biasa," puji Rosenior dalam konferensi pers pra-pertandingan.

Sang pelatih kemudian menekankan betapa pentingnya latar belakang pribadi pemain dalam membentuk profesionalisme di lapangan.

"Selama saya di sini, saya sempat bertemu dia dan orang tuanya, dan Anda bisa melihat mengapa dia menjadi anak yang hebat karena dia dibesarkan dengan cara yang benar," tambah pelatih kepala tersebut.

Namun, pujian itu dibarengi dengan tuntutan teknis yang tinggi. Rosenior sengaja merotasi posisi Acheampong untuk mengasah kecerdasan taktikalnya di usia yang masih belia.

"Josh memiliki potensi yang sangat besar, dan apa yang suka saya lakukan dengan semua bek saya – terutama di usia mereka – adalah menempatkan mereka di posisi yang berbeda karena itu meningkatkan kemampuan mereka, pemahaman permainan, dan posisi mereka," jelas Rosenior secara rinci.

2 dari 4 halaman

Masa Depan di Jantung Pertahanan

Meski kerap dipasang di berbagai pos, Rosenior memiliki visi yang sangat jelas mengenai posisi natural Acheampong di masa depan. Ia diproyeksikan menjadi palang pintu utama tim.

"Untuk jangka panjang, Josh adalah seorang bek tengah," tegas Rosenior.

Keyakinan ini didasari oleh atribut fisik dan teknis yang dimiliki sang pemain, yang dinilai sudah memenuhi standar level tertinggi kompetisi.

"Dia punya semua atribut untuk menjadi bek tengah yang luar biasa di level yang sangat, sangat tinggi," imbuhnya penuh keyakinan.

Tugas Rosenior kini adalah memastikan transisi tersebut berjalan mulus seiring berjalannya waktu.

"Tugas saya adalah membantunya dan mengembangkannya, dan saya sangat menantikan untuk bekerja sama dengannya dalam waktu yang lama," ujar Rosenior menutup pembahasan soal Acheampong.

3 dari 4 halaman

Fleksibilitas Unit Defensif

Tak hanya fokus pada Acheampong, Rosenior juga membedah kinerja unit pertahanannya secara keseluruhan. Rencana taktisnya melibatkan nama-nama seperti Trevoh Chalobah, Wesley Fofana, dan Mamadou Sarr yang baru saja dipanggil kembali dari masa peminjaman di Strasbourg.

Filosofi utamanya sederhana: kebebasan untuk berkembang tanpa rasa takut.

"Saya tidak ingin membatasi mereka," kata Rosenior melanjutkan penjelasannya.

Ia menyebutkan bahwa kombinasi usia muda dan pengalaman di lini belakang menjadi aset berharga yang harus dikelola dengan hati-hati.

"Wes Fofana berusia 24 tahun, Trevoh Chalobah tampil luar biasa. Di samping Josh, ada Mamadou , dan Tosin yang masih muda untuk ukuran bek tengah – kami ingin mencoba meningkatkan kemampuan mereka semua," paparnya.

4 dari 4 halaman

Keberanian Mengambil Risiko

Untuk mencapai level permainan yang diinginkan, Rosenior mendorong para pemain bertahan ini untuk berani memecah garis pertahanan lawan (break lines). Risiko kesalahan dianggap sebagai bagian wajar dari proses pembelajaran.

"Untuk melakukan itu, Anda perlu menempatkan mereka di posisi di mana mereka mungkin membuat kesalahan, terutama dalam upaya memecah garis dan bermain ke depan," terang Rosenior mengenai pendekatan taktisnya.

Tujuannya adalah menanamkan kepercayaan diri agar para bek merasa nyaman saat menguasai bola dan mendistribusikan serangan.

"Saya ingin mereka merasa bahwa mereka mampu melakukan itu," tegasnya.

Performa individu para bek senior pun mendapat apresiasi khusus karena dinilai mampu menerjemahkan instruksi latihan ke dalam pertandingan sesungguhnya.

"Wes tampil memukau, Trevoh juga hebat, dan mereka semua bisa menemukan celah operan jika pemain berada di posisi yang tepat untuk menerima bola. Itulah yang sering kami latih bersama mereka, dan mudah-mudahan, mereka terus berkembang," pungkas Rosenior.

LATEST UPDATE