Mengapa Liverpool Bisa Pecundangi Chelsea? Ini Analisisnya
Afdholud Dzikry | 24 September 2019 09:50
Bola.net - Liverpool sukses meraih kemenangan penting dalam lawatannya ke Stamford Bridge, markas Chelsea, Minggu (22/9/2019) lalu. Kemenangan ini semakin mengukuhkan The Reds di puncak klasemen Premier League.
Bermain di markas The Blues, tim asuhan Jurgen Klopp tersebut meraih kemenangan dengan skor 2-1. Gol kemenangan Liverpool disumbang Trent Alexander-Arnold dan Roberto Firmino. Sementara itu gol semata wayang The Blues dicetak N'Golo Kante.
Chelsea membuat Liverpool bekerja keras sepanjang laga. Anak asuh Frank Lampard memberi banyak tekanan, terutama saat mereka ketinggalan dua gol. Jika saja gol Cesar Azpilicueta tak dibatalkan wasit, skor pertandingan berkesudahan 2-2.
Liverpool kini melaju dengan rekor fantastis kemenangan beruntun sebanyak 15 laga di pentas Liga Inggris.
Situs Sportskeeda menganalisis taktik permainan Chelsea vs Liverpool. Apa yang jadi pembeda sehingga anak asuh Jurgen Klopp bisa memenangi laga?
Lampard Kembali dengan Formasi 4-3-3
Frank Lampard, pusing tujuh keliling memilih pemain-pemain utama Chelsea karena sejumlah pemain intinya tengah dihantam cedera.
Mason Mount tampil dalam kondisi kaki terluka usai dikasari pemain Valencia, Francis Coquelin, pada pertengahan pekan dalam ajang Liga Champions. N'Golo Kante juga sempat diragukan bisa tampil di lapangan karena cederanya.
Faktanya gelandang asal Prancis itu tampil ciamik bareng Jorginho dan Mateo Kovacic di sektor tengah.
Formasi 4-3-3 membuat Chelsea tampil nyaman sepanjang laga menghadapi Liverpool. Kiper Kepa Arrizabalaga dibentengi duo stoper Andreas Christensen dan Fikayo Tomori di jantung pertahanan. Nama terakhir disebut membuat seniornya Kurt Zouma jadi penghangat bangku cadangan.
Cesar Azpilicueta anteng di posisi bek kanan berduet dengan Marcos Alonso di sisi kiri dari empat bek. Kombinasi lini pertahanan ini disukai mayoritas pendukung Chelsea.
Willian jadi winger andalan. Agresivitas permainannya lebih oke dibanding Pedro dan Christian Pulisic. Dan, Tammy Abraham yang diplot jadi ujung tombak berulangkali memberi tekanan ke Liverpool, sekalipun ia tak menyumbang gol.
Alonso Sang Terdakwa
Frank Lampard harus segera membereskan skema bertahan Chelsea mengantisipasi bola mati. Saat berduel melawan Liverpool, Marcos Alonso jadi terdakwa, membiarkan Firmino dalam posisi bebas menyundul bola yang berujung gol.
Kesalahan model serupa sering dilakukan Alonso. Pilihan sulit bagi Lampard, mengingat ia tidak punya banyak pilihan di sektor belakang.
Saat pertandingan ia dipaksa melakukan perubahan darurat. Ia memasukkan Kurt Zouma menggantikan Andreas Christensen yang cedera. Pada 45 menit jelang pertandingan sang pelatih melakukan keputusan ekstrem, menggantikan Emerson dengan Alonso.
Sayangnya, perubahan ini tak membuat Chelsea lebih solid bertahan, terutama menghadapi skema bola mati lawan.
Mentalitas Juara The Reds
Liverpool menyatroni Stamford Bridge dengan modal empat kemenangan beruntun, yang membuat mereka anteng di puncak klasemen.
Memenangi laga melawan Chelsea bukan hal mudah. The Blues memberi perlawanan sepanjang laga yang membuat para pemain The Reds terus berlari dengan keringat yang bercucuran.
Tim tuan rumah banyak mendapatkan peluang emas, semestinya mereka bisa memenangi laga seandainya tak dinaungi kesialan.
