Restorasi Identitas Old Trafford: Kembalinya Keberanian, Kecepatan, dan DNA Man United Sir Alex Ferguson
Afdholud Dzikry | 19 Januari 2026 07:56
Bola.net - Manchester United tidak sekadar menang dalam debut kedua Michael Carrick. Mereka mengembalikan jiwa yang sempat hilang: keberanian, kecepatan, dan DNA Sir Alex Ferguson.
Michael Carrick tidak bisa meminta panggung yang lebih megah untuk memulai periode keduanya sebagai manajer interim Manchester United. Menghadapi Manchester City di Old Trafford, Sabtu (17/1/2026) lalu, Carrick tidak hanya mengamankan tiga poin lewat kemenangan 2-0, tetapi juga menambahkan nama Pep Guardiola ke dalam daftar pelatih elit yang pernah ia taklukan.
Ini adalah kemenangan taktis dan mental. Sebelumnya, saat menjabat caretaker pada 2021, Carrick sukses menundukkan Unai Emery (Villarreal) dan Mikel Arteta (Arsenal), serta menahan imbang Thomas Tuchel. Kini, Guardiola menjadi korban terbarunya.
Namun, skor 2-0 sejatinya menipu. Man United tampil begitu dominan hingga membuat kiper City, Gianluigi Donnarumma, harus jatuh bangun melakukan penyelamatan kelas dunia demi mencegah skor menjadi lebih memalukan.
Dengan tiga gol yang dianulir karena offside tipis, serta peluang Harry Maguire dan Amad Diallo yang menghantam tiang, Setan Merah menunjukkan level performa yang jarang terlihat sejak era Sir Alex Ferguson berakhir pada 2013 silam.
Kembalinya "Cita Rasa" Ferguson

Roy Keane sempat mengkritik penunjukan Carrick dan staf kepelatihannya, bahkan menyebut bayang-bayang Ferguson di Old Trafford seperti "bau tak sedap" yang tak kunjung hilang. Namun, di lapangan, Carrick justru membuktikan bahwa warisan taktik sang legenda Skotlandia masih relevan.
Carrick membuang eksperimen rumit era Ruben Amorim. Ia kembali ke pakem 4-2-3-1 yang fleksibel—bisa berubah menjadi 4-3-3 atau 4-2-4 saat menyerang.
Perubahannya drastis. United tidak lagi mencoba meladeni City dalam penguasaan bola yang lambat. Sebaliknya, mereka bermain dengan kecepatan, directness (langsung ke depan), dan intensitas tinggi. Ketika kehilangan bola, transisi bertahan mereka agresif. Casemiro, Harry Maguire, hingga Lisandro Martinez tidak ragu melakukan tekel keras untuk memblokir jalur tembakan City.
Serangan balik mematikan—ciri khas United selama dekade kejayaan—kembali terlihat. Gol pembuka Bryan Mbeumo lahir dari skema ini, memecah kebuntuan setelah Donnarumma berkali-kali menyelamatkan gawang City sendirian.
Perjudian Taktis: Sayap Murni dan Peran Bruno

Keputusan berani Carrick lainnya adalah menempatkan Bruno Fernandes kembali ke posisi naturalnya sebagai No. 10.
Di bawah asuhan Amorim, Bruno kerap bermain terlalu dalam. Di tangan Carrick, kapten United ini diberi kebebasan berkreasi di sepertiga akhir lapangan. Visinya dalam memindahkan bola dengan cepat membuat pertahanan City kelabakan.
Carrick juga meniadakan peran inside forwards. Ia menginstruksikan Patrick Dorgu dan Amad Diallo bermain sebagai sayap murni (proper wingers) untuk melebarkan permainan. Strategi ini terbukti jitu. Gol kedua United lahir dari aksi Dorgu yang berlari kencang menyambut umpan silang Matheus Cunha, setelah sebelumnya memenangi adu lari melawan Rico Lewis.
Dampak Instan Mbeumo dan Amad

Tidak bisa dipungkiri, kembalinya Bryan Mbeumo dan Amad Diallo dari tugas negara di Piala Afrika (AFCON) menjadi katalis perubahan ini. Statistik berbicara: sebelum kepergian mereka ke AFCON, United mencatat rata-rata 2,4 gol per pertandingan. Tanpa mereka, angka itu anjlok menjadi 1,2 gol per laga, termasuk saat kekalahan dari Brighton di Piala FA.
Carrick jeli melihat potensi Mbeumo. Alih-alih memasang Benjamin Šeško sebagai ujung tombak, ia memilih Mbeumo di posisi No. 9. Kecepatan dan mobilitas Mbeumo membuka ruang bagi Amad untuk mengeksploitasi sisi kanan, posisi terbaiknya.
Ketenangan Mainoo dan Soliditas Pertahanan

Di lini tengah, Kobbie Mainoo menjawab kepercayaan penuh Carrick. Sempat dipinggirkan oleh Amorim, gelandang berusia 20 tahun ini tampil penuh selama 90 menit. Penampilannya tidak mencolok, namun penuh kedewasaan—karakteristik yang memicu breakout season-nya pada 2024.
Di belakang, kembalinya Harry Maguire melengkapi kuartet bek terbaik United. Duetnya bersama Lisandro Martinez—yang jarang bermain bersama hampir setahun terakhir—terbukti solid. Meski sempat kesulitan di awal melawan Jeremy Doku, Diogo Dalot mampu bangkit, sementara Luke Shaw menunjukkan kelasnya di bek kiri.
Jika kuartet ini bisa terus fit, masalah rapuhnya pertahanan United di "tahun 2025 yang sulit" mungkin akan segera teratasi.
Misi Berikutnya: Tiket Liga Champions!
Kini, dengan tidak adanya gangguan kompetisi lain, fokus Carrick adalah membawa United finis di empat (atau lima) besar untuk mengamankan tiket Liga Champions. Konsistensi, yang menjadi barang mahal di era Amorim, akan menjadi kunci.
Atmosfer Old Trafford hari itu menjadi saksi. Fans tidak hanya merayakan kemenangan, mereka merayakan kembalinya identitas tim. Jika Carrick mampu menjaga momentum ini, audisi untuk posisi manajer permanen mungkin akan berjalan lebih mulus dari yang diperkirakan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV dan Vidio, 17-20 Januari 2026
Liga Inggris 19 Januari 2026, 08:50
-
Manchester United: Michael Carrick Ditunggu Ujian Sesungguhnya
Liga Inggris 19 Januari 2026, 08:00
LATEST UPDATE
-
Paul Scholes vs Lisandro Martinez Memanas, Sindiran Berlanjut Usai Derby Manchester
Liga Inggris 19 Januari 2026, 10:18
-
Jorge Martin Berpotensi Tetap Bela Aprilia di MotoGP 2027, Motor Terbaik Setelah Ducati
Otomotif 19 Januari 2026, 10:10
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 19 Januari 2026, 09:53
-
Kekalahan Perdana Barcelona dalam 12 Laga, Begini Komentar Hansi Flick
Liga Spanyol 19 Januari 2026, 09:43
-
Sepatu Emas di Tengah Luka: Brahim Diaz Rajai Daftar Top Skor Piala Afrika 2025
Piala Dunia 19 Januari 2026, 09:20
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 19 Januari 2026, 08:52
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV dan Vidio, 17-20 Januari 2026
Liga Inggris 19 Januari 2026, 08:50
-
Persija dan Playmaker Brasil Sepakat Berpisah, Segera Bergabung dengan Arema FC
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 08:47
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2025/2026
Liga Italia 19 Januari 2026, 08:38
LATEST EDITORIAL
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26
-
5 Pemain yang Bisa Dibeli Alvaro Arbeloa untuk Menyelamatkan Musim Real Madrid
Editorial 14 Januari 2026, 12:30
-
Para Pemain yang Pernah Membela Chelsea dan Arsenal
Editorial 14 Januari 2026, 11:48