Tammy Abraham membuang sejumlah peluang emas. Michy Batshuayi nyaris menjebol gawang Liverpool. Sayang sundulannya meleset beberapa inci dari gawang.
Alonso, yang terus-menerus memasok umpan silang berkualitas ke dalam kotak, bersama dengan Willian dan Azpilicueta, membuat Mason Mount dalam ruang bebas di sebelah kiri. Sayang, ia sedikit dalam posisi offside yang membuat gol Azpilicueta dianulir wasit.
Liverpool dibuat mati kartu di 25 menit akhir laga. Chelsea mendominasi penguasaan bola hingga 70 persen.
Para pemain The Reds terus dipaksa menjaga konsentrasi untuk mengawasi aneka skema menyerang Chelsea. Mereka bisa dibilang beruntung membawa oleh-oleh poin absolut dari London.
Hal ini membuktikan mentalitas juara pemain Liverpool. Hal yang amat diperlukan saat mengarungi persaingan keras dan ketat Premier League musim ini.
The Blues Amat Agresif pada Paruh Kedua Laga
Chelsea memulai babak kedua dengan kepercayaan diri yang tinggi. Mereka memainkan strategi menyerang yang sederhana dan langsung mengena ke jantung pertahanan Liverpool.
Sementara itu Liverpool, biarkan kaki mereka keluar dari pedal dalam apa yang seharusnya menjadi pendekatan barisan belakang yang nyaman.
Jurgen Klopp meresponsnya dengan menginstruksikan tiga pemain depan untuk bekerja lebih keras menjaga bola dan memainkan peran sebagai lini pertahanan pertama yang kuat.
Azpilicueta dan Alonso amat agresif maju ke depan. Chelsea menghasilkan umpan silang hampir dua kali lipat dari yang mereka lakukan di babak pertama.
Chelsea meluncurkan 10 tempakan ke gawang, sementara Liverpool hanya setengahnya.
Liverpool, hampir menyerah pada gelombang serangan The Blues. Mereka pun bisa dibilang beruntung, para pemain Chelsea tidak bisa memaksimalkan aneka peluang emas.
Sumber: Sportskeeda
Disadur dari: Bola.com (Penulis Ario Yosia)
Published: 24/9/2019
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
5 Hal Menarik dari Kemenangan Pertama Liverpool di Premier League Musim Ini
Liga Inggris 5 September 2026, 08:46
-
Rating Pemain Liverpool saat Tundukkan Ipswich: Kolaborasi Maut Isak dan Gakpo
Liga Inggris 5 September 2026, 08:21
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 5 September 2026, 08:05
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2026/2027
Liga Inggris 5 September 2026, 07:05
LATEST UPDATE
-
Rapor Pemain Manchester City vs Coventry City: Cherki Bersinar, Haaland Tetap Berbahaya
Liga Inggris 5 September 2026, 23:25
-
Man of the Match Man City vs Coventry City: Erling Haaland
Liga Inggris 5 September 2026, 23:16
-
Hasil Man City vs Coventry City: Haaland Jadi Penentu, The Citizens Sapu Bersih 3 Laga
Liga Inggris 5 September 2026, 22:54
-
Dikabarkan Cedera, Hansi Flick Ungkap Kondisi Terbaru Lamine Yamal
Liga Spanyol 5 September 2026, 20:30
-
Link Live Streaming Inter vs Napoli di Serie A 2026/2027
Liga Italia 5 September 2026, 20:00
-
Luka Modric Lanjut Bela Kroasia di Usia 41 Tahun
Piala Dunia 5 September 2026, 19:30
-
Link Live Streaming Man City vs Coventry City di Premier League 2026/2027
Liga Inggris 5 September 2026, 19:00
-
Tinggalkan Al Hilal, Karim Benzema Tak Akan Gabung Barcelona
Liga Spanyol 5 September 2026, 18:10
-
Link Live Streaming Borneo FC vs Persija Jakarta di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 5 September 2026, 17:00
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs PSM Makassar 6 September 2026
Bola Indonesia 5 September 2026, 16:00
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51






